Pais Lauk Ma Enin

Beberapa hari belakangan ini dunia maya diramaikan dengan Gordon Ramsay yang liputan dan belajar masak Rendang di. Sumatra Barat.

Cuma saya bukan mau ngomongin Rendang, tapi masih tentang kuliner Indonesia juga yang berada di Provinsi Jawa Barat. Pais Lauk atau lebih di kenal Pepes Ikan dalam bahasa Indonesia.

Menurut sayah masakan ini sangat khas sekali dengan berbagai macam rempah membuat bumbu meresap ke dalam ikan.

Di era sekarang dengan ekspedisi yang beragam dan bisa menjangkau antar kota dalam hitungan jam. Pola jualan juga berubah, tidak perlu ada toko secara fisik cukup online saja bisa menjangkau berbagai kota.

Seperti Pais Lauk Mas Ma Enin ini saya pesan dari Bandung, menjelang magrib sudah sampai Jakarta dengan aman sentosa. Dan tinggal panaskan saja bisa langsung dinikmati bersama keluarga.

Dalam satu kemasan terdapat dua ikan mas, kurang lebih seberat 400 gr sudah bersama rempah yang melimpah. Jadi lebih dari cukup untuk dinikmati berdua bersama pasangan hidup. Kalau sama anak mah harus order lebih dari satu donk.

Resep pais ini merupakan warisan dari orang tua sang pemilik bisnis. Sudah pasti ini menjadi salah satu masakan otentik khas Jawa Barat yang mulai berkurang peminatnya tidak seperti rendang yang mendunia.

Mudah mudahan Pais Lauk ini juga menjadi salah satu makanan yang digemari oleh semua kalangan, tidak hanya kaum kolonial saja. Generasi milienialpun bisa menyukainya. Bahkan Gordon Ramsay akan berguru juga untuk membuat pais lauk.

Nu pasti mah ponyo pisan lur, mangga we langsung order ka IG na

Menjelajah Rasa Bersama Fleudelys Catering

Hari Jumat (28/2) saya di undang ke Launching Fleudelys Catering di Grand Slipi Tower. Walaupun baru Launching tahun 2020 ternyata Fleudelys bukan brand baru, dari tahun 2017 sudah membuka Outlet Fleudelys Cafe di bilangan Kota Wisata Cibubur. Dan terus mengembangkan sayap membuka cabang di Bandara Soekarno Hatta. Jadi sebenarnya sudah berjalan lama, namun sekarang menambah layanan catering service.

Saat ini bisnis kuliner itu sesuatu yang sangat menarik minat untuk dijalani. Karena semua orang membutuhkan makanan, jadi peluangnya masih sangat besar untuk bisa berkembang dengan baik. Terbukti dengan perjalanan Fleudelys ini tahun 2020 menjadi salah satu Catering Provider yang bisa bersaing di tengah hiruk pikuknya bisnis kuliner.

Banyak orang bilang jika bisnis kuliner itu rasa adalah yang utama. Jika lidah konsumen sudah kena tinggal nunggu banjir order aja. Nah karena rasa ini, malam ini Fleudelys mengusung tema menjelajah rasa. Undangan diharapkan bisa mencicipi langsung beberapa menu andalan dari Fleudelys ini. Baik ini menu Nusantara, Asia dan Barat, semua tersaji dalam konsep festival jelajah rasa.

Dalam sambutannya Bapak Anang Sanjaya Direktur Utama Fleudelys Catering memaparkan bahwa hadirnya Fleudelys Catering dapat mewarnai bisnis catering di Indonesia, sesuai dengan visi Fleudelys Catering menjadikan bisnis catering yang terpercaya untuk menghasilkan kepuasan rasa bagi konsumen. Dengan meningkatkan profesionalisme, produktifitas dan efisiensi untuk mencapai kepuasan pelanggan.

Selepas acara seremonial launching Fleudelys Catering, para tamu undangan, blogger dan media di ajak untuk dapat mencicip cita rasa hasil olahan Fleudelys dengan konsep Food Festival.

Dan saya pun mencoba beberapa menu yang dihadirkan oleh Fleudelys ini. Yang pertama saya icip adalah Tekwan, menu nusantara dari daerah Palembang ini sangat segar terlebih saat perut sedang kosong. Panasnya sangat pas banget sajian Tekwan ini.

Antrian menu Steak

Saya tidak sempat mencicipi semua masakan yang disajikan karena kapasitas perut saya sangat terbatas sekali. Untuk menu Barat, saya cicipin Steak dan Pasta. Antrian untuk mencicipi steak ini sangat panjang sekali, mungkin ini salah satu menu favorit dari Fleudelys. Rasanya tidak sabar untuk segera mencicip steak ini, dan ternyata dagingnya sangat empuk sekali dan sangat juicy rasa dagingnya. Dan menurut saya steaknya sangat juara banget deh ih.

Namun yang menarik perhatian saya adalah stand Menu Nusantara Nasi Liwet dengan segala pernak pernik yang sangat menarik perhatian mata. Saya juga tidak mau melewati menu ini, tentu mencoba dan rasanya sangat enak terutama kereceknya pedes banget. Karena ada ranjau ranjau yang membuat pedas.

Banyak lagi yang belum saya sempat cicipin malam itu, karena terbatasnya perut saya. Namun secara global masakan nusantara, asia dan barat sangat enak pake banget. Jadi bila ada yang punya agenda pertemuan keluarga, arisan atau menikah bisa menggunakan jasa Fleudelys Catering ini. Jangan ragu lagi, karena saya telah menjelajah rasa Fleudelys ini di hari Launchingnya.

Semoga kehadiran Fleudelys ini bisa memberikan pelayanan terbaik serta memanjakan rasa dari setiap konsumen setianya. Menjaga kebersihan dan kwalitas akan menjadi kelebihan dari Fleudelys Catering.

Nopia Cemilan Khas Banyumas

http://www.gandjelrel.com/2017/02/blogging-competition-jepret-kuliner-nusantara-dengan-smartphone.html?m=1

Indonesia sangat kaya dengan berbagai hal, salah satu menjadi daya tarik adalah kuliner Indonesia. Tiap daerah mempunyai makanan khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Cemilan juga mempunyai kekhasan yang dipunyai, seperti Nopia cemilan khas Banyumas. Nopia ini sangat berbeda dengan Bakpia dari Yogyakarta. Saya ingin berbagi tentang Nopia ini untuk memeriahkan ulang tahun komunitas Gandjelrel.

Proses motret menggunakan Asus Zenfone 5 (photo Kang Dudi)

Hal yang pertama membedakan adalah Nopia ini mempunyai permukaan yang keras, tetapi memiliki isi yang sangat lunak. Makanan khas ini sangat digemari oleh masyarakat di Banyumas. Seperti mempunyai sensasi sendiri menikmati makanan yang keras di luar dan kenyal isinya. Cemilan ini sangat cocok menjadi teman ngopi tanpa gula. 

Nopia
Nopia Banyumas teman Ngopi (photo Kang Dudi)

Tahun 1880 Nopia mulai dikenalkan di masyarakat Banyumas oleh keluarga Tionghoa. Kemudian industri pembuatan Nopia menjadi menyebar di beberapa desa di kawasan kota lama Banyumas. Cemilan ini menjadikan salah satu makanan khas Banyumas. Saat sekarang masih bisa ditemui pembuat Nopia di desa Sudagaran, Pakunden dan Kalisube di Kecamatan Banyumas. Hal yang utama adalah mengeliat kegiatan ekonomi di daerah ini, sehingga meningkatkan penghasilan masyarakat sekitarnya.


Untuk memanggang Nopia ini digunakan tungku tradisional yang menyerupai sumur dangkal. Hal ini tetap dipertahankan sampai sekarang, selain mempertahankan rasa juga bisa mwnjadi daya tarik untuk para wisatawan melihat secara langsung pembuatan nopia ini. Dan ini merupakan keunikan dari Nopia ini yang harus dikenalkan kepada para wisatawan. Dan cemilan ini di makan langsung setelah di angkat dari tungku akan menjadi sensasi tersendiri.


Jadi keunikan dalam proses memasak Nopia ini bisa menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan yang datang. Tidak sekedar merasakan cemilan namun merasakan bagaimana proses membuatnya.

Sekarang Nopia ini sudah berkembang menjadi beberapa varian isinya karena permintaan konsumen. Namun di awal pembuatan Nopia hanya ada satu varian, yaitu Rasa Bawang Merah Goreng atau lebih di kenal Brambang Goreng.

Nopia ternyata mempunyai nama lain, karena luarnya sangat keras seperti kulit telur, maka punya nama lain Ndog Gludhug atau Telur Halilintar. Ukuran Nopia ini macam macam, yang ukuran besar di Sebut Nopia Gajah kalau Nopia kecil di sebut Mini Nopia (Mino).

Itu cerita tentang Nopia, sekarang saatnya untuk memperkenal Nopia ke Masyarakat lebih luas lagi. Saya akan foto dengan menggunakan Asus Zenfone 5. Biar lebih bagus fotonya saya coba eksplor menggunakan fasiktaa yang ada di HP yaitu PixelMaster Camera. Sekarang tidak perlu dengan kamera mahal untuk sekedar berbagi di dunia maya.

Fasilitas yang ada di handphone sudah lebih dari cukup untuk berbagi di sosial media. Jadi jangan khawatir lagi dengan kwalitas foto dari hp.

Artikel ini diikutsertakan pada Blogging Competition Jepret Kuliner Nusantara dengan Smartphone yang diselenggarakan oleh Gandjel Rel.

Jakarta, 2 Maret 2017

Kang Dudi