Sahur Di Akhir Waktu adalah keberkahan

وَبِٱلْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ : Wa bil-as-ḥāri hum yastagfirụn Terjemah Arti: Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. Surat 51 ayat 18

Waktu antara Malam dan menjelang fajar adalah waktu yang sangat mustajab untuk memohon ampunan kepada Allah SWT sesuai dalam al Qurannyang dikutip di awal tulisan ini Surat Azzariat ayat 18. Ini adalah waktu yang sangat. Di saat ini semua permohonan dan keinginan akan di ijabah. Inilah waktu yang harus kita perhatikan untuk memohon ampun kepada Allah.

Tidak banyak hanya kurang lebih 15 menit menjelang fajar. Inilah saat yang harus kita fokus untuk terus istigfar.

Masih ada kesempatan untuk meraih ampunan di saat akhir menjelang adzan subuh. Namun tidak mudah untuk fokus, selalu saja banyak cobaan untuk meluangkan waktu di saat ini.

Yuk manteman setelah sahur kita fokuskkan untuk istigfar memohon ampun atas semua perilaku kita selama ini.

Astagfirullah hal Azziem

Kiprah Amilia Agustin, Tentang Menyelamatkan Bumi

Selain roadshow ke Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati pada hari Sabtu (7/12). Saya mengenal satu sosok yang sangat inspiratif. Salah seorang penerima SATU Indonesia Award tahun 2010, yaitu Amilia Agustin. Saya penasaran bagaimana kisahnya hingga dia bisa mendapatkan SATU Indonesia Award dengan usia paling muda yaitu 14 tahun. Pada saat duduk di bangku SMP menerima penghargaan SATU Indonesia Award. Dan merupakan penerima Award yang termuda sampai saat ini.

Di depan Blogger dan media Amilia Agustin menceritakan di bagaimana prosesnya bisa terpilih sebagai salah satu penerima SATU Indonesia Award di tahun 2010. Saya sungguh malu jika membayangkan saat usia 14 tahun belun memikirkan kontribusi apa apa. Namun bangga juga bisa mengenal sosok yang luar biasa di usia remaja. Seorang remaja pelajar Sekolah Menengah Pertama menerima penghargaan tingkat Nasional, pasti seorang yang hebat.

Dulu waktu SMP pemalu, untuk bericara di depan umum kata Amilia Agustin, sekarang sudah terbiasa berbicara di depan umum. Untuk kampanye awalan masih menggunakan media wayang karena belum percaya diri untuk berbicara di depan umum.

Ami demikian sapaan akrab gadis berkerudung ini, memaparkan bagaimana proses seorang anak 14 tahun menjadi kandidat penerima SATU Indonesia Award pada tahun 2010. Prestasi yang didapatkan dalam bidang Lingkugan Hidup.

Ami kecil sering diajak ibunya ke Perpustakaan Daerah. Dari sinilah wawasan mulai bertambah karena bacaan bacaan di Perpustakaan itu. Rasa keingintahuan yang besar ini sebagai modal.

Bagaimana awalnya bisa berkontribusi untuk lingkungan hidup, Ami menceritakan ketika SMP, sedang pelajaran olahraga. Waktu itu lari di sebuah taman dekat sekolah melihat seorang kakek sedang makan siang di sebelah gerobak sampah. Dari episode itu terjadi perenungan yang dalam pada diri Ami.

Sampah begitu banyak di sekitar kakek mungkin salah satunya berasal dari Sekolah Ami. Bagaimana jika kakek itu sakit, mungkin Ami dapat dosa karena membuang sampah sembarangan. Dari kejadian kecil itulah, Ami mulai memikirkan tentang gerakan Lingkungan Hidup dari Bangku SMP.
Kejadian yang ditemui saat olahraga lari itu diceritakannya kepada guru pembimbing KIR yang ada di sekolahnya. Sejak saat itu, ia mulai berdiskusi kira kira apa yang bisa dikerjakan oleh anak SMP. Saat itu kampanye Zero Waste belum populer di kalangan millenial.

Atas saran guru pembimbing KIR untuk belajar ke Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) yang bergerak di bidang pengomposan dan pemilihan sampah. Dan dari sinilah Ami mulai belajar tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik. Upaya itu dimulai pada tahun 2008 dengan menggunakan kardus untuk memisahkan sampah organik dan anorganik di tiap kelas. Langkah awal tidak mulus, bahkan penuh dengan rintangan. Bukan pujian yang di dapat namun hinaan dan cemooh. Bahkan guru juga mempermasalahkan karus yang dipakai sebagai tempat sampah. Namun ini tidak menyurutkan langkah Ami dan teman teman untuk terus bergerak. Dengan adanya pengalaman pahit yang dihadapi Ami dan teman teman, menyadarkan bahwa kampanye pemilahan sampah ini tidak mudah jika dilakukan sendiri. Sehingga timbul ide mengkampanyekan tentang pemilahan sampah melalui Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolahnya. Ide itu terus bergulir bersama teman temannya. Waktu itu kampanye pertama kali menggunakan media wayang, karena Ami belum berani ngomong di depan umum. Sambil mengenang mengawali program ini.

Untuk memperkuat gerakannya Ami dan teman teman sepakat untuk membuat subdivisi baru di ekstrakulikuler KIR khusus tentang pengelolaan sampah di sekolah. Nah “Sekolah Bebas Sampah” atau “Go To Zero Waste School“. Dengan anggota berjumlah 10 orang, sejak saat itu sering diajak Guru Pembimbing untuk mensosialisasikan program ini kemana mana.

Amilia Agustin
Daur ulang sampah plastik

Tidak selesai dengan memilah sampah sekolah saja, Ami terus memikirkan bagaimana mengolah sampah itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pas naik kelas 9 ada seorang teman dari keluarga yang kurang mampu, timbul ide untuk mendaur ulang sampah untuk menjadi sesuatu yang bisa dijual.

Sehingga Ami dan teman teman memberdayakan ibu-ibu untuk membuat tas dari bungkus kopi. langkah itu terus bergulir hingga sekarang. Nah dari gerakan ini Ami mendapat undangan sebagai kandidat penerima SATU Indonesia Award pada tahun 2010 dalam bidang Lingkungan Hidup. Ami tidak mengira bahwa dia menjadi kandidat termuda untuk meraih award ini. Ami menyangka award ini hanya antar sekolah saja, namun ternyata award ini tingkat Nasional. Pengalaman ke Jakarta untuk seleksi lanjutan kandidat penerima award ini mempunyai pengalaman yang tidak pernah terlupakan Ami.

Itulah sekelumit cerita tentang peraih SATU Indonesia Award termuda dalam Lingkungan Hidup. Dan sekarang Ami sudah berusia 23 tahun dan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra di Bidang CSR.

Selepas SMP terus bergerak untuk mengkampanyekan Lingkungan hidup. Tidak berhenti setelah mendapat award, namun menjadi pemicu semangat bergerak. Semoga semangat Ami ini bisa menjadi inspirasi bagi semua orang. Usia 14 tahun Ami sudah mulai bergerak untuk Lingkungan Hidup, kamu kapan?

Membangun Rumah Dari Sampah

Pagi itu cuaca begitu segar, tidak sabar saya ingin tahu tentang Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati. Hari Sabtu (7/12) bersama teman Blogger dan Media akan mengeksplor KBA Rawajati di daerah Jakarta Selatan. Rasa penasaran saya begitu kuat tentang KBA Rawajati ini. Berangkat dari rumah dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Apakah teman teman ada yang seperti saya? Ikuti aja cerita saya semoga terjawab ya

Memasuki Kampung Rawajati tergolong sejuk dengan pepohonan yang rindang menaungi sepanjang jalan di daerah ini. Yang menarik perhatian saya di kampung ini adalah Bank Sampah Rawajati. Nama Bank Sampahnya sesuai dengan lokasi yang berada di Kampung Zeni AD Rawajati. Sampah identik dengan bau, nah di Bank Sampah Rawajati ini tidak tercium bau yang tidak sedap seperti pada pembuangan sampah pada umumnya. Dan lokasi ini sangat rapih dan bersih jauh dari kesan kotor dan kumuh.

Berawal dari tahun 2002 memulai daur ulang sampah yang berada di lingkungan sekitar RW 03 ini. Langkah kecil ini terus berjalan sedikit demi sedikit, sampai pada tahun 2007 mendapat bantuan dari Dinas PU DKI Jakarta mesin pencacah sampah, mesin pengayak dan pembersih plastik. Dari gerakan kecil ini terus bergulir menjadi besar dan mendapatkan bantuan dari CSR Astra dan dijadikan kampung binaan dengan nama Kampung Berseri Astra Rawajati.

Saat memasuki komplek Bank Sampah Rawajati, akan terlihat mesin pencacah sampah organik di bagian depan Bank Sampah. Di sebelah mesin pencacah terdapat ruangan sampah anorganik seperti botol, kertas dan sampah lainnya yang ditumpuk untuk dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Dan di sebelah sampah anorganik terdapat Kantor Pengelola Bank Sampah.

Saya tertarik dengan bagian sampah anorganik ini. Saya melihat seorang pengelola Bank Sampah bernama Pak Indra sedang memilah sampah botol, lebih tepatnya membuang brand kemasan botol. Karena brand kemasan ini merupakan sampah yang tidak dapat diurai atau didaur ulang, ini hanya residu saja ujar Pak Indra. Residu ini merupakan sampah sebenarnya.

Berbekal rasa penasaran yang begitu besar, maka saya banyak ngobrol dengan Pak Indra. Beliau sudah setahun bekerja sebagai pengelola Bank Sampah, sebelum bekerja di sini sebagai seniman. Di sela kesibukan memilah sampah, beliau juga masih sempat membuat karya dari sampah yang masuk ke Bank Sampah untuk dijadikan karya seni atau kerajinan yang produktif

Sekarang nasabah Bank Sampah sudah banyak, tidak hanya dari lingkungan RW 03 saja. Ada dari Kalibata City, Condet, Depok dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebut satu persatu. Untuk memudahkan nasabah ada layanan ambil sampah untuk lingkungan sekitar RW 03. Jadi yang tidak sempat kirim bisa di ambil. Untuk nasabah aktif akan diberikan kantong sampah untuk setor tabungan. Untuk yang jauh bisa di kirim melalui ekspedisi. Jadi banyak cara untuk bisa menabung di Bank Sampah ini.

Mungkin di antara pembaca blog ini bertanya dengan judul “Membangun Rumah Dari Sampah”. Bener sampah bisa menjadi jalan membangun rumah? Judul ini bukan click bait lho

Karena sudah ada nasabah Bank Sampah Rawajati ini yang membangun rumah dari hasil menabung di Bank Sampah selama 5 tahun. Saya yang mendengar langsung cerita ini dari Pak Indra hanya bisa termangu. Masih belum percaya membangun rumah dari nabung sampah.

Saya cubit tangan saya untuk membuktikan saya bukan mimpi. Ternyata jika menjalani dengan serius akan membuahkan hasil. Sampah yang kita anggap sebagai kotoran ternyata bisa menghasilkan. Jadi jangan anggap remeh sampah mulai sekarang, pilah dan produktifkan.

Bank Sampah Rawajati bisa seperti sekarang karena konsisten mengedukasi masyarakat. Menurut saya ini prestasi yang luar biasa dari bank Sampah ini. Sehingga banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Dengan terus tumbuh dan berkembang Bank Sampah Rawajati bisa lebih memberikan manfaat yang lebih besar kepada warga sekitar pada khususnya dan warga Jakarta pada umumnya. Terutama untuk nasabah aktif dari Bank Sampah Rawajati.

Nah ini cerita singkat saya tentang Bank Sampah Rawajati, semoga bisa memberikan inspirasi kepada kita. Sampah jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Saya berharap Bank Sampah Rawajati bisa terus menebar inspirasi kepada semua orang. Dan sampah tidak hanya dibuang tapi dikelola dengan baik.

Yuk kita kelola sampah kita

Mulai dari kita

Mulai dari yang kecil

Mulai sekarang juga

Ambeh Teu Pareum Obor

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Keluarga memang menjadi satu harta yang paling berharga. Karena keseharian kita senantiasa bersama keluarga. Walau kita mempunyai ruang ketiga dalam beraktivitas, kembalinya pasti kepada keluarga.

Terkadang dengan sibuknya kita di ruang ketiga ini kita lupa akan keluarga besar. Keluarga besar ini memang bisa tersebar di seantero negeri bahkan di luar negeri. Sehingga kita kurang mengenal saudara kita, kakek, paman, uwak dan lain lain.

Akhir tahun itu identik dengan liburan, karena ada momen liburan anak sekolah dan libur nasional, sehingga waktu kumpul bersama keluarga lebih intensif lagi.

Keluarga Besar Natasetia mempunyai cara khas untuk mempererat silaturahim. Tiap akhir tahun kumpul di satu tempat untuk beraktivitas bersama, tahun ini sudah memasuki tahun ke tujuh.

Tiap tahun panitia berganti, dan ini momen yang sangat di tunggu oleh keluarga Besar Natasetia. Karena jumlah keluarga sudah ratusan orang, jadi mungkin jika tidak ada acara tahunan ini, kurang mengenal satu sama lainnya.

Tahun ini kebagian Keluarga Cijagra untuk menjadi sohibul bait, bertempat di Ciloto.

FGNS :
1. 2013 Ciloto / Keluarga Cijagra
2. 2014 Situ Gunung /Keluarga Sukabumi
3. 2015 Papandayan/Keluarga Nusa Indah
4. 2016 lembang / Keluarga Lembang
5. 2017 Dago Pakar/Keluarga Dago
6. 2018 Jatinangor/Keluarga Sukabumi
7. 2019 Ciloto/ Keluarga Cijagra

Penasaran 2020, kemana lagi kita. Kerenya lagi keluarga ini punya tagline “Wios Da Wargi”

Cag

Hafal Quran Tanpa Menghafal

Menjadi hafidz/ah merupakan impian sebagian besar umat islam. Banyak kendala yang dihadapi untuk proses menghafal Alquran ini. Terlebih sudah mulai menghafal tapi ga hafal hafal, semangat mengendur.

Membaca sebuah pengumuman di WAG tentang pelatihan menghafal quran metode tikrar, hafal tanpa menghafal. Menarok perhatian saya, tergerak untuk ikut pelatihan ini.

Minggu (22/12) alhamdulillah saya bisa meringankan langkah menuju masjid At Taibin di bilanfan Senen. Untuk bisa menyerap ilmu tentan metode Tikrar ini.

Sebelum di mulai, kami diberikan wawasan bahwa menghafal Quran itu mudah. Ini hal pertama yang harus kita punyai, Kita pasti bisa menghafal dengan mudah. Tidak ada kata tapi, namun dan lain lain.

Ingat ya MUDAH ………

Insya Allah jika kita mempunyai pemahaman seperti ini akan lebih ringan dalam menjalankan proses berinteraksi dengan Al Qur’an.

Setelah kita merasa mudah untuk menghafal, sediakan waktu khusus berinteraksi dengan Alquran minimal 30 menit dalam sehari. Ini dua modal dasar yang harus di punyai jika memiliki keinginan untuk bisa menghafal Al Quran.

Mushaf Tikrar ini sangat membantu sekali terhadap proses menghafal kita karena ada catatan yang bisa kita tulis, berapa kali sudah tilawah, dengan ini akan memudahkan kita.

Inti dari Metode Tikrar ini adalah membaca, melihat dan di ulang. Pengulangan sebanyak 40 kali biasanya orang sudah mulai bisa mengingat.

Dan para peserta juga di ajak untuk mencoba metode ini secara Langsung Surat Thoha ayat 13-14 di baca berulang kali sebanyak 40 kali. Alhamdulillah tidak sampai 30 menit sudah selesai membaca dua ayat secara berulang 40 kali. Dan secara random peserta ada yang langsuhg bisa menghafal kedua ayat tadi. Ya ini ynag disebut hafal tanpa menghafal. Tentu senang sekali bisa hafal tanpa menghafal, jika ini terus berulang makan menjadi hagidz/ah bukan ssesuatu yang sulit lagi.

Ada beberapa tips n trik untuk metode ini :

1. Berdoa kepada Allah

2. Tarik nafas mendalam minimla 10 kali

3. Minum air putih, karena bakal baca ayat 40 kali.

4. Istigfar

5. Matikan TV atau HP

Dengan mencoba lima labgkah di atas semoga kita bisa menjadi penghafal kalam ilahi.

Yang belum mempunyai resolusi tahun 2020, bisa jadi menghafal quran menjadi salah satu resolusi yang harus di capai. Bahkan tanpa menghafalpun kita bisa hafal.

Namun jika belum hafal saja, teruslah membaca dan membaca karena di sana sangat banyak kebaikan.

Hafalkan terus mesti tidak hafal hafal, nikmati saja semua proses ini. Belum hafal saja berarti lebih lama dalam kebaikan. Semoga catatan kecil ini bisa menjadikan kita untuk terus bisa berinteraksi dengan Alquran, karena kelak Alquran menjadi teman kita yang abadi di akhirat.

Selamat Me Time

*Dari seorang yang ga hafal hafal.

Viva Talks : Berkarya Itu Hak Semua Orang

Memasuki bulan Desember selalu mengingatkan tentang sosok ibu, kenapa? karena di Bulan ini ada peringatan hari Ibu. Dan Kenapa menjadi istimewa seorang ibu?, Karena dalam ajaran Islam ibu itu menjadi madrasah pertama bagi anaknya. Jadi perannya sangat penting sekali dalam membangun karakter anak.

Namun dalam budaya kita perempuan selalu menjadi sub ordinat laki laki. Sampai Kartini bergerak untuk memajukan kaum perempuan Indonesia. Inilah salah satu tonggak pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bahkan dalam Islam juga setara tidak ada perbedaan, yang membedakan adalah amal sholeh dati masing masing. Sebenarnya laki laki dan perempuan itu setara dalam semua hal. Namun ada 3 kodrat perempuan yang tidak bisa laki laki lakukan.

1. Haid

2. Hamil

3. Menyusui

3 hal itu tidak dapat dilakukan oleh seorang laki laki, hanya perempuan yang bisa. Di luar itu semua sama dalam berkarya.

Menarik sekali memang membicarakan perempuan berdaya. Hari Selasa (3/12) Vivatalks bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengelar diskusi tentang “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” bertempat di Hotel Millenium Jakarta Pusat. Adapun narasumber diskusi ini, sedianya Ibu Mentri akan memberikan keynote speacker, namun karena tugas beliau tidak dapat hadir dan diwakilkan oleh Bapak Hengki. Dr Sri Danti Anwar pakar Gender, Eko Bambang Subiantoro (Polmark), Diajeng Lestari (Founder Hijup) dan di moderatori oleh Anna Thealita (Anchor TV One). Acara Vivatalks ini di buka oleh Bapak Henky Hendranantha
Chief Operating Officer at VIVA Networks.

Apa itu Gender ?

Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Gender tidak sama dengan kodrat.

Jadi sudah paham apa itu gender ya manteman. Intinya sih pembagian peran dalam kehidupan, masing masing akan akan saling mengisi kekurangan sehingga menjadi sempurna.

Yang sangat menarik adalah sesi Perempuan Berdaya di Era Digital dengan menghadirkan Diajeng Lestari salah satu Founder Hijup ecommerce fashion muslimah.

Secara data Indonesia negara muslim terbesar, namun produsen fashion yang target muslim masih belum banyak. Padahal pasar begitu luas banget. Kita masih menjadi konsumen saja belum menjadi produsen. Data yang disodorkan Mbak Diajeng memang nyata, terbayang jika ada satu pengusaha muslimah yang sukses bisa mengaji berapa orang. Indonesia akan lebih berdaya lagi jika perempuan Indonesia bisa membuat usaha rumahan yang bisa di terima oleh masyarkat.

Memang tidak mudah membangun usaha, namun bukan hal yang mustahil juga untuk bisa dilakukan. Contoh sangat nyata adalah Hijup ini berawal dari ruangan 3X3 dengan dua orang karyawan sekarang sudah sangat berkembang sekali. Untuk Fashion muslim sudah menjadi pilihan.

Di era digital ini perempuan bisa lebih leluasa berkarya, bahkan dari rumahpun bisa menghasilkan karya. Dengan memberdayakan perempuan maka ekonomi secara makro juga bisa terangkat, karena penopang ekonomi makro adalah UMKM. Jika roda perekonomian di bawah bergerak maka kesejahteraan masyarakat juga terangkat.

Jadikan momentum hari Ibu ini menjadi sebuah pemacu semangat kaum perempuan untuk bisa lebih berdaya. Karena perempuan berdaya maka Indonesia Maju.

Selamat berkarya perempuan Indonesia.

Cara Lain Mengisi Kemerdekaan Melalui Dunia Visual

Jaman digital sudah tidak bisa dilepaskan lagi dari namanya foto dan video. Bahkan foto dan video bisa menjadi sarana bercerita yang sangat disukai anak milenial.

Hari ini (17/8) sejumlah pengiat street fotografi mendokumentasikan perayaan kemerdekaan dengan cara yang berbeda. Nyetrit selama 17 Jam 8 Menit dan 45 detik di kota Jakarta. Gimana rasanya nyetrit nonstop selama itu? Kalo kepo harus nyobain deh gimana motret nonstop. “Ojo Kakean Cangkem” kalo kata kangmas Didik Alhuda seorang pengiat street fotografi.

Meeting poin pertama di Stasiun Manggarai, dilanjut berjalan menuju daerah Bukit Duri. Merekam kegiatan 17-an di jalan bahkan gang gang sempit Jakarta. Ada sekitar 30 orang yang mengikuti acara ini, jalan iring iringan sambil mendokumentasikan Jakarta.

Dan ternyata hampir setiap daerah yang dilewati banyak sekali lomba 17 Agustusan untuk anak anak ataupun orang dewasa. Masyarakat sangat menikmati perayaan ini dengan cara masing masing. Ada yang di gang, jalan raya atau jalan kecil, semuanya sama tujuannya untuk merayakan kemerdekaan Indonesia yang sudah 74 tahun.

“Bebaskeun” tema yang dipilih untuk kegiatan ini, karena hakekat dari Street Fotografi itu lebih bebas tanpa pakem. Sing penting moto bro…..

Jadi Ojo Kakean Cangkem, cepat ambil kamera dan motret.

Salam Dikit dikit Jepret

17 Agustus 2019

Kang Dudi

Dari Kereta Bongowonto

Apresiasi Satgas Pertamina MOR III

Mudik adalah tradisi tahunan yang ada di Indonesia ini, banyak hal terjadi dalam tradisi mudik. Terutama perpindahan orang secara serentak menuju kampung halaman.

Di balik tradisi ini ada orang orang hebat yang melayani kebutuhan orang mudik ini. Orang orang yang rela bekerja demi kelancaran proses mudik lebaran ini.

Hari ini (25/6) telah dilakukan pemberian apresiasi Satgas Bagi Mitra Pertamina Siaga Pertamina Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat.

Tim satgas ini telah menyelesaikan semua tugasnya pada tanggal 19 Juni kemarin. Untuk Satgas BBM mulai bekerja dari tanggal 6 Mei saat awal ramadhan. Dan satgas BBM mulai bertugas dua pekan sebelum lebaran pada tanggal 21 Mei 2019. Tim ini bertugas siang malam untuk menjaga pasokan BBM dan LPG di masyarakat.

Di balik tugas ini tentu banyak sekali cerita suka dukanya dalam melayani masyarakat. Baik itu Pertamina ataupun mitra Pengusaha SPBU, Polri, Jasa Marga serta layanan bisnis Pertamina Retail dan Patra Niaga.

Dari Polres Subang kemarin AKBP Asep memberikan sedikit pengalaman selama membanyu kelancaran tugas satgas, yaitu ketika sedang pemberlakuan one way, ada salah satu SPBU sedang habis stok BBM. Bagaimana bisa menyebrang truk tangki BBM untuk bisa suplai SPBU yang habis stok. Ini mungkin satu cerita dari beratus bahkan beribu cerita satgas.

Apresiasi ini diberikan kepada mitra yang sudah melaksanakaan tugas yang tidak mudah ini selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Dalam hal ini Pertamina ingin memberikan apresiasi kepada para mitranya. Ini adalah langkah ynag sangat perlu dihargai untuk apresiasi kepada mitra yang melakukan tugas luar biasa. Sudah sepatutnya Pertamina memberikan apresiasi.

Ada enam katagori apresiasi yang diberikan kepada mitra, yaitu

1. Katagori mitra Pertamina Siaga, ynag turut membnatu kelancaran arus mudik. Ini pertama kalinya MOR III memberikan apresiasi kepada mitra bisnis, Pertamina Retail, Patra Niaga, Jasa Marga dan Lintas Marga Sedaya.

2. Katagori Mitra Satgas Pertamina Siaga, yang mendukung kelancaran operasional penyaluran BBM, yaituu dari Kasatlantas Polres Indramayu, Polres Garut, dan Polres Subang serta Hiswana.

3. Katagori SPBU Siaga, yang memberikan dukungan maksimal kepada Pertamina selama masa Satgas yang diberikan kepada 16 SPBU Tol dan non tol.

4. Katagori SPBU Modular dan Kios Pertamina siaga, yang memberikan dukungan penyaluran BBM bagi pemudik ynag tidak ada titik layanan SPBU.

5. Katagori Terminal BBM dan Depot LPG, ynag nonstop melayani 24 jam memenuhi pendistribusian BBM dan LPG di tengah kemacetan dna rekayasa lalu lintas, sehingga harus melakukan strategi alur pendistribusian yang di luar alur biasanya.

6. Katagori Satgas Pertamina Siaga, yang merupakan penghargaan bagi seluruh tim Pertamina yang menjadi satgas selama arus mudik balik, bertugas di lapangan ataupun di posko standby selama 24 Jam dalam 7 hari kerja.

Itulah enam apresiasi yang diberikan kepada para mitra Pertamina MOR III yang telah membantu selama masa tugas Arus mudik dan Balik Lebaran 2019.

Ada yang menarik perhatian saya selama mengikuti acara ini, yaitu adanya Call Center 135 dan SPBU Modular. Dalam tayangan video, ada seorang pemudik yang kehabisan bahan bakar di tol dan menghubungi call center 135. Tidak berapa lama ada petugas datang dengan membawa BBM ke pemesan. Ini adalah langkah konkrit dari Pertaminan MOR III dalam melayani masyarakat selama masa satgas. Salut buat layanan seperti ini, sehingga bisa langsung dirasakan oleh konsumen.

Dokumentasi Pertamina MOR III

Satu lagi terobosan yang patut di apresiasi adalah SPBU Modular. Ketika masa mudik rest area menjadi penuh sehingga tidak bisa menampung lagi pemudik yang ingin mengisi BBM. Di beberapa titik yang belum ada SPBU, pertamina membuat SPBU Modular untuk melayani masyarakat, dan ini juga sangat membantu masyarakat.

Di akhir acara saya juga di apresiasi oleh panitia dalam Instagram Challenge selama acara. Mendapatkan voucer Pertamina sebesar 1 juta. Alhamdulilah

Sukses buat Pertamina MOR III sehingga layanan terus berkembang lebih baik lagi.

Gorila Sport, Sebuah Terobosan Media Olahraga Berbasis Ilustrasi

Sekarang era Disrupsi dimana perubahan begitu cepat. Jika tidak cepat mengambil langkah akan tergerus oleh teknologi. Begitu juga dalam dunia penerbitan, sekarang koran dan majalah sudah banyak yang mengalami hal ini, karena adanya teknologi internet semua ada dalam genggaman. Bergerak bersama teknologi akan lebih ringan lagi untuk berjalan di jaman penuh perubahan ini.

Senin (18/2) saya berkesempatan hadir di acara Kumpul Gorila di Hotel Fairmont di Jakarta Selatan. Sebuah portal olahraga www.gorilasport.com yang mempunyai konten berbeda dari yang lain. Semua kontennya diisi dengan ilustrasi. Ini merupakan sebuah terobosan baru media massa berbasis ilustrasi. Belum ada media yang membuat berita melalui ilustrasi. Menurut saya ini sangat jeli dalam melihat peluang dan tantangan zaman. Karena sekarang era visual, sehingga konten visual akan lebih menarik perhatian dari netizen. Ilustrasi adalah konten visual tentu akan sangat disukai sekali oleh generasi milenial. Dengan cepat bisa melihat berita dengan ilustrasi.

Pak Johari Zein sedang memompa semangat kami

Portal ini hadir dari kecintaan kepada olah raga dan ilustrasi dari para pendirinya, yaitu Leo Tigor Pasaroan, Johari Zein dan Sheila Rooswitha untuk menghasilkan konten olahraga yang berbeda dari media lainnya. Ini orang di balik layar suksesnya Gorila Sport.

Menjelang tiga tahun www.gorilasport.com hadir, tepatnya bulan April 2016 portal ini ada. Banyak sekali perhatian dari pemerhati olahraga dan ilustrasi karena konten yang dihasilkan melahirkan kebaikan bagi komunitas.

Saya dan tokoh inspiratif Johari Zein

Pak Johari Zein salah seorang pengagasnya portal ini, juga yang membawa JNE menjadi salah satu perusahaan ekspedisi yang terdepan di Indonesia. Saya beruntung sekali bisa bertemu langsung dengan Pak Johari Zein ini. Ide agen JNE sebenarnya awalnya ingin menolong orang yang kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun ternyata ini menjadi strategi untuk mendekatkan kepada konsumen yang tidak tertandingi oleh kompetitor yang ada. Sehingga berkembang sampai sekarang dengan jumlah karyawan mencapai 22.000 orang di seluruh Indonesia.

Beliau ingin menjadi perantara kebaikan bagi siapa saja.

Gorila sport ini juga diharapkan bisa menjadi jembatan kebaikan bagi pembacanya. Diharapkan dengan berkembangnya ini banyak ilustrator yang bisa berkarya di portal ini. Siapaun bisa menjadi kontributor Gorila Sport ini.

Dan di tahun ini Gorila akan meluncurkan 10 rubrik baru, sehingga kesempatan untuk berkarya bagi ilustrator sangat terbuka lebar. Ke 10 rubrik ini tidak melulu ngobrolin masalah olahraga namun juga keseruan yang ada di seputar olahraga. Nah apa aja rubriknya pasti akan sangat menarik perhatian kita. Salah satu rubrik baru itu adalah #Nyinyir konten yang mengkritisi dunia olahraga di Indonesia dan dunia. Pasti ini akan sangat ditunggu sekali oleh para pembaca di portal ini. Nyinyir tapi menghasilkan karya yang positif.

Memasuki ruang acara ini pun digelar ilustrasi yang pernah ditayangkan di Gorila. Dan semua sangat menarik, walau tanpa caption sudah bisa menangkap apa makna dari gambar gambar yang dihadirkan. Bukan cuma bisa tersenyum saja kita melihat ilustrasinya, namun juga memberikan inspirasi. Karena jaman ini jaman visual, maka ilustrasi juga akan menjadi sangat membantu dalam menyajikan berita dengan gaya yang berbeda. Dengan menghadirkan inovasi ini, maka konten yang dihadirkan semakin menarik perhatian.

“Gorila Sport bukan hanya sebagai pelopor media olahraga berbasis ilustraai di Indonesia saja. lebih dari itu, Gorila Sport adalah ruang berkreasi bagi para ilustrator dan pencinta olahraga di indonesia. Memasuki usia ketiga tahun, Gorila Sport akan menjalin banyak sinergi dan kolaborasi dengan para ilustrator, komikus, dan para seniman di Indonesia” ujar Matthius Chalim CEO Gorilla Sport.

Semoga langkah ini bisa jalan memulai perubahan. #antarkebaikan

Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Sehat

Stunting
Menkes Nila Moeloek Dalam Kampanye Pencegahan Stunting (Foto Dok Kemenkes)

Indonesia sehat itu sebuah impian nyata yang dapat diwujudkan oleh masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah dalam membangun program kesehatan di Indonesia. Salah satu hal yang penting adalah Pencegahan Stunting harus dilakukan di Indonesia ini. Bahkan kemarin hari Minggu (16/9) dilakukan kampanye nasional tentang pencegahan stunting di Monas Jakarta.

“Cegah Stunting Itu Penting” pesan singkat ini mulai dikampanyekan kepada masyarakat luas untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang apa itu Stunting.

Tanda dimulai kampanye ini dengan pembubuhan tanda telapak tangan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang didampingi istrinya, Fery Farhati Ganis, selaku Ketua PKK Provinsi DKI Jakarta; Gubernur Banten, Wahidin Halim; Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo; dan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Kirana Pritasari.

Data stunting di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah sebesar 37,2%, berharap dengan adanya kampanye ini angka stunting pada tahun ini ada di angka 28%. Progres ini akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Dengan data itu menyatakan bahwa 4 anak dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting. Ini berdasarkan data tahun 2013.

Yuk sebelum lebih jauh bicara tentang Stunting, mari kita mengenal apa itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupannya. Stunting itu dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Nah penyebab utama stunting ini adalah Gizi Buruk yang mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Jadi bukan cebol stunting itu, namun salah satu indikasinya adalah tinggi badan dari anak.

Stunting
Foto Dok Kemenkes

Menkes Nila Moeloek mengatakan bahwa stunting itu adalah gagal pertumbuhan. Menkes menegaskan bahwa Indonesia harus bebas dari generasi stunting, maka pencegahan stunting itu menjadi upaya yang sangat penting. Ini pesan penting buat kita semua, untuk bisa berpartisipasi mencegah stunting di Indonesia. Karena kita pasti menjadi orang tua, kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak kita bahkan ketika masih berada di kandungan ibu.

Setelah tahu bahwa penyebab utama Stunting adalah Gizi buruk, artinya kita harus fokus memperbaiki kualitas gizi anak anak Indonesia ini. Tentunya harus dimulai dari diri kita, dan sekarang juga. Karena anak anak saya sudah beranjak remaja semua, hal yang saya lakukan adalah memberikan edukasi melalui tulisan tulisan biar masyarakat lebih paham tentang kesehatan ini. Terutama bagaimana penanganan anak dalam tumbuh kembang. Sehingga berkurang angka kekurangan gizi di masyarakat.

“Kerdil badan karena kekurangan gizi kronis ini, bisa mengakibatkan otaknya kerdil juga. Artinya anak-anak itu jadi kurang pandai,” jawab Menkes Nila Moeloek, sesaat sebelum memberangkatkan ribuan peserta long march bersama Kepala Staf Presiden, Jend. TNI (Purn) Moeldoko, dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, dr. Sigit Priohutomo, MPH.

Jadi salah satu pencegahan stunting itu mulai dari proses kehamilan, mungkin untuk para jomblo yang akan menikah pengetahuan ini juga sangat penting. Karena akan membuat generasi Indonesia yang lebih sehat.

Pesan Menkes untuk para jomblo, calon orang tua dan orang tua yang sudah punya anak, harus paham tentang pencegahan stunting ini, terutama tentang perbaikan pola makan, pola asuh dan juga memperhatikan sanitasi di sekitar lingkungan.

“Kalau tidak mau anak-anak kita stunting, kalau kasih makan anak-anak utamakan (sumber protein) untuk anak-anak dan ibu hamil dulu ya,” kata Menkes.

Untuk Bumil alias Ibu Hamil harus bisa menjaga kehamilan dengan mencukupi kebutuhan gizi bayi terutama pada 1009 hari pertama kehidupan. Ini sangat penting sekali untuk proses pencegahan stunting ini. Dan ini adalah awal pencegahan.

Artinyan selama proses kehamilan artinya sejak janin tumbuh kembang dalam masa kandungan (270 hari) sampai dengan masa pemberian ASI hingga 2 tahun (720 hari). ASi Ekslusif selama enam bulan dan makanan pendamping ASI. Ini adalah gerbang utama pencegahan stunting ini.

Dan ada yang lebih penting, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menerapkan hidup sehat, dengan rajin berolahraga, perbanyak makan sayur dan buah, dan cek kesehatan secara berkala. Pokonya mah hidup Germas bisa menjadi pola hidup sehat.

Deklarasi ini menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Melalui upaya ini, diharapkan prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2% (2013) menjadi 28% (2019). Saat ini Indonesia menempati rangking kelima masalah stunting ini di dunia. Berharap bisa menurun angka stunting ini dalam beberapa tahun ke depan. Karena INDONESIA sudah dalam kondisi darurat Stunting, yo kita bergerak bersama. Karena semua itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai warna negara. Karena jika warga negara kuat otomatis negara akan menjadi kuat juga.

Dengan adanya kampanye ini mudah mudahan prevalensi stunting ini bisa menurun sesuai dengan target. Sebenarnya kita sebagai negara maritim diuntungkan dengan posisi ini. Ikan bisa menjadi makanan penambah protein sehingga masalah kekurangan gizi bisa diatasi lebih dini. Makan ikan bisa cegah stunting bisa di lihat himbau Menkes di video ini.

Di DKI Jakarta yang menjadi ibu kota masih ada terjadi stunting ini, menurut Anies Baswedan “Di DKI Jakarta, meski angkanya di bawah rata-rata nasional, namun masih sekitar 27% prevalensinya. Kita harus lebih serius memperhatikan makanan yang kita berikan kepada anak-anak untuk pertumbuhan mereka,”

Jadi stunting ini adalah masalah kita semua bukan hanya terjadi di pedesaan namun di kota metropolitan saja masih ada angka stunting. Jadi mari kita turut berpatisipasi untuk mencegah stunting ini dengan apa yang bisa kerjakan. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, partisipasi masyakarat juga sangat berperan untuk mencegah stunting ini. Semoga semua pemerintah daerah bisa menjalankan kampanye ini hingga tingkat pos yandu, sehingga pemahaman masyakarat akan hal ini lebih bagus.

Ada upaya yang menarik dari Istri Gubernur DKI Jakarta, selaku Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, menyerukan pesan bagi para ibu agar selalu mengingat kata “BAGIMU” yang merupakan singkatan dari “Bahagiakan Anakmu”, “Beri Gizi yang cukup”, dan “Stimulasi indera anak kita”.

Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi stunting di Ibukota Republik Indonesia.

Adapun ciri yang terlihat stunting adalah tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Yang mengerikan adalah efek stunting ini, tidak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Terlebih, kekurangan gizi pada anak usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak. Maka, gangguan pertumbuhan ini harus segera ditangani dengan tepat

“Indonesia itu tanahnya subur, maka generasinya harus sehat, jangan stunting,” jadi pelopor di daerah masing masing untuk mencegah stunting ini.