Manual Brewing Itu Eksperimen

Sekarang ngopi seperti sudah menjadi bagian dari Gaya hidup. Cara seduh juga ternyata memang sangat beragam untuk menghasilkan cita rasa kopi.

Sayah berkesempatan nyeruput ilmu kopi dari Instruktur First Crack langsung Coach Okta. Sungguh sayah sangat beruntung sekali bisa mendapatkan ilmu tentang dunia hitam dari ahlinya langsung.

Yang menjadi catatan sayah tentang manual brewing selama belajar sambil praktek. Hal yang sangat fundamental adalah kita harus mengenal Roasted Bean yang akan kita seduh terlebih dahulu sebelum teknik menyeduh dan lain lain.

Dari sini kita akan mengenal Light Roast, Medium Roast dan Dark Roast secara umum. Setelah Roasted bean hal yang akan mempengaruhi hasil seduhan adalah Grind Size. Dan setelah itu suhu berapa kita akan menyeduh.

Dan rasa seperti apa yang ingin dimunculkan dari kopi yang kita seduh.

Awal mengenal dunia hitam alias dunia kopi, nyeduh aja kok ribet pikir sayah. Namun justru disanalah kita menemukan rasa dari profil kopi. Kopi boleh sama, metode seduh sama, suhu sama, namun rasa akan berbeda satu dengan yang lainnya. Inilah dunia hitam yang menyenangkan itu.

Bagaimana menemukan rasa manis dari sebuah seduhan, rasa buah dan masih banyak sensansi yang bisa dirasakan saat menyeduh.

Pesan singkat yang sangat mengena buat sayah dari coach Okta adalah menyeduh itu harus rileks, sehingga akan menghasilkan rasa kopi yang luar biasa. Dan manual brewing itu adalah eksperimen, jadi perbanyaknya mencoba teknik seduh, grind size, roasted bean, gramasi. Karena kopi itu eksperimen sepanjang masa.

Sudah ngopi hari ini? Jangan pernah lelah mencari rasa kopi, teruslah menyeduh dan mensesap kopi.

Kang Dudi

Advertisements

Barista, Profesi Yang Menjanjikan

Di zaman now orang suka membuat janji di coffee shop atau kedai kopi. Sang peracik kopi di sebut Barista. Untuk menjadi seorang Barista yang hnadal tentu perlu bekal dan pengalaman yang banyak.

Barista juga menjadi bagian insan pariwisata Indonesia, menjadi ujung tombak mengenalkan Kopi Indonesia.

Dinas Pariwisata dan kebudayaaan DKI Jakarta pada tanggal 12-15 Juli mengadakan pelatihan Barista untuk 43 orang yang terpilih dari 94 orang pelamar.

Bapak Encu S, Kepala Dinas Pariwisata mengharapkan kepada semua peserta pelatihan Barista bisa menjadi ujung tombak dalam kepariwisataan. “Profesi Barista ini sudah banyak peminatnya, ke depan bisa menjadi destinasi baru dalam kepariwisataan” ujar Encu Suhairi dalam pembukaan pelatihan Barista.

Setelah mengikuti pelatihan ini, akan diikutkan uji kompetensi Barista yang dilakukan oleh BNSP.

Peserta termuda dalam pelatihan Barista ini adalah Dina (17) baru lulus dari SMA. Keingintahuan tentang kopi yang mendorong kuat untuk ikut pelatihan ini, walaupun dasar kopi belum banyak tahu.

Selama empat hari peserta diberikan bekal teori dasar Barista dan kompetensi apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang Barista. Dua hari praktek dan post test. Jika peserta lulus maka akan diikutsertakan kepada ujian sertifikasi BNSP.

Alhamdulillah saya termasuk orang yang sangat beruntung bisa menimba ilmu tentang Barista ini langsung dari praktisinya. Semoga bekal ini akan menjadi manfaat bagi masyarakat.

Mengenang Pahlawan Kemanusiaan

Pagi pagi buka sosial media dikejutkan dengan wafatnya Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusdatin BNPB yang meninggal di Ghuanzho dalam perawatan kanker. Sudah hampir dua tahun ini beliau melawan kanker yang ada di tubuhnya.

Foto http://www.liputan6.com

Siapa yang tak kenal Pak Topo, panggilan akrab beliau. Terlebih ketika ada bencana alam melanda, informasinya sangat di tunggu sekali oleh warga Indonesia ataupun dunia.

Beliau mendedikasikan diri untuk kemanusiaan, bahkan setelah di vonis kanker pun masih terus menlanjutkan tugasnya.

Ketika bencana gempa bumi Lombok masih melayani telpon dari para wartawan terkait kondisi terkini dari lapangan.

Sayah mengenal beliau secara langsung ketika acara nangkting bersama Kompasiana ketika sosialisasi bencana melalui media cerita radio, sekitar tahun 2016 sebelum terkena kanker. Sosoknya yang ramah dan sangat melayani setiap pertanyaan dari Blogger ataupun media. Informasi kebencanaan memang selalu mengalir dari beliau langsung dan update.

Hari ini kembali Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik. Terutama dalam dunia kebencanaalaman.

Semoga Allah menerima semua amal sholeh beliau selama hidupnya.

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Indonesia