Kedai Kopi Lokal Siap Landing di Terminal 3 Bandara Soeta

#T3CGK
Photo By Dudi Iskandar

Sekarang traveling menjadi salah satu gaya hidup masyarakat di Indonesia. Dengan adanya maskapai penerbangan berbiaya rendah, makin mempermudah perjalanan menuju sebuah tujuan. Bandara sebagai tempat transit menjadi bagian penting dari sebuah perjalanan. Hadirnya berbagai fasilitas akan membuat nyaman para wisatawan.
Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta juga demikian sebagai pintu gerbang Indonesia, sudah saatnya bisa menampilkan keunikan lokal Indonesia kepada wisatawan asing. Seperti kita ketahui bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbaik di dunia. Namun belum ada satupun kedai kopi lokal Indonesia yang berbicara di tingkat internasional.

#T3CGK
Photo by Iwan Setiawan
Jika Kedai Kopi Internasional sudah pasti hadir di Terminal 3 ini. Saatnya kedai kopi lokal bisa mendampingi dan bersaing. Menurut Rhenald Kasali Komisaris Utama PT Angkasa Pura 2, bahwa kedai kopi lokal akan di dukung untuk bisa hadir di terminal 3. Jika perlu diberikan subsidi dari dana CSR perusahaan untuk mengangkat citra kedai kopi lokal di mata wisatawan. Hal ini disampaikan beliau di acara Halal Bihalal bersama Blogger dan Wartawan pada hari Minggu (17/7) di terminal 3. Selain cita rasa, kopi Indonesia juga mempunyai cara penyajian yang khas seperti halnya di Aceh pembuatan kopi tarik dengan cara yang aktraktif.

T3CGK
Photo by Cahyanto
Saya rasa, jika hadir kedai kopi Aceh dengan cara penyajian yang menarik ini, akan menjadi bahan perbincangan para wisatawan. Atraksi seorang Barista di kedai kopi menjadi daya tarik tersendiri, kopi di seduh dan di saring berulang ulang berpindah dari satu ceret ke ceret lain sebelum di tuangkan ke gelas hidangan. Ini akan menjadi pembeda yang unik dengan kedai kopi Internasional. Selain rasa dan cara inilah yang menjadi pembeda dengan kedai kopi lainnya, sehingga kopi Indonesia menjadi lebih di kenal lagi.

Di balik seduhan akan menyimpan cerita dan kenangan buat para wisatawan yang memasuki  Indonesia melalui Terminal 3  ini. Budaya ngopi di Indonesia sudah sangat mengakar, dari secangkir kopi bisa lahir obrolan yang hangat walaupun baru pertama kali bertemu. Cerita bisa mengalir begitu saja dengan ditemani secangkir kopi.

Kedepannya fungsi bandara tidak hanya sebagai tempat pergi dan pulang saja. Salah satu fungsi bandara akan menjadi sebuah tempat kongkow yang asyik ataupun bertemu rekan bisnis. Bisa juga dijadikan tempat kumpul keluarga, sahabat dan lain sebagainya. Sehingga kehadiran kedai kopi lokal akan menambah semarak sebuah perjamuan dengan rasa lokal kelas international. Dan Kedai Kopi Indonesia akan sejajar dengan brand Internasional.

Jakarta, 26 Juli 2016

@kang.dudi

Advertisements

Merenda Senyum di Beranda Indonesia

‚Äč

T3CGK
Lobby Keberangkatan Terminal 3 (foto : Dudi Iskandar)

Sabtu (2/7) saya dan beberapa teman dari berbagai komunitas blogger dan vlogger di undang buka puasa bersama di area  terminal 3 Bandara Soekarno Hatta oleh Angkasa Pura 2. Kesempatan ini tidak disia-siakan karena menjadi vlogger pertama yang tahu seluk beluk bandara baru ini. Saya juga pernah di ajak hunting foto di sini pada bulan Mei bersama komunitas Foto Bandara dan tOekangpoto untuk merekam jejak proses akhir Terminal 3 ini dalam sebuah visual. Rencana awal 16 Juni sudah bisa beroperasi Terminal ini, namun sampai saat ini masih terus berbenah untuk mulai operasionalnya.

T3CGK
Area Check In masih proses (28/5) foto Dudi Iskandar

Terminal 3 ini akan menjadi terminal terbesar yang ada di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Terminal ini memiliki panjang 2,4 kilometer dengan luas 42.200 m2.  Artinya dua kali lebih luas dari terminal 1 dan 2, terminal 3 ini. Angkasa Pura II mentargetkan sebanyak 25 juta penumpang dalam setahun akan bisa dilayani oleh terminal 3 ini.
Apa yang menjadi pembeda dengan Terminal yang sudah ada?

Pertama, Baggage Handling System (BHS) yang sudah mencapai level 5 yang dimiliki oleh terminal 3 ini. Level 5 ini bisa me deteksi bahan peledak dan langsung isolasi ke dalam bom blanket dan di tindak lanjut dengan pihak terkait.

T3CGK
Seorang Pekerja sedang membersihkan kaca di Lobby Keberangkatan (foto Dudi Iskandar)
Kedua,  Airport Security System (ASS) yang layaknya berfungsi sebagai intelejen, karena dari CCTV Bandara bisa mendeteksi wajah dari penumpang yang masuk dalam daftar cari pihak berwajib.

Ketiga, Intelligence Building Management System (IBMS), dengan hadirnya teknologi ini diharapkan terminal 3 ini menjadi ramah lingkungan atau Eco Green.

Keempat, Rain Water System (RWS) teknologi ini memanfaatkan air hujan menjadi air bersih yang bisa digunakan di terminal 3.

Kelima, Recycle Water System teknologi ini mengolah air toilet untuk bisa digunakan kembali menjadi air toilet sehingga terjadi penghematan.

Itu adalah Lima teknologi yang menjadi pembeda dengan terminal yang sudah ada sebelumnya dan ini sudah setara dengan bandara di Luar Negeri.

Dan yang menjadi pembeda selain dari teknologi adalah terminal 3 akan menjadi Galeri Seni bagi karya seni anak Bangsa. Karya seni yang akan ditampilkan di terminal 3 ini, patung karya Nyoman Nuarta, Lukisan karya Sardono W Kusumah dan masih banyak lagi karya seni yamg akan menghiasi terminal ini.

T3CGK
Seorang Blogger sedang mengabadikan Karya Lukisan Nasirun seorang Seniman asal Jogja (Foto Dudi Iskandar)

Dengan hadirnya karya seni di Terminal 3 ini, akan menjadi keunikan tersendiri dan akan membuat orang ingat terus. Patung Garuda setinggi 18 meter akan menghiasi di area depan terminal 3, patung megah ini akan menyambut dan melepas penumpang terminal 3 Bandara Sorrkano Hatta. Diharapkan patung karya Nyoman Nuarta ini membawa kesan yang mendalam tentang Indonesia sehingga turis manca negara akan kembali lagi ke Indonesia.

“Patung Garuda ini diharapkan menjadi ikon baru Bandara Internasional Soekarno Hatta” ujar Budi Karya Sumadi (Presiden Direktur AP II). Sebagai pintu gerbang Indonesia, kami ingin memaksimalkan bandara ini menjadi Galeri Seni hasil anak bangsa.

Lukisan Karya Sardono W Kusumah yang dipasang di Gate 14 (foto Dudi Iskandar)

Selain karya Nyoman Nuarta, Nasirun dan Sardono W Kusumah, ada juga karya seni yang dihasilkan seniman Indonesia lainnya seperti Eko Nugroho, Angki Purbadono, Edi Prabandono, Nus Salomo, Pintor Sirait, Ichwan Noor, Awan Simatupang, Indiegurillas, Tromarama dan Galam Zulkifli. Yang spesial dari Galam Zulkifli adalah membuat Hologram Soekarno Hatta, jika disinari dengan lampu akan terlihat 1000 wajah pahlawan Indonesia.

Dengan hadirnya karya seni yang menghiasi terminal 3 ini, diharapkan penumpang bisa terhibur dan mempunyai wawasan baru tentang apresiasi seni. Perjalanan ke Indonesia akan menjadi lebih berkesan dengan hadirnya karya karya maestro seni Indonesia ini. Kesan mendalam tentang indahnya Indonesia bisa menjadi cerita tersendiri bagi penumpang.

T3CGK
Salah satu karya yang menghiasi Terminal 3 (foto Dudi Iskandar)

Satu kata untuk Terminal 3 dari beberapa orang yang ketika event buka puasa bersama kemarin bisa di libat di Youtube.

Semoga dari pintu gerbang Indonesia ini, bisa merenda senyum sehingga target 25 juta penumpang dalam setahun bisa dengan mudah terlampaui.

“Merenda Senyum di Beranda Indonesia”

Bravo Angkasa Pura II

Jakarta, 5 Juli 2016

Kang Dudi