Preman Juga Manusia, Bisa Pensiun

Kita Dipertemukan oleh bisnis, Bisnis yang bagus tapi bukan bisnis yang baik

Dunia hitam sangat identik dengan keras dan sangar. Ternyata banyak sisi humanis yang tidak diketahui. Serial TV Preman Pensiun sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia tiga tahun lalu. Memang tidak selalu menonton serial ini, namun memang sangat ringan dan membumi dialognya. Terutama dengan gaya khas yang dari pemain serta bodor sunda-nya.

Film Preman Pensiun ini masih satu paket pemain dan sutradaranya. Sehingga karakter serial pasti masuk dalam film ini, hanya cerita saja yang membedakan.

Terus terang sayah ngakak hampir sepanjang film ini, celetukan khas sunda mengingatkan masa kecil saya di Bandung. Dengan gaya continue dialague makin tambah keren. Ini juga khas ketika di serial TV. Dengan seperti itu kita disajikan gambar yang penuh kejutan namun rangkaian cerita tetap terjaga dengan sempurna.

Siapapun ketika berubah kepada arah kebaikan pasti akan ada hambatan. Bagaimana menyelesaikan hambatan ini adalah sebuah proses. Film ini bercerita tentang perjalanan paska hijrah dari bisnis baik belum benar ke bisnis baik ddan benar. Cerita simpel keseharian yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari.

Ternyata Preman juga punya sisi humanis yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Proses perjalanan menjadi baik itu yang harus kita bisa lakukan secara terus menerus sepanjang hayat.

Menonton Film Preman Pensiun ini selain menghibur kita juga bisa banyak belajar tentang sisi humanis Preman. Bagaimana memikirkan anak gadis yang menjelang dewasa, memikirkan keluarga bahkan me time.

Yang menarik perhatian sayah di Press Sreening Film ini adalah Kang Epy hadir dengan kostum keseharian dalam film ini. Selain itu sangat akrab dengan yang ingin berfoto dengannya. Bahkan ada beberapa adegan foto yang kocak dengan fansnya. Gelo pisan Kang Epy totalitas.

Ada yang penasaran dengan film ini ga? Biar ga penasaran bisa lihat thrillernya ini ya, Tanggal 17 Januari 2019 akan di putar serentak di Bioskop kesayangan anda, jadi jangan sampai ketinggalan melihat aksi kocak Murad dan Pipit. Ga akan nyesel menonton film ini pasti akan sangat terpingkal menyaksikan Mang Uu, yakin banget deh.

Salut untuk Kang Aris Nugraha sutradara sekaligus penulis skenario dari Film ini. Idenya lahir dari observasi kehidupan preman di berbagai tempat di Bandung.

“Setiap pertanyaan harus selesai di kamu, setiap persoalan harus selesai di kamu. – Kang Bahar”

Advertisements