Mengenal Talasemia

Ada yang tahu apa itu talasemia? Talasemia adalah satu penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan oleh kedua orang tua kepada anak dan keturunannya. Salah satu penyebabnya adalah berkurang atau tidak terbentuknya hemoglobin manusia, sehingga mengakibatkan sel darah manusia mudah pecah dan mengakibatkan kurang darah atau anemia.

Apa saja yang perlu kita ketahui tentang penyakit talasemia. Saya berkesempatan ikut peringatan Hari Talasemia Sedunia di Kementrian Kesehatan RI pada hari Senin 20 Mei 2019. Namun sebenarnya hari Talasemia jatuhnya pada tanggal 8 Mei, peringatanya saja yang mundur. Banyak sekali informasi yang di dapat dari acara ini.

Sebelum mulai acara, ada skrining pemeriksaan darah untuk melihat apakah darah kita pembawa sifat atau tidak. Karena Talasemia ini memang penyakit yang diturunkan melalui genetik, sehingga perlu ada skrining khusus terhadap darah. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya penyalit talasemia ini. Karena dengan skrining ini talasemia bisa diketahui, terutama kepada yang ada keturunan atau riwayat keluarga. Ini adalah salah satu bentuk pencegahan secara dini. Jadi jika ada keluarga yang sakit talasemia, lebih baik skrining daei awal untuk mengetahui ada pembawa sifat tidak di dalam darah kita. Karena penyakit ini bersifat genetik, jadi perlu skrining.

Untuk mengetahui ciri ciri seseorang kena talasemia, ada beberapa tanda yang harus diwaspadai.

1. Memiliki penyakit riwayat keluarga yang anemia atau pasien talasemia.

2. Pucat dan lemas

3. Riwayat transfusi berulang

4. Pemeriksaan darah, Hematologi lengkap dan analisa Hb

Jika keluarga punya riwayat penyakit talasemia sebaiknya melakukan skrining lebih awal sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal. Kalau bisa sebelum menikah dilakukan skrining ini, karena bisa di lihat ssbagai pembawa sifat atau ada talasemia.

Bapak Dona Rifana sedang berbagi pengalaman kepada para peserta (Dok Blogger Crony)

Bapak Dona Rifana seorang Talasemia Survivor membagikan pengalaman kepada peserta seminar. Beliau sudah diketahui talasemia dari usia 4 tahun, bagaimana suka dan duka menjalani sebagai survivor. Diharapakn dari acara ini bakal tumbuh pengetahuan tentang talasemia di masyarakat lebih luas lagi.

Secara klinis talasemia ini di bagi menjadi 3 , yaitu :

1. Talasemia Mayor, pasien yang memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidup.

2. Talasemia Intermedia, pasien memerlukan transfusi darah namun tidak rutin.

3. Talasemia Minor/Pembawa sifat, secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak membutuhkan transfusi darah.

Talasemia Mayor belum dapat disembuhkan penyakit ini, pengobatan satu satunya adalah transfusi darah secata rutin ditambah dengan obat.

Jadi skrining itu merupakan pencegahan dini untuk talasemia. Mencegah lebih baik dari pengobatan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s