Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Sehat

Stunting
Menkes Nila Moeloek Dalam Kampanye Pencegahan Stunting (Foto Dok Kemenkes)

Indonesia sehat itu sebuah impian nyata yang dapat diwujudkan oleh masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah dalam membangun program kesehatan di Indonesia. Salah satu hal yang penting adalah Pencegahan Stunting harus dilakukan di Indonesia ini. Bahkan kemarin hari Minggu (16/9) dilakukan kampanye nasional tentang pencegahan stunting di Monas Jakarta.

“Cegah Stunting Itu Penting” pesan singkat ini mulai dikampanyekan kepada masyarakat luas untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang apa itu Stunting.

Tanda dimulai kampanye ini dengan pembubuhan tanda telapak tangan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang didampingi istrinya, Fery Farhati Ganis, selaku Ketua PKK Provinsi DKI Jakarta; Gubernur Banten, Wahidin Halim; Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo; dan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Kirana Pritasari.

Data stunting di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah sebesar 37,2%, berharap dengan adanya kampanye ini angka stunting pada tahun ini ada di angka 28%. Progres ini akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Dengan data itu menyatakan bahwa 4 anak dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting. Ini berdasarkan data tahun 2013.

Yuk sebelum lebih jauh bicara tentang Stunting, mari kita mengenal apa itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupannya. Stunting itu dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Nah penyebab utama stunting ini adalah Gizi Buruk yang mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Jadi bukan cebol stunting itu, namun salah satu indikasinya adalah tinggi badan dari anak.

Stunting
Foto Dok Kemenkes

Menkes Nila Moeloek mengatakan bahwa stunting itu adalah gagal pertumbuhan. Menkes menegaskan bahwa Indonesia harus bebas dari generasi stunting, maka pencegahan stunting itu menjadi upaya yang sangat penting. Ini pesan penting buat kita semua, untuk bisa berpartisipasi mencegah stunting di Indonesia. Karena kita pasti menjadi orang tua, kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak kita bahkan ketika masih berada di kandungan ibu.

Setelah tahu bahwa penyebab utama Stunting adalah Gizi buruk, artinya kita harus fokus memperbaiki kualitas gizi anak anak Indonesia ini. Tentunya harus dimulai dari diri kita, dan sekarang juga. Karena anak anak saya sudah beranjak remaja semua, hal yang saya lakukan adalah memberikan edukasi melalui tulisan tulisan biar masyarakat lebih paham tentang kesehatan ini. Terutama bagaimana penanganan anak dalam tumbuh kembang. Sehingga berkurang angka kekurangan gizi di masyarakat.

“Kerdil badan karena kekurangan gizi kronis ini, bisa mengakibatkan otaknya kerdil juga. Artinya anak-anak itu jadi kurang pandai,” jawab Menkes Nila Moeloek, sesaat sebelum memberangkatkan ribuan peserta long march bersama Kepala Staf Presiden, Jend. TNI (Purn) Moeldoko, dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, dr. Sigit Priohutomo, MPH.

Jadi salah satu pencegahan stunting itu mulai dari proses kehamilan, mungkin untuk para jomblo yang akan menikah pengetahuan ini juga sangat penting. Karena akan membuat generasi Indonesia yang lebih sehat.

Pesan Menkes untuk para jomblo, calon orang tua dan orang tua yang sudah punya anak, harus paham tentang pencegahan stunting ini, terutama tentang perbaikan pola makan, pola asuh dan juga memperhatikan sanitasi di sekitar lingkungan.

“Kalau tidak mau anak-anak kita stunting, kalau kasih makan anak-anak utamakan (sumber protein) untuk anak-anak dan ibu hamil dulu ya,” kata Menkes.

Untuk Bumil alias Ibu Hamil harus bisa menjaga kehamilan dengan mencukupi kebutuhan gizi bayi terutama pada 1009 hari pertama kehidupan. Ini sangat penting sekali untuk proses pencegahan stunting ini. Dan ini adalah awal pencegahan.

Artinyan selama proses kehamilan artinya sejak janin tumbuh kembang dalam masa kandungan (270 hari) sampai dengan masa pemberian ASI hingga 2 tahun (720 hari). ASi Ekslusif selama enam bulan dan makanan pendamping ASI. Ini adalah gerbang utama pencegahan stunting ini.

Dan ada yang lebih penting, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menerapkan hidup sehat, dengan rajin berolahraga, perbanyak makan sayur dan buah, dan cek kesehatan secara berkala. Pokonya mah hidup Germas bisa menjadi pola hidup sehat.

Deklarasi ini menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Melalui upaya ini, diharapkan prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2% (2013) menjadi 28% (2019). Saat ini Indonesia menempati rangking kelima masalah stunting ini di dunia. Berharap bisa menurun angka stunting ini dalam beberapa tahun ke depan. Karena INDONESIA sudah dalam kondisi darurat Stunting, yo kita bergerak bersama. Karena semua itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai warna negara. Karena jika warga negara kuat otomatis negara akan menjadi kuat juga.

Dengan adanya kampanye ini mudah mudahan prevalensi stunting ini bisa menurun sesuai dengan target. Sebenarnya kita sebagai negara maritim diuntungkan dengan posisi ini. Ikan bisa menjadi makanan penambah protein sehingga masalah kekurangan gizi bisa diatasi lebih dini. Makan ikan bisa cegah stunting bisa di lihat himbau Menkes di video ini.

Di DKI Jakarta yang menjadi ibu kota masih ada terjadi stunting ini, menurut Anies Baswedan “Di DKI Jakarta, meski angkanya di bawah rata-rata nasional, namun masih sekitar 27% prevalensinya. Kita harus lebih serius memperhatikan makanan yang kita berikan kepada anak-anak untuk pertumbuhan mereka,”

Jadi stunting ini adalah masalah kita semua bukan hanya terjadi di pedesaan namun di kota metropolitan saja masih ada angka stunting. Jadi mari kita turut berpatisipasi untuk mencegah stunting ini dengan apa yang bisa kerjakan. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, partisipasi masyakarat juga sangat berperan untuk mencegah stunting ini. Semoga semua pemerintah daerah bisa menjalankan kampanye ini hingga tingkat pos yandu, sehingga pemahaman masyakarat akan hal ini lebih bagus.

Ada upaya yang menarik dari Istri Gubernur DKI Jakarta, selaku Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, menyerukan pesan bagi para ibu agar selalu mengingat kata “BAGIMU” yang merupakan singkatan dari “Bahagiakan Anakmu”, “Beri Gizi yang cukup”, dan “Stimulasi indera anak kita”.

Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi stunting di Ibukota Republik Indonesia.

Adapun ciri yang terlihat stunting adalah tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Yang mengerikan adalah efek stunting ini, tidak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Terlebih, kekurangan gizi pada anak usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak. Maka, gangguan pertumbuhan ini harus segera ditangani dengan tepat

“Indonesia itu tanahnya subur, maka generasinya harus sehat, jangan stunting,” jadi pelopor di daerah masing masing untuk mencegah stunting ini.

Advertisements

Jangan Ada Dusta Dalam Distribusi Daging Celeng

Pernah dengar tentang Karantina? Atau belum sama sekali

Badan Karantina adalah satu badan yang mengawasi keluar masuknya hewan, tumbuhan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Karena hewan dan tumbuhan itu merupakan salah satu media pembawa hama dan penyakit.

Jadi salah satu fungsinya adalah untuk mengawasi perpindahan hewan dan tumbuhan baik itu antar daerah, pulau bahkan antar negara.
Jika sudah terjadi satu wabah akan sulit untuk mencegahnya dan ini pernah kita rasakan ketika flu burung.

Nah Jumat (19/9) kemarin di Cilegon diadakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Solusi Penanganan Permasalahan Lalu Lintas Daging Celeng”.

Dalam diskusi ini akan mencari solusi untuk permasalahan daging celeng ini terutama yang berkaitan dengan lalu lintas distribusi Daging Celeng.

Fakta yang ada di lapangan, Celeng ini dikenal sebagai hama bagi pertanian dan populasinya memang banyak sekali. Tingkat kelahiran dari satu Celeng banyak, bisa sampai lahir 14 ekor anak. Disisi lain ada kebutuhan untuk pakan hewan yang ada di Ragunan dan beberapa Kebun Binatang. Dan ada juga manusia yang biasa makan Daging Celeng ini di masyarakat.

Disisi lain ada kebutuhan untuk pakan hewan yang ada di Ragunan dan beberapa Kebun Binatang. Dan ada juga manusia yang biasa makan Daging Celeng ini di masyarakat.
Yang masalah adalah ketika daging celeng ini di oplos dengan daging lainnya.

Nah jangan sampai ada dusta tentang Daging Celeng di antara kita.Kejujuran semua pihak sangat diperlukan dalam hal ini, sehingga konsumen tidak dirugikan dengan daging oplosan.

Kejujuran semua pihak sangat diperlukan dalam hal ini, sehingga konsumen tidak dirugikan dengan daging oplosan.
Karena di pasar daging celeng ini di oplos, jadi di label daging sapi padahal udah di campur dengan daging celeng.

Makanya jangan ada dusta dalam peredaran daging celeng ini. Jujur dan transparan itu adalah kunci.

Setelah tahu permasalahannya di lapangan seperti itu, maka perlu di cari solusi dari permasalahan ini sehingga tidak ada lagi Daging celeng yang di oplos.
Yang dikhawatirkan adalah mengancam kesehatan masyarakat dikarenakan daging asal hewan yang hidup di hutan tanpa jaminan sanitasi dan higenitas ini terus marak diperdagangkan dengan cara ilegal, ungkap Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani BKP.

FGD ini di pandu langsung oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, drh. Agus Sunanto, MP, dalam diskusi ini juga hadir dari berbagai UPT Karantina di Pulau Jawa dan Sumatera, Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota, berbagai instansi dan pihak terkait lainnya.Sehingga memberikan berbagai solusi untuk masalah daging celeng ini.

Sehingga memberikan berbagai solusi untuk masalah daging celeng ini.

Ternyata ada potensi ancaman bagi kesehatan kita saat dikonsumsi terlebih setelah di campur dengan bahan pangan lain seperti yang selama ini ditemui pada penelusuran tindakan penegakan hukum (gakkum).

Dari data Gakkum Badan Karantina Pertanian tercatat 3 ton ditangkap Karantina Lampung di tahun 2017 dan terjadi peningkatan di tahun 2018 sebanyak 13.1 ton masing-masing 4,6 ton di tangkap di Karantina Cilegon dan 3,5 ton di Karantina Lampung. Dengan data ini ternyata banyak sekali daging celeng yang tidak mempunyai dokumen resmi sehingga ini menjadi tidak jelas peruntukan daging untuk apa. Apakah untuk pakan hewan atau di jual bebas di masyarakat dengan di oplos.
Ada hal yang penting dalam distribusi daging celeng ini, ada 3 hal peraturan yang dijaga pada lalu lintas peredaran daging celeng yakni,
1. kepatuhan terhadap UU No 16/92 tentang Karantina Hewan, Tumbuhan dan Ikan.
2.Perlindungan terhadap hak konsumen untuk pangan yg sehat dan terjamin halal. Seperti diketahui, celeng dapat menularkan penyakit swine influenza ke manusia. Bahkan bakteri yang terdapat pada kulit celeng dapat menyebabkan ruam ruam di kulit yang disebut diamond skin disease. Yang patut sangat diwaspadai adalah saat daging celeng diolah secara tidak sempurna, dicampur dengan bahan lain menjadi kornet, bakso atau sosis bisa sebabkan ancaman penyakit sistiserkosis yang bersifat zoonosis bahkan ke otak manusia.
3. Dan yang terakhir, adalah tidak terjadinya pelanggaran soal ASUH, aman, sehat, utuh dan halal. Saat telah sengaja dicampur dengan produk lain maka soal kehalalan menjadi perhatian penting.

Ketiga hal diatas menjadi perhatian badan karantina.
Dari hasil diskusi seharian maka didapatkan satu solusi untuk distribusi daging celeng ini semoga ini menjadi satu inovasi dalam menangani masalah daging celeng, sehingga tidak ada dusta lagi dalam distribusi daging celeng.
Dan saat ini daging celeng yang dilalulintaskan sesuai persyaratan perkarantinaan dijadikan sebagai pakan hewan di Kebun Binatang Ragunan. “Dari 10 ton kebutuhan KBR, baru 2 ton daging celeng yang dapat dipenuhi,” kata Sucikno pengepul daging celeng asal Bengkulu. Ke depan hal ini akan menjadi pilot project dengan memberikan teknologi dalam proses pengiriman daging dari bengkulu ke Ragunan. Sehingga distribusi menjadi terkontrol dan tidak ada dusta lagi.
Inisiatif yang sangat bagus lahir dari Badan Karantina ini, untuk bisa menjembatani antara pemberantasan hama dan permintaan pakan hewan ini yang sesuai dengan standar kesehatan. Sehingga lebih jelas lagi aturan dalam distribusi daging celeng ini. Dan tidak ada dusta lagi dalam Distribusi Daging celeng ini.

Wisuda Imunisasi Bayi Sebuah Langkah Melindungi Generasi Bangsa

Jika membicarakan imunisasi berarti kita sedang membicarakan masa depan negeri ini. Kenapa? Karena imunisasi itu melindungi anak anak dari berbagai penyakit. Dan anak anak itu adalah aset negeri ini. Makanya berbicara imunisasi itu adalah berbicara aset negeri. Walaupun sakit itu memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Namun kita juga harus berusaha untuk mencegah penyakit itu datang. Salah satu ikhtiar kita untuk menjadi sehat itu adalah dengan imunisasi. Hasil dari munisasi ini akan dirasakan puluhan tahun yang akan datang oleh anak kita, bukan kita sebagai orang tuanya. Jadi perlindungan imunisasi ini sepakat ya bahwa imunisasi adalah aset. Sippppppppp

Apa aja Imunisasi dasar itu?

Sebelumnya mari kita cari tau apa aja imunisasi itu. Pertama pada saat bayi kurang dari 24 imunisasi Hepatitis B (HB-0). Ini yang menjadi awal pondasi kesehatan dari seorang bayi. Ini membuat antibodi di tubuh bayi dan ini merupakan pertahanan awal kesehatan. Imunisasi Hepatitis B ini dilanjutkan di Bulan pertama, kedua dan ketiga (HB-1-3).

Pada bulan pertama ditambahkan imunisasi BCG dan Polio. Polio ini berlanjut sampai bulan ke-4. Dan di bulan ke 9 dilakukan imunisasi MR atau campak. Ini adalah benteng pertahanan dari kehidupan seorang bayi untuk masa depa.

Setelah lengkap imunisasi dasar, ada imunisasi lanjutan, yaitu imunisasi bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/sederajat diberikan (Td).

Seorang anak Papua sedang di imunisasi MR (Foto Dok Kemenkes)

Jadi sampai anak SD masih ada imunisasi lanjutan yang harus dijalani anak. Imunisasi lanjutan ini biar membuat antibodi menjadi lebih kuat lagi.

Nah sekarang sudah tau apa saja imunisasi dasar ini, semoga para keluarga muda lebih paham tentang pentingnya imunisasi ini.
Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Data ini menggambarkan bahwa masih ada masyarakat di Indonesia belum memberikan imunisasi kepada anak anak mereka. Diharapkan tahun ini cakupan angka imunisasi bisa meningkat hingga 100% (aamiin yaa rabbal’alamin)

Ternyata Depkes punya target untuk cakupan imunisasi ini, pada tahun ini sebesar 92,5% imunisasi dasar lengkap dan 70% HB, Hib Batuta. Berdasarkan data sementara tahun ini terhitung Januari hingga Maret imunisasi dasar lengkap mencapai 13,9%, dan imunisasi DPT-HB-Hib Baduta mencapai 10,8%. Semoga target ini bisa tercapai atau bahkan melebihi target seperti tahun lalu. Target ini akan tercapai jika terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Mencegah penyakit apa saja Imunisasi itu?

Nah kita jelaskan manfaat dari Imunisasi dan pencegahan penyakit apa saja biar lebih jelas tujuan ya imunisasi ini. Yang pertama Hepatitis B (HB) jelas untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Nah ini fungsi imunisasi HB.


Sedangkan Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis TBC, penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab kematian.

Dan imunisasi Polio tetes yang diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.
Setelah itu, imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.
Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.
Dan yang terakhir adalah Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Nah sekarang udah tau guna mencegah penyakit apa saja imunisasi itu, jadi segera bawa anak batuda kita ke tempat imunisasi.

Wisuda Imunisasi Bayi

Imunisasi Bayi

Pasti kepo tentang wisuda bayi ini ya …..

Ini merupakan salah satu program dari dinas kesehatan Propinsi Gorontalo yang sangat inovatif dalam menaikan cakupan imunisasi dasar ini. Dan kenaikan persentase bayi yang diimunisasi cukup signifikan. Program pembangunan kesehatan yang inovatif seperti ini sangat membuat senang semua pihak. Layaknya seorang sarjana memakai toga untuk mendapatkan sebuah sertifikat kelulusan imunisasi dasar. Program ini memang sangat unik dan membuat bangga para orang tua. Semua orang tua pasti bangga jika anaknya di wisuda sarjana, anggaplah ini latihan untuk belajar di wisuda. Kelak mereka akan menjadi sarjana yang membangun Gorontalo. Jadi semua orang senang dengan wisuda bayi ini.

Dalam Kunjungan Lapangan Tematik (Kunlatip) ke Propinsi Gorontalo, Ibu Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mendatangi Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/7) untuk langsung memberikan sertifikat dalam program tersebut.

Beliau langsung mewisuda 50 bayi berusia di bawah dua tahun (batuta) yang telah imunisasi dasar secara lengkap pada hari itu. Ibu Menteri sangat mengapresiasi program ini karena bisa melindungi generasi masa depan dengan imunisasi dasar ini.

“Saya kira ini sangat bagus, ya, untuk memotivasi orang tua anaknya nanti tumbuh sehat, cerdas dan bisa sarjana,” ujar Ibu Menteri di sela kunjungannya itu.

Sayah sempat tercengang melihat bayi bayi memakai toga digendong oleh ibu mereka. Kebayang serunya para ibu menggendong anaknya untuk mendapatkan sertifikat dari Ibu Menteri Kesehatan. Layaknya seorang sarjana yang akan menerima pengukuhan berbaris rapi guna mendapatkan sertifikat itu. Terlihat memang wajah ibu berbinar dengan mendapatkan sertifikat ini, ada rasa bangga. Namun lebih dari itu, karena jika akan memasukan anak sekolah perlu sertifikat kelulusan imunisasi ini.

Dalam satu kesempatan doorstop Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. “Program ini salah satunya untuk memotivasi orang tua untuk membawa anaknya imunisasi.”

Program ini memang cukup berhasil menaikan cakupan imunisasi ini. Menurut Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, program ini membantu meningkatkan cakupan imunisasi di daerah dari titik awal 70 persen menjadi 93 persen.

Jadi dengan program ini, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk membantu program pemerintah ini. Dengan membawa anaknya imunisasi berarti sedang membuat asset Sumber Daya Manusia yang tangguh tahan terhadap penyakit.

Selain itu imunisasi juga salah cara untuk menjaga kesehatan anak. Dengan melakukan imunisasi lengkap sesuai jadwal, dapat memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit seperti tiroid, polio, hepatitis B dan lain – lain. Maka dari itu pastikan anak – anak kita sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Mungkin program seperti ini bisa di duplikasi di daerah lain, sehingga cakupan imunisasi bisa meningkat di tiap daerah di Indonesia menjadi sumber SDM yang tangguh. Dengan wisuda bayi ini diharapkan kelak menjadi sarjana harapan para orang tuanya.

Cerianua anak setelah Imunisasi (Foto Dok Kemenkes)

Keseruan Wisuda Bayi ini bisa di lihat di channel Youtube.

Mari Lindungi Generasi Bangsa Dengan imunisasi menuju Indonesia Sehat.

Siap Untuk Selamat

Musibah itu datang bisa kapan saja tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Terkadang kita lalai dalam mempersiapkan diri menghadapi musibah, baik itu mental ataupun fisik.

Pemberitahuan tentang cara evakuasi jika terjadi sesuatu biasanya di baca hanya selintas saja untuk sekedar gugur kewajiban. Namun jika musibah datang kita harus siap sedia. Nah mulai sekarang harus bener bener di baca yah manteman, biar bisa selamat.

Kalau saya sudah mulai membiasakan diri ketika datang ke tempat baru, memperhatikan rambu rambu petunjuk evakuasi jika terjadi musibah. Ini salah satu cara untuk mengetahui posisi aman jika terjadi musibah. Kita akan lebih tahu tentang di mana titik aman di lokasi itu.

Lebih khusus seperti kejadian gempa bumi di Lombok yang meluluhlantakan rumah. Yang dalam hitungan detik rumah ambruk seperti di telan bumi. Kita harus siap dengan segala kemungkinan yang terjadi, pertama lindungi kepala dengan tangan atau barang yang ada di dekat kita. Setelah itu jangan panik cari tempat aman untuk berlindung dan menjauh dari kaca. Ini salah satu usaha kita untuk bisa selamat dari musibah.

Memang ajal itu ada waktunya, namun mempersiapkan diri untuk selamat juga merupakan salah satu ikhtiar yang harus kita usahakan. Sekecil apapun usaha itu akan sangat berarti dalam keadaan darurat itu.

Reflek kita terlatih dalam menghadapi bencana yang terjadi. Ini akan lebih memudahkan kita untuk bisa selamat. Pada akhirnya kita harus bisa menerima semua ketentuan yang telah Allah gariskan kepada kita. Kita sabar dengan semua kejadian yang menimpa kita dan tetap semangat.

MTF GO : Akses Dalam Gengaman

Sudah tahu tanggal 4 September itu ternyata Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas)? Sudah tau donk

Ya hari ini banyak sekali program yang ditawarkan untuk memanjakan para pelanggan. Sebagai pelanggan tentunya akan senang jika mendapatkan surprise layanan dari produk dan jasa yang kita beli.

MTF
Hari Pelanggan Nasional di MTF ( Foto Kang Dudi)

Setiap perusahaan berlomba memberikan layanan terbaiknya di harpelnas ini. Hari ini sayah di undang menghadiri acara “Apresiasi Mandiri Tunas Finance Untuk Customer di Hari Pelanggan Nasional”. Mandiri Tunas Finance (MTF) di hari ini memberikan layanan spesial bagi para pelanggannya, ini adalah wujud komitmen dari pimpinan perusahaan untuk memberikan layanan terbaiknya.

MTF
Direksi MTF dalam Launching MTF Go (Foto Kang Dudi)

Direksi dan 99 Kepala Cabang MTF di seluruh Indonesia langsung turun memberikan layanan kepada para pelanggan secara serentak di kantor cabang dan pusat. Bahkan Direksi secara langsung mengantarkan sebuah mobil yang dipesan secara langsung ke rumah pelanggan. Hal ini tentu memberikan surprise kepada pelanggan.

Penasaran dengan promonya MTF? Kepo kan ….

Hari ini memang saatnya pelanggan di manja dengan berbagai promo menarik, setiap pelanggan mendapatkan Asuransi Personal Accident dengan nilai pertanggungan sebesar 100 juta dan berlaku selama setahun untuk 4500 polis pertama selama Bulan September. Ada juga promo DP 9%, terus gratis coklat jika melakukan pembayaran angsuran di Alfamart. Bonus Cashback KADOMTF untuk pembayaran melalui Tokopedia dan tidak kalah menarik program loyalty MTF berupa fiestapoin dari Bank Mandiri.

Banyak banget kan promo menariknya, apalagi MTF meluncurkan aplikasi baru di IOs dan Android yaitu MTF Go. MTF sangat memahami betul bahwa pelanggan butuh kemudahan dalam bertransaksi dan mencari informasi. Sehingga hadir aplikasi MTF Go ini untuk memudahkan pelanggan mengakses informasi dan layanan.

MTF
Pemberian Personal Accident kepada Pelanggan oleh Direksi MTF (Foto Kang Dudi)

Dengan hadirnya fitur Aksesku di MTF Go ini, diharapkan pelanggan dimudahkan untuk mendapatkan informasi tentang MTF, baik itu tentang produk ataupun simulasi kredit. Sehingga semua informasi ada dalam gengaman anda semua.

Apa saja menu yang ada di MTF Aksesku ini, antara lain informasi pembayaran angsuran, menu asuransi, perpanjangan STNK dan pengambilan BPKB. Dan ini sangat memberikan kemudahan kepada pelanggan MTF. Sedangkan buat calon pelanggan informasi ini sangat bermanfaat sekali untuk mengetahui berbagai promo dan kemudahan MTF.

“Dalam momen Hari Pelanggan Nasional ini, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pelanggan atas kepercayaan kepada PT Mandiri Tunas Mandiri selama ini. Kepercayaan para pelanggan ini menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa menjunjung tinggi komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik ” ujar Direktur MTF Arya Suprihadi