Germas Pas, Aplikasi berbasis Android

Angka Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan di Indonesia cukup tinggi. Keracunan ini pada terjadi pada olahan makanan dan jajanan anak. Dengan banyak kejadian luar biasa ini, tentu menjadi khawatir jika akan membeli makanan. Secara definisi KLB keracunan apabila satu kejadian terdapat dua orang atau lebih yang memakan makanan yang sama, kemudian sakit dan gejalanya sama pula. Kebanyakan pada kasus ini terjadi jika ada acara bancakan atau pesta-pesta adat. Ternyata pada tahun 2018 telah ditemui kasus keracunan terbesar yaitu di rumah tangga. Hal ini dikarenakan proses memasak yang tidak benar dan bahan makanannya tidak hygienies.

Keracunan itu sendiri bermula dari adanya bakteri yang terdapat di lingkungan kita dan terkontaminasi dengan makanan. Biasanya makanan yang sudah basi dan dipanaskan, akan lebih cepat terkontaminasi. Oleh sebab itu harus ada sebuah aktivitas yang memantau agar kejadian luar biasa tersebut tidak terulang lagi. Melihat fenomena tersebut, Kementrian Kesehatan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android.

Aplikasi yang bernama #GermasPAS ini dapat di install di play store dan gratis. Aplikasi berbasis android ini bertujuan untuk melihat tempat makan di sekitar kita yang laik sehat. Ini sangat memudahkan kita untuk mendapat tempat makan yang sudah mendapat sertifikat laik sehat.

Pada hari selasa (17/9) saya menghadiri sosialisasi aplikasi germas pas bersama dengan teman teman dari Bloggercrony Communnity di Hotel Holiday Inn Gadjah Mada Jakarta. Keamanan pangan itu di mulai dari proses pembuatannya higienis. Jika proses ini sudah laik sehat, insya Allah pangan akan lebih aman.

Dalam kesempatan itu hadir pula Dirjen Kementrian Kesehatan dr. Kirana Pritasari. Beliau mengatakan, bahwa sudah waktunya masyarakat mengetahui tempat makan atau restaurant yang aman dan sehat. Menjamurnya tempat-tempat makan membuat masyarakat kalap dan bingung mau makan di mana. Alih-alih malah biasanya sedapetnya saja yang penting kenyang. Mereka tidak cek dan ricek lagi, apakah tempat makan yang dikunjunginya itu sudah aman dan sehat belum?

Aplikasi ini sangat mudah dioperasikan, bahkan oleh orang yang awam terhadap gawai sekalipun. Awal buka aplikasi ini kita bisa melihat menu utama yang terdiri dari beberapa fitur. Fitur yang coba saya buka yaitu fitur kategori, peta lokasi dan pencarian TPM terdekat. Nah, fitur yang dipakai adalah Pencarian TPM terdekat. Jadi kalau kita mau makan kita bisa lihat tempat makan yang sudah bersertifikasi. Dengan kata lain, tempat makan tersebut sudah laik buat didatangi. Adapun tujuan dari sosialisasi aplikasi ini yaitu agar masyarakat menjadi lebih sadar akan keamanan dan kesehatan pangan.

Bukankah mengkonsumsi makanan yang sehat itu akan berdampak pada tubuh yang sehat? Jadi, tunggu apalagi segera install aplikasi GermasPAS dan manfaatkan informasi tentang makanan sehat.

Sudah saatnya kita lebih sadar tentang makanan yang aman dan sehat. Karena salah makan bisa berakibat buruk seperti kasus keracunan di atas. Ayo kita pilih makanan yang aman dan sehat!

Saya sudah install Germas Pas, kamu kapan?

Mengenal Talasemia

Ada yang tahu apa itu talasemia? Talasemia adalah satu penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan oleh kedua orang tua kepada anak dan keturunannya. Salah satu penyebabnya adalah berkurang atau tidak terbentuknya hemoglobin manusia, sehingga mengakibatkan sel darah manusia mudah pecah dan mengakibatkan kurang darah atau anemia.

Apa saja yang perlu kita ketahui tentang penyakit talasemia. Saya berkesempatan ikut peringatan Hari Talasemia Sedunia di Kementrian Kesehatan RI pada hari Senin 20 Mei 2019. Namun sebenarnya hari Talasemia jatuhnya pada tanggal 8 Mei, peringatanya saja yang mundur. Banyak sekali informasi yang di dapat dari acara ini.

Sebelum mulai acara, ada skrining pemeriksaan darah untuk melihat apakah darah kita pembawa sifat atau tidak. Karena Talasemia ini memang penyakit yang diturunkan melalui genetik, sehingga perlu ada skrining khusus terhadap darah. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya penyalit talasemia ini. Karena dengan skrining ini talasemia bisa diketahui, terutama kepada yang ada keturunan atau riwayat keluarga. Ini adalah salah satu bentuk pencegahan secara dini. Jadi jika ada keluarga yang sakit talasemia, lebih baik skrining daei awal untuk mengetahui ada pembawa sifat tidak di dalam darah kita. Karena penyakit ini bersifat genetik, jadi perlu skrining.

Untuk mengetahui ciri ciri seseorang kena talasemia, ada beberapa tanda yang harus diwaspadai.

1. Memiliki penyakit riwayat keluarga yang anemia atau pasien talasemia.

2. Pucat dan lemas

3. Riwayat transfusi berulang

4. Pemeriksaan darah, Hematologi lengkap dan analisa Hb

Jika keluarga punya riwayat penyakit talasemia sebaiknya melakukan skrining lebih awal sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal. Kalau bisa sebelum menikah dilakukan skrining ini, karena bisa di lihat ssbagai pembawa sifat atau ada talasemia.

Bapak Dona Rifana sedang berbagi pengalaman kepada para peserta (Dok Blogger Crony)

Bapak Dona Rifana seorang Talasemia Survivor membagikan pengalaman kepada peserta seminar. Beliau sudah diketahui talasemia dari usia 4 tahun, bagaimana suka dan duka menjalani sebagai survivor. Diharapakn dari acara ini bakal tumbuh pengetahuan tentang talasemia di masyarakat lebih luas lagi.

Secara klinis talasemia ini di bagi menjadi 3 , yaitu :

1. Talasemia Mayor, pasien yang memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidup.

2. Talasemia Intermedia, pasien memerlukan transfusi darah namun tidak rutin.

3. Talasemia Minor/Pembawa sifat, secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak membutuhkan transfusi darah.

Talasemia Mayor belum dapat disembuhkan penyakit ini, pengobatan satu satunya adalah transfusi darah secata rutin ditambah dengan obat.

Jadi skrining itu merupakan pencegahan dini untuk talasemia. Mencegah lebih baik dari pengobatan

Silent Killer Itu Bernama Hipertensi

Tahukah hari ini 17 Mei itu sebagai Hari Hipertensi Sedunia?

Kalau belum tahu sekarang saatnya tahu dan aware tentang Hipertensi ini. Karena biasanya gejalanya itu kadang tidak terlihat sehingga banyak yang abai dengan penyakit ini.

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan mengukur tensi darah, “Check Your Number” dengan mengetahui tensi darah maka kita akan tahu kondisi kita. Sehingga jika terjadi tensi tinggi bisa diantisipasi lebih awal. Dengan mengecek tensi dan mengenali berapa ukuran ini menjadi salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengenali gejala hipertensi.

Sumber BloggerCrony

Hipertensi itu merupakan salah satu penyebab rusaknya organ yang mempunyai pembuluh darah. Jadi yang rusak adalah pembuluh darah, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit lain. Bahkan di berbagai negara penyakit ini menjadi “Silent Killer” ujar Dr Tunggul D Situmorang dalam seminar tentang Hipertensi di Kemenkes pada hari Jumat 20 Mei 2019.

Dr Cut Putri Arianie MHKes ( sumber BloggerCrony)

Selain itu juga Dr Cut Putri Arianie MHKes, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa Hipertensi itu merupakan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular. Diharapkan masyarakat bisa aware dengan hal ini, dengan gerakan Cerdik. Dan hal pertama adalah Know Your Number.

Apa itu Cerdik ?

Cek Kondisi Kesehatan Secara Berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori berimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

Dengan kita mengenali berapa angka tensi ini salah satu cara untuk mengetahui gejala awal hipertensi dan ini meeupakan bagian dari CERDIK yang pertama. Dengan berprilaku cerdik dalam mengatasi Penyakit Tidak Menular.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukan sekitar 1,13 Milyar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya bahwa 1 dari 3 ornag di dunia terdiagnosis hipertensi. Dan data ini diperkirakan naik terus dari tahun ke tahun, prediksi 1,5 Milyar di tahun 2025.

Data dari BPJS kesehatan, bahwa biaya pelayanan kesehatan hipertensi juga meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 2,8 Triliyun dan tahun 2018 sebesar 3 Triliyun.

Melihat data data di atas memang besar biaya pengelolaan hipertensi ini, namun bisa di kelola dengan pola Cerdik. Jadi kita bisa mengelola dengan merubah pola hidup menjadi lebih baik.

Ayo kita kenali berapa tensi darah kita dan lakukan akvitas fisik yang cukup untuk menghindari hipertensi.