Silent Killer Itu Bernama Hipertensi

Tahukah hari ini 17 Mei itu sebagai Hari Hipertensi Sedunia?

Kalau belum tahu sekarang saatnya tahu dan aware tentang Hipertensi ini. Karena biasanya gejalanya itu kadang tidak terlihat sehingga banyak yang abai dengan penyakit ini.

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan mengukur tensi darah, “Check Your Number” dengan mengetahui tensi darah maka kita akan tahu kondisi kita. Sehingga jika terjadi tensi tinggi bisa diantisipasi lebih awal. Dengan mengecek tensi dan mengenali berapa ukuran ini menjadi salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengenali gejala hipertensi.

Sumber BloggerCrony

Hipertensi itu merupakan salah satu penyebab rusaknya organ yang mempunyai pembuluh darah. Jadi yang rusak adalah pembuluh darah, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit lain. Bahkan di berbagai negara penyakit ini menjadi “Silent Killer” ujar Dr Tunggul D Situmorang dalam seminar tentang Hipertensi di Kemenkes pada hari Jumat 20 Mei 2019.

Dr Cut Putri Arianie MHKes ( sumber BloggerCrony)

Selain itu juga Dr Cut Putri Arianie MHKes, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa Hipertensi itu merupakan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular. Diharapkan masyarakat bisa aware dengan hal ini, dengan gerakan Cerdik. Dan hal pertama adalah Know Your Number.

Apa itu Cerdik ?

Cek Kondisi Kesehatan Secara Berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori berimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

Dengan kita mengenali berapa angka tensi ini salah satu cara untuk mengetahui gejala awal hipertensi dan ini meeupakan bagian dari CERDIK yang pertama. Dengan berprilaku cerdik dalam mengatasi Penyakit Tidak Menular.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukan sekitar 1,13 Milyar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya bahwa 1 dari 3 ornag di dunia terdiagnosis hipertensi. Dan data ini diperkirakan naik terus dari tahun ke tahun, prediksi 1,5 Milyar di tahun 2025.

Data dari BPJS kesehatan, bahwa biaya pelayanan kesehatan hipertensi juga meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 2,8 Triliyun dan tahun 2018 sebesar 3 Triliyun.

Melihat data data di atas memang besar biaya pengelolaan hipertensi ini, namun bisa di kelola dengan pola Cerdik. Jadi kita bisa mengelola dengan merubah pola hidup menjadi lebih baik.

Ayo kita kenali berapa tensi darah kita dan lakukan akvitas fisik yang cukup untuk menghindari hipertensi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s