Labuhan Bajo, Bukan Impian Lagi

Labuhan Bajo impian banyak orang untuk bisa menikmati keindahan alamnya. Termasuk saya juga punya impian bisa menjejakkan kaki di sana. Labuhan Bajo memang seperti sebuah magnit yang sangat kuat untuk dikunjungi. Tahun 2018 impian saya bisa terwujud melalui sebuah perjalanan panjang kapal Ramadhan. Saya tergabung dalam Tim Relawan ACT yang akan memberikan bantuan kepada muslim NTT dan saya mendapatkan pos tugas di Desa Nampar Sepang, Kabupaten Manggarai Timur.

Lamanya pelayaran selama empat hari, berangkat dari Pelabuhan Garrokong Barru Sulawesi Selatan, menuju Labuhan Bajo. Sayangnya komunikasi tidak cukup lancar karena sinyal merupakan sesuatu yang sangat berharga sekali. Kami para relawan sangat merindukan sinyal yang bagus. Mendapatkan kabar dari orang terkasih memang seakan menjadi energi para relawan dalam bertugas.

Selepas sholat subuh berjamaah kapal Ferry lambat laun mulai memasuki area Labuhan Bajo. Apalagi yang di tunggu oleh kami para relawan, sunrise …… Ya benar melihat matahari terbit di lautan lepas itu sangat berbeda dengan di darat. Ada suasana yang sangat berbeda. Apakah teman-teman sudah merasakan melihat sunrise atau sunset di laut lepas? Jika sudah beda kan rasanya, ada rasa yang sulit digambarkan.

Ketika sinyal kembali ditemukan tepat pukul 05.00 WITA, wajah relawan berseri kembali karena bisa mengirim kabar kepada keluarga.

Bagi saya menunggu momen sunrise ini merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan. Walaupun misalnya matahari tidak muncul sesuai dengan harapan. Sebagai toekangpoto keliling tentu cerita di balik sebuah foto akan memberikan kesan dan kenagan tersendiri.

Banyak di antara relawan yang menunggu sunrise, karena ini menjadi pelabuhan pertama kali di kunjungi. Ketika sunrise datang, hampir semua relawan mengabadikannya. Pengalaman ini bakal menjadi kenangan terindah, kita bisa berbagi dan menikmati keindahan alam Indonesia Timur.

Angin lumayan kencang menerpa wajah wajah kami, namun itu tidak menghalangi kami untuk terus menunggu sang mentari pagi. Dari kejauhan aktivitas di Labuhan Bajo sudah mulai terlihat, lalu lintas kapal kapal di sekitar pelabuhan. Tanpa terasa hati saya melelh melihat keindahan alam Labuhan Bajo. Saya mencubit tangan saya, dan merasakan sakit. Itu sebuah pertanda kalau saya sedang tidak bermimpi. Alhamdulillah impian saya terwujud untuk melihat Labuhan Bajo. Meskipun bukan untuk menikmati secara khusus keindahan alam, namun ada tugas kemanusiaan yang lebih penting dan berharga.

Serta merta saya pun berteriak,”Labuhan Bajooooo…saya dataaaaaang!” Beberapa relawan ada yang memandang saya sekilas. Mungkin mereka bertanya-tanya dalam hati, ada pakah gerangan?

Senang tak terkira, tapi semua ini saya lakukan demi melampiaskan rasa gembira bisa melihat Labuhan Bajo. Kapal yang saya tumpangi belum bisa merapat ke Dermaga karena masih ada KM Cakalang II sedang bersandar. Ya, setiap kapal yang datang memang harus mengantri semua ada jadwal pemberangkatan. Jadi saya menikmati labuhan Bajo dari atas kapal saja, karena belum bisa bersandar di Dermaga. Masih ada kesempatan sejenak menikmati kehidupan. pelabuhan dari atas kapal. Dan di pelabuhan ini saya akan turun dan melanjutkan perjalanan menggunakan jalur darat. Jadi momen ini saya manfaatkan betul untuk bisa menikmati Labuhan Bajo.

Tepat pukul 07.09 WITA Kapal Ramadhan merapat di dermaga Labuhan Bajo dengan selamat. Bercampur aduk bener perasaan ini, gembira, haru dan sedih.

Melihat daratan hawanya pengen nyetrit aja, terlebih terlihat pasar di dekat dermaga. Namun karena harus mempersiapkan bantuan yang akan di bawa, saya lupakan nyetrit itu. Biarlah bayangan yang menjadi memori tentang Labuhan Bajo.

Aktivitas kapal yang melayani pariwista ke Pulau Padar atau Komodo terlihat secara nyata. Dan itu menambah kebahagian tersendiri buat saya. Walaupun saya belum kesampaian sampai ke Pulau Komodo. Dengan melihat aktivitas saja sudah mengobati impian saya.

Jumat Berkah, saya bisa melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Labuhan Bajo yang tidak terlalu jauh dari dermaga. Waktu yang sangat singkat ini saya gunakan untuk nyetrit tipis. Semua itu saya lakukan untuk menyalurkan hasrat visual saya. Setiap sudut penuh dengan peristiwa keseharian masyarakat. Pikir saya, sayang sekali jika dilewatkan begitu saja. Semua peristiwa kehidupan itu saya abadikan buat anak cucu kelak. Walaupun sedikit masih ada waktu menikmati Labuhan Bajo di sela sela tugas yang banyak. Jika ada waktu lebih tentunya akan sangat menikmati sajian di sini, masyarakatnya juga ramah. Ini adalah kesan pertama saya menjejak di Timur Indonesia. Beruntung sekali saya bisa merasakan ibadah shalat jumat bersama saudara muslim di Bajo.

Bismillah menuju Nampar Sepang di Manggarai Timur

Perjalanan penuh liku segera di mulai dari Labuan Bajo, diperkiraan akan di tempuh dengan waktu 9 jam. Etape pertama Labuan Bajo – Ruteng.

“Yang bikin lama perjalanan adalah kelokan” ujar Babang Primus driver yang membawa kami.

Saya jadi teringat dengan Kelokan 44 di Sumatera Barat, jalan yang penuh kelok yang tajam. Ternyata di sini lebih tajam dan banyak sekali. Sampai pala berbie sering terantuk antuk di mobil. Tapi babang Primus keren cara nyupirnya, salut saya mah ama Babang Primus.

Ternyata goyangan laut itu belum seberapa. Goyangan kelokan Labuan Bajo ini lebih dahsyat, sampai ada rekan saya Mail (Relawan dari Sindrap) muntah muntah akibat kelokan ini.

Menjelang beduk magrib, menepi dahulu kita di pinggir jalan untuk sekedar membatalkan puasa dengan bekal. Ini adegan terindah yang saya rasakan selama perjalan ini. Ah pokoknya mah indah deh …. Walau hanya buka dengan kurma dan air putih serta cemilan cepuluh.

Setelah buka, kita lanjutkan perjalanan menuju Ruteng masih penuh dengan kelokan tentunya.

Tiba di Ruteng pukul 19.39 dihadapkan pada pilihan Nasi Padang, Soto atau Sate. Rasanya nyawa belum pada ngumpul deh. Akhirnya pilihan jatuh ke Sate Mas Nardi. Dan ternyata menu yang tersedia tinggal sate ayam saja menu yang lainnya sudah habis. Hebat bener ya jam segini udah habis, saya melihat beberapa pelangan yang datang dan kembali lagi karena yang di tuju sudah habis.

Pukul 19.53 baru datang pesanan minuman saja, satenya belum datang. Sambil nunggu sate sayah sudah habis dua bungkus krupuk hehehehehe, ga tau lapar atau kelaparan. Akhirnya Sate itu datang juga, kita sikat langsung aja.

Sebelum melanjutkan perjalanan, kami singgah ke toko yang masih buka di Ruteng untuk membeli cemilan dan minuman teman perjalanan, karena perjalanan itu masih panjang.

Surprise ada Dodol Garut di jual di toko itu, sebagai turunan Garut tentu bangga banget. Ini merupakan perjalanan saya ke Indonesia Timur yang sangat menyenangkan.

Advertisements

Taman Sari : Destinasi Tak Lekang Waktu

Cuaca sangat terik memayungi kota Pelajar. Ternyata tahun ini hampir seluruh kota di Indonesia sedang mengalami musim kering. Namun begitu tidak mengurangi semangat saya untuk terus mengeksplor kota yang ngangeni ini.

Dalam kondisi apapun saya tetap bertekad bulat untuk menikmati suasana Jogja. Panas bukan halangan untuk menikmati kota yang ke depannya akan sering dikunjungi.

Kedatangan saya kali ini memang bukan untuk travelling atau jalan-jalan. Tapi mengantar anak yang sebentar lagi akan belajar di Perguruan Tinggi. Setelah selesai urusan daftar sekolah, saya sempatkan untuk mengeksplor Jogja. Beberapa tempat sudah banyak yang dikunjungi. Saya ingat masih ada satu tempat yang terlewat untuk dikunjungi.

Saya ingin berbagi satu destinasi wisata yang tak lekang oleh waktu. Tak lekang, karena situs wisata yang satu ini berupa bangunan kuno. Konon mulai ada sejak abad ke-18 Masehi. Meskipun bangunan ini Nampak kuno tapi justru paling diminati oleh kaum milenial. Pasalnya beberapa sudut yang terdapat di dalam bangunan ini sangat indah untuk diabadikan dengan bidikan kamera. Baik kamera digital ataupun kamera henpon. Lalu, mereka membagikannya ke media sosial jadilah situs ini dikenal. Dan, sejak saat itu banyak wisatawan baik lokal maupun mancanegara datang ke situs ini. Inilah salah satu cara mempromosikan tempat wisata daerah, terutama situs-situs yang kurang dikenal atau kurang perhatian. Cara seperti ini memang sangat efektif untuk dilakukan. Buktinya banyak tempat wisata di Indonesia cepat terkenal.

Kaum milenial menyebut tempat yang bagus difoto dengan sebutan instagramable. Di dalam situs terdapat sebuah tempat bernama Sumur Gumuling. Sepanjang perjalanan menuju Sumur Gumuling banyak spot-spot kece yang sayang bila tidak diabadikan. Semuanya menarik perhatian, sebentar-sebentar saya berhenti untuk berfoto atau swafoto. Peninggalan yang patut dipelihara dan dirawat kelestariannya. Beberapa wisatawan yang pernah ke Jogya pasti tahu tempat ini. Kira-kira apa nama tempat ini ya?

Taman Sari

Ya, nama situs yang sedikit sudah saya ulas di atas adalah Taman Sari. Cuaca panas membuat Taman Sari menjadi sangat cerah. Saking cerahnya membuat saya semakin bersemangat mengeksplor Taman Sari. Bahkan menurut saya, suasana di Taman Sari terlihat begitu eksotis. Kecerahannya melambai-lambai seolah-olah mengajak bercengkrama. Saya jadi tidak peduli dengan suasana yang terik ini, pelan tapi pasti saya terus menyusuri area Taman Sari. Sesekali berhenti untuk berfoto atau mengambil sudut-sudut tempat.

Sejarah singkat. Taman Sari mulai dibangun pada abad-18 oleh seorang arsitek bernama Tumenggung Mangundipura. Beberapa lokasi di sekitar Taman Sari yang berupa rumah-rumah penduduk juga bisa dieksplor. Nyaris semua bangunan di situ masih terjaga keutuhannya. Sungguh, sebuah usaha maksimal yang dilakukan oleh Pemda setempat untuk melestarikan situs budaya. Warisan yang tak tenilai ini tidak akan pernah ada lagi jika kita tidak merawatnya dengan baik.

Ketika saya berkunjung kemarin nampak wisatawan cukup banyak. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara, Mereka juga sama seperti diriku, pantang menyerah meski cuaca sangat terik. Aura keindahan yang dipancarkan Taman Sari lebih memukau daripada terik matahari. Mereka tidak hanya mengagumi Taman Sari, tapi mengabadikannya dengan lensa. Begitupula dengan ku, sayangnya aku tidak bisa mendapatkan foto yang tanpa objek. Mengingat banyak wisatwan jadi harus sabar jika mau menunggu sampai sepi.

Meskipun sepanjang mata memandang hanya ada bebatuan dan ornament yang berlumut. Justru di situlah keindahannya, batu dengan lumut yang terpapar matahari jadi kering kerontang. Sudut bangunan juga bisa menjadi background yang indah buat foto. Semua sangat alamiah, bukan seperti background foto di studio atau editan foto. Sungguh sebuah yang melegenda, mengingatkan kita pada kehidupan jaman raja-raja Jawa dahulu. Dan, secara nggak langsung ingatan saya pun melayang kembali ke masa itu. Jaman raja-raja Jawa yang ceritanya sempet saya ketahui dari pelajaran sejarah waktu di Sekolah Menengah Pertama.

Lokasi Taman Sari tidak jauh dari Keraton Jogja, jadi kalau berkunjung ke Keraton Jogja sempatkan singgah ke Taman Sari. Tiket masuk ke lokasi hanya 5000 rupiah ditambah biaya perijinan mengambil foto sebesar 3000. Sangat murah bukan? Harga segitu terasa sangat murah karena situs yang dieksplor luar biasa. Taman Sari sendiri dulunya adalah bekas tempat pemandian untuk keluarga raja. Adapun keluarga raja yang boleh menggunakan Taman Sari yaitu raja, permaisuri, istri lainnya ( selir ) dan putra putri raja.

Taman Sari memiliki bangunan utama, bernama Umbul Pasiraman atau Umbul Binangun. Dahulu kala tempat ini hanya dikhususkan buat keluarga raja saja. Permaisuri, istri selir dan putrid raja mandi di Taman Sari, hanya raja saja yang boleh masuk ke area ini. Tempat ini memang sangat terjaga privasinya. Setelah mengitari area Umbul Binangun, eksplor Taman Sari dilanjutkan ke Sumur Gumuling. Melewati pintu keluar saya melihat ada bebrapa pembatik dan pembuat kerajinan wayang kulit. Seketika, adrenalin saya langsung terpacu karena menemukan subjek foto dengan tema human interest.

Sebelum saya memotret, saya coba berdialog sebentar dengan pengrajin wayang kulit bernama Pak Paijo (58). Pak Paijo sudah hampir 47 tahun berprofesi sebagai pengrajin wayang kulit. Saya salut dengan ketekunan. pak Paijo dalam mengeluti wayang kulit ini, sangat jarang orang yang mau susah payah mempertahankan budaya Indonesia. Nggak lama kami mengobrol, terdengar suara adzan dzuhur. Pak Paijo dengan sopan mohon pamit untuk melaksanakan sholat dzuhur di Mesjid dekat Taman Sari. Sungguh, saya sempet tergugu melihat ketekunan Pak Paijo menjalankan sholat lima waktu. Di tengah pekerjaannya yang menumpuk beliau mau meninggalkannya untuk berinteraksi dengan Sang Pencipta. Bagi saya, ini sebuah pelajaran berharga yang tak akan dijumpai di manapun.

Sumur Guling

Berbeda dengan Umbul Binangun, suasana di Sumur Guling lebih teduh. Udara semilir terasa dari hembusan angin. Sumur Guling juga mempunyai spot foto yang kece. Bahkan di sela-sela seberkas cahaya yang masuk makin membuat eksotis. Semakin masuk ke bawah, udara semakin adem. Kebetulan waktu saya turun, ada sepasang calon pengantin sedang melakukan foto prewedding. Sumur Guling mirip sendiri merupakan bangunan berbentuk melingkar seperti cincin. Bangunannya terdiri dari dua lantai, pintu masuk ke dalam bangunan melalui terowongan bawah air.

Dulu nya Sumur Guling ini difungsikan sebagai Mesjid. Terbukti, di setiap laintainya ada mihrab buat Imam Sholat. Ketika mulai memasuki lorong, ada empat ruas menuju tengah bangunan sebelum ke lantai dua. Di sinilah spot yang paling banyak buat foto-foto. Saya lihat kaum milenial berpose untuk mendapatkan foto yang kece. Turun lagi ke bawah terdapat kolam untuk berwudhu. Hanya ada satu tangga untuk turun ke bawah. Dan, tangga ini juga menjadi spot kece buat fot


Jadilah jika ingin berfoto harus bergantian atau ngantri. Spot tangga ini menjadi spot primadona dari Sumur Guling, bukti jika sudah mengunjungi Sumur Guling ya di spot ini.

Menikmati Pagi di Quarry D Citeureup

Berawal ada undangan untuk mengikuti salah satu rangkaian acara HUT ke 44 Indocement untuk mengikuti acara Quarry Day. Saya sangat tertarik dengan undangan ini karena ingin tahu banyak tentang apa itu Quarry.

Ternyata meeting poin sebelum jam 6 pagi harus sudah ada di Halte Transmart Yasmin Bogor, dan kereta terpagi ke Bogor berangkat 05.10. Jadi harus nginap di Bogor, alhmadulillah seorang teman menawarkan nginap dirumahnya. Berkah silaturahim.

Sebelum subuh WA dari Adit masuk mengingatkan untuk persiapan berangkat ke Yasmin. Selepas sholat subuh, saya berangkat menembus dinginya Ciampea menuju lokasi pertemuan.

Alhamdulillah tidak ada hambatan sampai lokasi, sudah ada Kang Hendra pupuhu Blogor, Kang Erfano dan Adit. Rencana ada tujuh orang yang di jemput di titik ini. Selesai salaman langsung disodorin undangan pernikahan Kang Hendra. Barakallah semoga lancar proses menuju pernikahan.

Jam 06 lebih rombongan satu menuju Quarry D Citeureup, saya mah langsung nerusin tidur aja di mobil biar ada tenaga pas jalan santai. Rute Fun Walk ini akan melewati bekas tambang yang sudah di reklamasi.

Adapun kegiatan utama perayaan HuT ke-44 ini adalah penanaman pohon oleh Jajaran Direksi serta Quarry Walk bersama semua karyawan dari Divisi Unit Kantor Pusat dan Pabrik citeureup akan menyusuri area reklamasi di lahan tambang yang masih aktif ini.

Sesampainya di Quarry, ternyata parkir mobil di bawah sehingga harus jalan kaki menuju lokasi acara. Anggap saja ini pemanasan sebelum acara utama nanti. Dengan semangat 45 kami menuju lokasi dengan berjalan kaki.

Pagi ini akan mengikuti rangkaian acara perayaan HUT Ke-44 Indocement, acara diawali dengan penanaman pohon di sekitar Quarry oleh Direksi Indocement. Hal ini terkait dengan reklamasi lahan tambang di sini.

“Bergerak Berkarya Bersama” tagline inilah yang membuat Indocement bisa terus berkarya membangun negeri. Tanpa ada gerkan bersama dari seluruh karyawan dan jajaran Direksi tidak akan tercapai seperti sekarang ujar Christian Kartawijaya (Direktur Utama).

Setelah penanaman pohon, peserta di ajak melihat aksi dari Pencinta Alam Indocement menbentankan banner ucapan Ulang tahun di tebing. Sebelum melaksanakan Quarry Fun walk ini tiap departemen tampil dengan yel yel penyemangat dan akan dinilai kekompakannya.

Yang membuat berbeda dari Fun walk lainnya adalah lokasi yang akan dilalui adalah reklamasi bekas lahan tambang yang sudah tidak di gali lagi. Reklamasi ini meliputi penanaman pohon kembali, memanfaatkan lahan menjadi lahan perkebunan yang produktif dan terpadu serta menjaga kelestarian mata air Cikukulu. Mata air ini juga menjadi sumber kehidupan bagi hewan dan tumbuhan yang ada disekitar alirannya. Bahkan masyarakatpun mengambil air dari sini. Ini menandakan bahwa Indocement sangat perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Mata air cikukulu ini area konservasinya seluas 5 hektar. Serta mata air ini memenuhi persyaratan kualitas air bersih yang tercantum di Permenkes No 416/MEN.KES/PER/IX/1990 memenuhi standar kualitas air bersih. Dan yang memanfaatkan mata air ini sebanyak 350 KK. Jadi sangat membantu untuk kebutuhan air bersih masyarakat sekitar Quarry.

Yang menarik perhatian saya dari acara ini adalah setiap pos disiapkan both untuk berfoto. Sehingga peserta sangat senang dan menikmati sehingga perjalanan selama 3 km tidak melelahkan. Kendaraan alat berat yang menjadi salah satu daya tarik peserta untuk berfoto. Tiap pos menyajikan konsep photo both yang keren banget. Sehingga peserta foto foto, kapan lagi berfoto di depan alat berat. Walaupun tertatih sayapun bisa menikmati rute ini.

Rute Quarry Walk ini memang dirancang melalui tempat reklamasi lahan tambang yang sudah ditumbuhi lagi dengan pohon pohon dan perkebunan yang produktif. Udara yang saya rasakan selama acara ini segar banget. Salah atu area ynag dilewati adalah Kebun Tegal panjang yang memiliki luas sekitar 12 hektar, dengan dikelola oleh 10 orang petani dan 2 orang tenaga pengawas. Kebun ini berisi tanaman vegetasi berbatang keras dan lunak. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan nilai ekonomi dari tanaman batang lunak seperti Pohon Cinta, Andong dan Monstera. Sehingga masyarakat mendapatkan manfaat dari kebun ini.

Dengan mengikuti acara ini saya menambah pengetahuan lagi, dan yang pasti jadi lebih sshat karena sudah berjalan lebih dari 10000 langkah di pagi itu. Sukses selalu buat Indocement.

Ada pesan yang disampaikan Direktur Utama dalam sambutannnya “Perjalanan panjang di usia ke-44 ini, Indocement terus melakukan berbagai upaya mengendalikan risiko lingkungan melalui sejumlah kegiatan, seperti pengurangan emisi, efisiensi energi, pendayagunaan limbah, perlindungan keaneragaman hayati dan pemanfaatan air bekas pakai. Upaya ini sejalan dengan pengurangan gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim”

Team Blogor

Semoga langkah kecil ini memberikan dampak yamg besar bagi warga sekitar Quarry.

Kang Dudi

Film 3 Dara 2 : Ketika Dunia di Balik

Mungkin pernah merasa tentang peran yang terbalik dalam kehidupan sehari hari kita. Meneruskan keberhasilan film 3 Dara, ada sekuelnya di tahun ini kehidupan Jay, Richard dan Afandi setelah menikah.

Berbeda sekali dengan yang pertama, namun benang merahnya tetap sama. Yaitu berganti peran, dalam film ini berganti peran dalam menjalani kehidupan Rumah Tangga.

Afandi (Tora Sudiro) yang merasa disepelekan oleh Ibu mertuanya ingin bisa membuat bangga istri dan mertuanya.

Dengan ide berinvestasi di bidang agrobisnis, mengajak Jay (Aditia Dolken) dan Richard (Tanta Ginting) bergabung investasi di Agrobisnis ini. Alih alih mendapatkan keuntungna tiap bulan tanpa kerja, malah tertipu 45 M lenyap begitu saja.

Nah konflik di mulai dari ini, terutama dengan para istri mereka tahu kehilangan uang sebanyak itu. Karena asetnya semua di sita oleh Bank.

Banyak konflik dan kejadian yang lucu karena peran yang berganti antara suami dan istri. Eh sebentar ya kalau saya ceritakan mah ga asyik, mending cepat aja nonton ke bioskop biar bisa tertawa puas.

Banyak adegan yang membuat kita tertawa, namun film ini memberikan pesan moral tentang berinvestasi. Jadi kita harus paham betul ketika akan berinvestasi pada bisnis tertentu. Jangan cepat tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan, namun harus tau juga resikonya bagaimana.

Ada juga pelajaran tentang bagaimana kehidupan suami istri dalam menghadapi permasalahan yang ada. Namun tetap dalam bingkai situasi komedi.

Apalagi ketika mereka bertiga sedang konsul ke Psikiater tentang masalah yang dihadapi. Walaupun film bergenre komedi, namun tetap ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Jadi tetap mendapatkan pelajaran dari film ini.

Pas film selesai tayang, hadir Tanta Ginting, Ovy Dewi dan Aditia Dolken menyapa penonton yang memenuhi Blok M Square dan memberikan apresiasi kepada penonton. Tidak sah jaman sekarang kalau belum swafoto dengan para pemain, maka jadilah ajang swafoto bersama para pemain.

Jadi cepatlah nonton sebelum kehabisan tayang film ini. Nanti menyesal deh, selamat menonton film Indonesia.

Kang Dudi

Mission Imposible Buat 15 Komika di SUCI 8 Kompas TV

Besok 31 Maret 2018 akan tayang lagi program SUCI 8, dengan tayangan audisi di Kota Surabaya. Dalam musim ke 8 ini ada beberapa hal yang berbeda dengan musim sebelumnya dan tentunya bakal bikin pecah.

Tema dari SUCI 8 ini adalah Mission Imposible sekarang 15 finalis SUCI 8 di bagi ke dalam Tiga Kelompok, Tim Pakdhe Indro, Tim Panji dan Tim Cak Lontong. Ini salah satu yang berbeda dalam musim kali ini. Jingle yang telah menemani selama tujuh tahunpun berganti pula. Bikin penasaran kan? Jangan lupa tonton besok di Kompas TV ya biar ga penasaran lagi.

Karena datang lebih awal, saya sungguh beruntung bisa melihat proses pemilihan tim komika. Dan melihat ekspresi ketika tau bergabung kepada tim siapa. Acara ini sebelum konferensi pers berlangsung. Seru aja lihat momen ini, ekspresinya beragam.

Acara konpress di pandu oleh Irvan dan Hidzi Khair, terlebih ketika 15 komika di panggil untuk memperkenalkan diri sambil oneliner satu beat.

“Saya tinggal di daerah Menteng dan ini menjadi satu satunya kebanggan bagi saya. Lu kuliah di mana? BSI (sambil nunduk), udah kerja? Ngangur (nunduk juga) tinggal di mana? Menteng sambil membusungkan dadanya” oneliner yang dibawakan Popon untuk memperkenalkan dirinya ke audiens.

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI tidak hanya sekedar ajang pencarian bakat komedian, namun melahirkan komika yang sukses di dunia entertaimen Indonesia sebut saja Ernest Prakasa, Babe Cabita, Ge Pamungkas, Dodit Mulyadi. Regenerasi komedian lahir dari ajang ini. Dari ajang ini mereka di tempa dengan berbagai pengetahuan dan skill yang bisa digunakan dalam keseharian kelak.

SUCI 8 ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia papar Deddy Risnanto, Vice Corporate Secretary Kompas TV. Inilah wajah 15 finalis yang terbagi ke dalam Tiga Kelompok.

SUCI 8
Kelompok Cak Lontong : Haris-Sidoarjo, Oki-Jakarta, Yudha-Jakarta, Ipin-Bekasi, Bintang Bete-Bekasi.
SUCI 8
kelompok Indro Warkop : Popon-Jakarta, Agungprov- Bogor , Bhakri-Bogor, Riztegh-Medan, Joshua-Manado.
SUCI 8
Kelompok Panji : Wahyu Togog-Sidoarjo, Fianita-Ponorogo, Ken-Malang, Arif-Bekasi, Fedro-Palembang.

MUVON App Terobosan Baru dari TV Mu

Dalam rangka Ulang Tahun ke 4 TV Mu, melakukan sebuah terobosan baru yaitu membuat aplikasi mobile yang berbasis Over The Top (OTT). Aplikasi OTT itu seperti Youtube, Neflix dll jadi untuk sebuah Stasiun TV ini merupakan yang pertama ada di Indonesia. Aplikasi ini dikembangkan oleh TV Muhammadiyah bersama Digital Media Corp dan Digital Creative Asia dengan nama MUVON Mobile App. Aplikasi ini yang akan memberikan pencerahan kepada para penggunanya.

Saya menjadi saksi lahirnya aplikasi ini, pada hari Kamis (30/11) yang bertempat di Aula Achmad Dahlan, Pusat Dakwah Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya No 62 Jakarta Pusat. mUVON mobile app ini sudah tersedia di Palystore dalam versi beta, insya Allah akhir bulan Februari 2018 akan rilis.

Hadirnya MUVON App ini juga dilandasi visi mengembangkan gaya hidup halal dengan teknologi Over The Top. Ini sesuai dengan Muhammadiyah Vision di mana aplikasi ini untuk menghadirkan kebaikan yang lebih banyak di terima masyarakat. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini kegiatan ekonomi ummat akan lebih berkembang sehingga lebih banyak menebarkan manfaat.

Khairullah Project Director MUVON App ini mengatakan bahwa hadirnya aplikasi ini untuk lebih menghadirkan kebaikan yang bisa di akses semua orang. Apa sih yang menarik dari MUVON ini? beberapa fitur layanan mobile dalam satu aplikasi, yang terdiri dari fitur LIVE TV &VOD, Market Place, Social Media serta Search Engine. Ini fitur utamanya namun dalam aplikasi ini ada beberapa layanan yang dapat memberi manfaat kepada pengunanya, seperti pencarian masjid, sekolah, rumah sakit dan panti asuhan. Sehingga semua ada dalam gengaman kita, jadi tidak perlu susah susah lagi.

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Prof Dr H Dadang Kahmad, M.Si sangat mengapresiasi dengan hadirnya aplikasi ini, semoga membawa manfaat yang besar buat Dakwah Muhammadiyah kedepannya. Tantangan dakwah ke depan akan semakin tidak mudah, tentunya perlu alat yang bisa menjangkau ke seluruh pelosok negeri ini.

Semoga langkah kecil ini memberikan manfaat yang sangat besar dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua.

The Professional Sebuah Intrik

Gala Premiere film The Profesionals di Senayan Plaza XXI

Terkadang orang yang paling dekat kita yang bisa menikung dari dalam. Dalam sebuah bisnis sering terjadi hal seperti ini dalam keseharian kita. Dalam sebuah kongsi biasa terjadi salah paham, bahkan menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai kekuasaan. 
Berawal dari persahabatan tiga orang Abi, Reza dan Nicole untuk membuat usaha bersama. Dalam perjalanan setelah mencapai sukses ada intrik untuk merebut perusahaan itu, salah satunya Abi harus mendekam dalam penjara.

Temanya memang tidak lepas dari balas dendam, bagaimana Abi bisa meruntuhkan kekuasaan Reza. Setelah keluar dari penjara, Abi mengumpulkan orang orang yang pernah disakiti Reza untuk bergabung dalam usaha pencurian dongle.

Cerita berkembang bagaimana tim Abi mempersiapkan pencurian ini. Karena gedung Reza sangat ketat keamanannya, terlebih setelah tahu Abi keluar dari penjara. Penasaran? Lebih baik jangan lewatkan tayang perdana tanggal 22 Desember 2016 di bioskop kesayangan anda.

Film ini sangat bagus sekali, hampir tidak ketebak scenenya dan pengambilan gambar yang sangat apik. Untuk mengisi liburan akhir tahun film ini sangat direkomendasikan

Judul Film

THE PROFESSIONALS
Sutradara

Affandi Abdul Rachman

Executive Produser
Affandi Abdul Rachman

Produksi
MNC Pictures

Tayang
22 Desember 2016

Genre Film
Action Heist

Pemain
Fachri Albar
Arifin Putra
Lukman Sardi
Imelda Therrine
Cornelio Sunny
Melayu Nicole
Richard Kyle
Dimas Aditya
Ramon Y Tungka
Iyang Darmawan
Emil Kusumo

Instagram
@TheProMovie

Twitter
@TheProMovie

Hastag
#TheProfessionals

Web

www.filmtheprofessionals.com

Kerinduan Yang Semakin Mendekat

Wukuf
Seorang Jamaah Haji sedang berdoa ( Sumber Instragam Detik.com)
Berpuluh tahun ke belakang orang pergi ibadah Haji bisa berbulan bulan, lamanya dalam perjalanan pergi dan pulang. Ada yang menggunakan Onta dan kendaraan lainnya. Jamaah Haji dari Indonesia pernah menggunakan Kapal Laut menuju Mekkah, total perjalanan bisa 3-4 bulan. Sehingga menunggu kabar dari keluarga yang melaksanakan ibadah haji sangat dinantikan. Terlebih teknologi komunikasi belum seperti sekarang ini. Hanya surat yang bisa di tunggu oleh keluarga di rumah saat itu. Walimatul Safar jaman itu memang sangat terasa perpisahan yang sangat lama. Saat ini kita bisa mendengarkan langsung kabar berita kerabat yang sedang menunaikan ibadah Haji.

Teknologi mendekatkan kerinduan itu, perjalanan ibadah haji sekarang paling lama 40 hari. Bahkan ada yang bisa lebih cepat dari 40 hari untuk bisa ibadah haji. Selain perjalanan yang sudah sangat nyaman, sekarang teknologi juga bisa mendekatkan kerinduan kepada saudara yang sedang ibadah haji. 

Sebelum era internet, kita bisa saksikan siaran langsung wukuf si Arafah melalui televisi. Bagaimana suasana wukuf bisa dirasakan juga oleh masyarakat yang belum berkesempatan berangkat. Hal ini sekarang bukanlah hambatan, Sekarang berkirim kabar bisa menggunakan fasilitas smartphone yang kita punya, sehingga kabar bisa di terima saat ini juga.

Sekarang era internet lebih dahsyat lagi kecepatan informasi yang di dapat. Dengan berbagai platform kita bisa melihat prosesi ibadah haji di Tanah Haram. Bahkan kita bisa langsung berhubungan dengan saudara yang sedang ibadah di Tanah Haram. Di gengaman tangan kita kerinduan bisa terobati.

Untuk yang belum bisa berangkat haji, ada salah satu situs yang bisa melihat liputan haji  yang berbeda dengan situs lainnya. Kita bisa melihat 360 derajat foto yang terdapat di sana, sehingga kita lebih merasakan aura ibadah saudara kita yang sedang beribadah di tanah haram. Kita bisa melihat langsung suasana ibadah Haji, wukuf di Arafah, lontar jumroh di Mina, semoga hal ini bisa menjadi pelajaran bagi yang belum bisa berangkat haji.

Wukuf 2016
Wukuf di Arafah 2016 (sumber foto Internet)
Ini bisa mendekatkan kerinduan kita kepada Baitullah. Seperti foto di atas puncak wukuf kemarin di Arafah sudah bisa kita lihat secara langsung. Merinding melihat foto di atas, semua ummat Islam dari seluruh pelosok negeri berkumpul di satu tempat dengan pakaian yang sama tidak ada perbedaan sama sekali.

Semoga kerinduan kita terhadap tanah haram bisa terorbati dengan melihat liputan liputan haji ini. Tahun ini berqurban di tanah air,.mudah-mudahan tahun depan bisa ibadah di tanah haram.

Haji itu merupakan panggilan Allah bukan masalah rupiah. Sudah layakkah kita di panggil ke Baitullah. Semoga kita layak menjadi tamu tamu Allah di tahun depan.
Jakarta, September 2016

Kang Dudi

Rayakan Ulang Tahun Sang Legenda,  Konser Perayaan Karya Iwan Fals digelar XL dan Yonder Music

Setiap tanggal 3 September banyak sekali orang yang memberikan ucapan dari pagi sampai malam, sehingga membuat saya ingin silaturahim dengan semua teman, kerabat dan pengemar. Gayungpun bersambut dari Yonder Music dan XL mengelar konser perayaan Karya Iwan Fals pada hari Sabtu (3/9) di Pantai Karnaval Ancol Jakarta Utara. Jadi tahun ini saya bisa membalas semua ucapan dalam satu kesempatan konser nanti, ini sangat membahagiakan saya, ujar Iwan Fals.
Hari ini (2/9) dilaksanakan konferesi Press di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat, hadir dari pihak XL, Yonder Music dan Iwan Fals.

Bang Iwan mengatakan ini merupakan kado terindah yang pernah didapatkan selama hidupnya. Saya bisa menyambung hubungan antar manusia ketika berinteraksi. Dan semoga bisa menghasilkan karya musik yang bermanfaat bagi negeri ini. Di konser ini ada.

Panitia menyediakan kurang lebih 40.000 tiket untuk konser besok, dalam 5 hari terjual 20.000 tiket konser. 20.000 tiket lainnya untuk customer yang sudah berlanganan XTra Combo dan Hotrod, menurut Bp Joseph Lumban Gao Chief Digital Service XL di Grand Mercure Kemayoran.

Adam Kidron selaku CEO Yonder Music mengatakan bahwa Konser Perayaan Karya Iwan Fals akan menjadi konser termegah bagi sang legenda musik terbaik Indonesia pada tahun ini. Dalam konser ini, Bang Iwan Fals akan menampilkan penampilan terbaiknya untuk menghibur para penggemar dari berbagai lintas generasi. Konser ini memiliki alur cerita rekam jejak dari kehidupan karir sang legenda yang tentunya selalu menarik diikuti oleh para pecinta musik di seluruh tanah air.

Besok malam akan menjadi spesial dengan salah satu lagu yang akan di remix ulang khusus buat Yonder Music. Akan banyak kejutan yang disuguhkan besok malam dalam konser perayaan Karya Iwan Fals.

Sekitar 20 lagu akan dibawakan dalam konser besok dan akan ada bintang tamu Andien dan Rosa di salah satu lagu. Jadi yang penasaran, besok langsung datang ke Ancol. Cus….

Yuk lihat Jumpa pers ya tanggal 2 kemarin di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta pusat.

Jakarta, 2 Agustus 2016
@kangdudi_

Motor Klasik Tidak Pernah Mati

Royal Enfield
Royal Enfield

Jumat (12/8) di Jalan Pejaten Barat no 5 showroom Royal Enfield Exclusive Store. Dan ternyata selain dari motor, asesoris yang terkait dengan motor ada di sini. Royal Enfield baru memasuki pasar Indonesia kira kira setahun yang dengan membawa konsep Leisure Motorcycling. Terus terang baru tahu Royal Enfield (RE), padahal  produk ini hadir di dunia mulai tahin 1901. Jadi sudah 115 tahun hadir di dunia dengan desain motor yang tidak banyak berubah, mempertahankan motor klasik. Bahkan dalam perang dunia, motor RE ini juga ikut berperan. Yang menarik penjelasan dari Ade S Putra (Managing Director Of Motorcycle), di dunia motor RE brand motor tertua yang masih berproduksi terus sampai hari ini dengan mempertahankan model yang klasik.

Dalam perjalanannya RE, tidak hanya menjual motor saja, namun menjual Gaya Hidup bermotor yang santai atau Leisure Motorcycling. Samrat Som (Head – Gear Business Royal Enfield) menyebutkan dengan semakin banyak orang naik motor, maka kebutuhan akan gear dan asesoris pendukung yang berkualitas sangat dibutuhkan. Bermotor santai namun masalah keamanan harus tetap nomor satu. Seperti Helm dan Jaket menjadi salah satu asesoris untuk berkendaraaan motor.

Bahkan untuk menguji motor dan asesorisnya pernah touring sampai ketinggian maksimal kendaraan beemotor bisa sampai pegunungan Himalaya. Diharapkan dengan mengunakan asesoris RE ini, kadar kegantengan akan naik selain masalah keamanan yang terjaga kwalitasnya.

Datang ke showroomnya tidak seperti ke perusahaan otomotif, seperti datang ke toko asesoris motor. Produk dari ujung kaki sampai ujung kepala yang berkualitas hadir menemani RE.

Tiap bulan April RE mengadakan touring dengan peserta dari berbagai belahan dunia. Jalur Himalaya salah satu yang pernah di coba oleh para Rider dari seluruh dunia ini. Produk yang sangat legendaria dari RE ini adalah Bullet Classic The Rumbler dengan mesin 350cc dan Continental GT Cafe Racer dengan 535cc. Produk ini sangat di terima oleh pasar Indonesia, selain produk berkwalitas harga juga sangat bersaing dengan produk sejenis. Untuk type yang termurah di bandrol 60 juta saja untuk bisa menikmati Rider dengan motor Royal Enfield ini. Jadi nunggu apalagi? Kalau ga sabar ingin coba datang saja ke showroom di Pejaten dan rasakan sensasinya. Dan akan ada type motor bbaru yaitu Himalayan dengan mesin LS410cc terbaru.

Yuk greeeeeeeng greeeeeeeng, yang mau coba gimana enaknya motor Royal Enfield, silahkan bisa langsung mencobanya dengan alamat :

PT Distributor Motor Indonesia

Royal Enfiled Authorized Dealer
Jl. Pejaten Barat No 5, Jakarta 12510, Indonesia
Telephone +6221 71795082/83/84
http://www.royalenfield.com/id
Jakarta, 18 Agustus 2016
Kang Dudi