Wisuda Imunisasi Bayi Sebuah Langkah Melindungi Generasi Bangsa

Jika membicarakan imunisasi berarti kita sedang membicarakan masa depan negeri ini. Kenapa? Karena imunisasi itu melindungi anak anak dari berbagai penyakit. Dan anak anak itu adalah aset negeri ini. Makanya berbicara imunisasi itu adalah berbicara aset negeri. Walaupun sakit itu memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Namun kita juga harus berusaha untuk mencegah penyakit itu datang. Salah satu ikhtiar kita untuk menjadi sehat itu adalah dengan imunisasi. Hasil dari munisasi ini akan dirasakan puluhan tahun yang akan datang oleh anak kita, bukan kita sebagai orang tuanya. Jadi perlindungan imunisasi ini sepakat ya bahwa imunisasi adalah aset. Sippppppppp

Apa aja Imunisasi dasar itu?

Sebelumnya mari kita cari tau apa aja imunisasi itu. Pertama pada saat bayi kurang dari 24 imunisasi Hepatitis B (HB-0). Ini yang menjadi awal pondasi kesehatan dari seorang bayi. Ini membuat antibodi di tubuh bayi dan ini merupakan pertahanan awal kesehatan. Imunisasi Hepatitis B ini dilanjutkan di Bulan pertama, kedua dan ketiga (HB-1-3).

Pada bulan pertama ditambahkan imunisasi BCG dan Polio. Polio ini berlanjut sampai bulan ke-4. Dan di bulan ke 9 dilakukan imunisasi MR atau campak. Ini adalah benteng pertahanan dari kehidupan seorang bayi untuk masa depa.

Setelah lengkap imunisasi dasar, ada imunisasi lanjutan, yaitu imunisasi bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/sederajat diberikan (Td).

Seorang anak Papua sedang di imunisasi MR (Foto Dok Kemenkes)

Jadi sampai anak SD masih ada imunisasi lanjutan yang harus dijalani anak. Imunisasi lanjutan ini biar membuat antibodi menjadi lebih kuat lagi.

Nah sekarang sudah tau apa saja imunisasi dasar ini, semoga para keluarga muda lebih paham tentang pentingnya imunisasi ini.
Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Data ini menggambarkan bahwa masih ada masyarakat di Indonesia belum memberikan imunisasi kepada anak anak mereka. Diharapkan tahun ini cakupan angka imunisasi bisa meningkat hingga 100% (aamiin yaa rabbal’alamin)

Ternyata Depkes punya target untuk cakupan imunisasi ini, pada tahun ini sebesar 92,5% imunisasi dasar lengkap dan 70% HB, Hib Batuta. Berdasarkan data sementara tahun ini terhitung Januari hingga Maret imunisasi dasar lengkap mencapai 13,9%, dan imunisasi DPT-HB-Hib Baduta mencapai 10,8%. Semoga target ini bisa tercapai atau bahkan melebihi target seperti tahun lalu. Target ini akan tercapai jika terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Mencegah penyakit apa saja Imunisasi itu?

Nah kita jelaskan manfaat dari Imunisasi dan pencegahan penyakit apa saja biar lebih jelas tujuan ya imunisasi ini. Yang pertama Hepatitis B (HB) jelas untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Nah ini fungsi imunisasi HB.


Sedangkan Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis TBC, penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab kematian.

Dan imunisasi Polio tetes yang diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.
Setelah itu, imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.
Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.
Dan yang terakhir adalah Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Nah sekarang udah tau guna mencegah penyakit apa saja imunisasi itu, jadi segera bawa anak batuda kita ke tempat imunisasi.

Wisuda Imunisasi Bayi

Imunisasi Bayi

Pasti kepo tentang wisuda bayi ini ya …..

Ini merupakan salah satu program dari dinas kesehatan Propinsi Gorontalo yang sangat inovatif dalam menaikan cakupan imunisasi dasar ini. Dan kenaikan persentase bayi yang diimunisasi cukup signifikan. Program pembangunan kesehatan yang inovatif seperti ini sangat membuat senang semua pihak. Layaknya seorang sarjana memakai toga untuk mendapatkan sebuah sertifikat kelulusan imunisasi dasar. Program ini memang sangat unik dan membuat bangga para orang tua. Semua orang tua pasti bangga jika anaknya di wisuda sarjana, anggaplah ini latihan untuk belajar di wisuda. Kelak mereka akan menjadi sarjana yang membangun Gorontalo. Jadi semua orang senang dengan wisuda bayi ini.

Dalam Kunjungan Lapangan Tematik (Kunlatip) ke Propinsi Gorontalo, Ibu Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mendatangi Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/7) untuk langsung memberikan sertifikat dalam program tersebut.

Beliau langsung mewisuda 50 bayi berusia di bawah dua tahun (batuta) yang telah imunisasi dasar secara lengkap pada hari itu. Ibu Menteri sangat mengapresiasi program ini karena bisa melindungi generasi masa depan dengan imunisasi dasar ini.

“Saya kira ini sangat bagus, ya, untuk memotivasi orang tua anaknya nanti tumbuh sehat, cerdas dan bisa sarjana,” ujar Ibu Menteri di sela kunjungannya itu.

Sayah sempat tercengang melihat bayi bayi memakai toga digendong oleh ibu mereka. Kebayang serunya para ibu menggendong anaknya untuk mendapatkan sertifikat dari Ibu Menteri Kesehatan. Layaknya seorang sarjana yang akan menerima pengukuhan berbaris rapi guna mendapatkan sertifikat itu. Terlihat memang wajah ibu berbinar dengan mendapatkan sertifikat ini, ada rasa bangga. Namun lebih dari itu, karena jika akan memasukan anak sekolah perlu sertifikat kelulusan imunisasi ini.

Dalam satu kesempatan doorstop Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. “Program ini salah satunya untuk memotivasi orang tua untuk membawa anaknya imunisasi.”

Program ini memang cukup berhasil menaikan cakupan imunisasi ini. Menurut Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, program ini membantu meningkatkan cakupan imunisasi di daerah dari titik awal 70 persen menjadi 93 persen.

Jadi dengan program ini, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk membantu program pemerintah ini. Dengan membawa anaknya imunisasi berarti sedang membuat asset Sumber Daya Manusia yang tangguh tahan terhadap penyakit.

Selain itu imunisasi juga salah cara untuk menjaga kesehatan anak. Dengan melakukan imunisasi lengkap sesuai jadwal, dapat memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit seperti tiroid, polio, hepatitis B dan lain – lain. Maka dari itu pastikan anak – anak kita sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Mungkin program seperti ini bisa di duplikasi di daerah lain, sehingga cakupan imunisasi bisa meningkat di tiap daerah di Indonesia menjadi sumber SDM yang tangguh. Dengan wisuda bayi ini diharapkan kelak menjadi sarjana harapan para orang tuanya.

Cerianua anak setelah Imunisasi (Foto Dok Kemenkes)

Keseruan Wisuda Bayi ini bisa di lihat di channel Youtube.

Mari Lindungi Generasi Bangsa Dengan imunisasi menuju Indonesia Sehat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s