Konser Gelanggang Indonesia, Penghargaan Untuk Atlet Indonesia

Sebentar lagi memasuki bulan Agustus, biasanya akan dipenuhi dengan sambutan untuk kemerdekaan RI. Namun tahun ini menjadi sangat berbeda karena Indonesia menjadi tuan rumah pesta olahraga Asia. Asian Games 2018 akan di gelar di Jakarta dan Palembang.

Hampir semua kota di Indonesia dipenuhi dengan logo Asian Games ini, semua masyarakat menyambut dengan sukacita pesta olahraga ini.

Semua masyarakat ingin bisa menyumbangkan karya terbaiknya untuk Asian Games ini. Satu bentuk dukungan dari para musisi adalah adanya Konser Gelanggang Indonesia yang di gagas oleh Jayakarta Symphony Orchestra (JSO) pada hari Minggu 12 Agustus 2018 di Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki. Ini adalah salah satu dukungan dari musisi untuk para atlet yang akan bertanding di Asian Games. Selain atlet yang bertanding, JSO juga ingi mengapresiasi pahlawan olahraga yang sudah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, seperti Rudi Hartono, Ellyas Pical, Tiga Srikandi Panahan, dll. Di hari tuanya ada atlit yang kurang beruntung dengan kehidupannya, ini juga perlu perhatian dari masyarakat. Karena itu tema dari gelaran ini adalah “Pejuang, Selamat Bertanding”

Semoga Energy Of Asia ini akan memberikan semangat kepada para atlet kita yang akan bertanding di Asian Games dan juga para Pahlawan Olah raga kita. Indonesia tidak hanya bulutangkis yang bisa berbicara di tingkat dunia, sekarang panjat tebing, sprint 100 meter, catur semoga kedepan makin banyak atlet berprestasi.

JSO merupakan orkestra di bawah naungan Yayasan Jayakarta Nada Persada yang merupakan hasil dedikasi terhadap musik Indonesia dari Dedi Sjahrir Panigoro sebagai Pendiri dan Nathania Karina, penerima gelar Doktor of Musical Arts dari Universitas Boston yang mengambil peran selaku Direktur Musik, membina para pemusik muda berbakat Indonesia yang handal dan memberikan komitmen untuk menghasilkan karya musik yang tidak hanya profesional dan indah, namun juga memberikan sentuhan inspirasi.Dan khusus untuk gelaran konser Gelanggang Indonesia, JSO akan tampil dengan kolaborasi yang kuat dan apik dari Konduktor kondang Purwacaraka, juga Nathania Karina pun ikut berpartisipasi, bahkan juga tampil seorang Konduktor bintang tamu yang baru saja ditunjuk sebagai Direktur Musik Madison Academy of Music Singapore, Gevorg Sargsyan, seorang seniman yang menginspirasi generasinya sekaligus juga penerima Sir Georg Solti Award.

Dan khusus untuk gelaran konser Gelanggang Indonesia, JSO akan tampil dengan kolaborasi yang kuat dan apik dari Konduktor kondang Purwacaraka, juga Nathania Karina pun ikut berpartisipasi, bahkan juga tampil seorang Konduktor bintang tamu yang baru saja ditunjuk sebagai Direktur Musik Madison Academy of Music Singapore, Gevorg Sargsyan, seorang seniman yang menginspirasi generasinya sekaligus juga penerima Sir Georg Solti Award.

Konser ini akan dipimpin oleh tiga konduktor, salah satunya merupakan konduktor Internasional Gevorg Sargsyan, dua lagi Purwacaraka dan Nathania Karina. Jadi ada kolaborasi antara tiga konduktor. Sedangkan pengisi acara adalah Dira Sugandi, Giring Ganesha, Nesia Ardi, Yasashi Evelyn, Gabriel Harvianto, Sri Hanuraga, Aditya P. Setiadi dan Jakarta Youth Centre.

Hadir dalam Presscon di Menara CIMB , Mustain Sjadzali, Produser Eksekutif, Dedi Sjahrir Panigoro dan Nathania Karina menceritakan banyak mengenai Konser Gelanggang Indonesia. Bahwa pagelaran ini akan membawakan musik dari berbagai genre dengan orkestrasi sehingga akan menjadi pembeda dengan pagelaran launnya.

Bocoran lagu yang akan di bawakan antara lain adalah Padamu Negeri, Untukmu Indonesiaku, Medley Dari Sabang Sampai Merauke, Halo Halo Bandung, Maju Tak Gentar, Rayuan Pulau Kelapa, Bangun Pemudi Pemuda, Die Moldau Ma Vlast, Tanah Air, Indonesia Jaya, Carmina Burana, Wanita, Chariots of Fire, One Moment In Time, Bright As The Sun (Asian Games Theme Song), The Power of The Dream, We Are The Champion. Diakhir acara akan dinyanyikan bersama pengisi acara.

Jadi sangat tidak sabar untuk menanti tanggala 12 Agustus ini, yuk kita nonton pagelaran apik ini.

Advertisements

Potensi Jengkol Indonesia Ekspor ke Mancanegara

Tau jengkol, pete?

Pasti tau ya jenis makanan ini, walau agak malu mengakuinya. Karena makanan ini memang menebar bau kurang sedap, namun sebenarnya uenak banget deh. Kalo penasaran coba aja sendiri. Namun ternyata kedua makanan ini laku di mancanegara, dan tercatat eskpor yang unik dari Indonesia ini.

Ternyata potensi ekspor Indonesia itu sangat banyak sekali terlebih keragaman hayati Indonesia itu kedua setelah Brasil. Jadi jangan remehkan potensi ekspor Indonesia. Walaupun bau kurang sedap namun ternyata tercium harum mewangi dolar. Yessssss

Jadi ga usah malu lagi ngaku seneng jengkol dan pete ya, ini salah satu potensi Indonesia yang perlu dikembangkan biar makin banyak orang seneng jengkol. Ini potensi yang nyata dalam hal ketahanan pangan lokal. Sayah mah pencinta jengkol sejati, tau ini jadi lebih bangga atuh.

Itu baru dari tumbuhan belum lagi dari hewan yang punya potensi ekspor juga. Kira kira ada yang tau ga hewan apa? Kepo ga?

Domba dan kambing menjadi primadonanya, karena negara jiran membutuhkan sekitar 80.000 ekor. Tapi ada yang unik juga hewan yang di ekspor, yaitu tokek.

Hidup itu memang dinamis, bisa bergerak kemana saja dengan lincah. Sudah tahukah jika membawa hewan atau tanaman berpindah ke suatu lokasi perlu sertifikat dari badan karantina suatu negara atau wilayah?

Ada sekitar 121 Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan 693 jenis Organisme Penganggu Tanaman Karatina (OPTK) yang harus di cegah melalui Badan Karantina, karena semua jenis penyakit itu tidak ada di Indonesia. Jadi udah tau yah pentingnya Badan Karantina ini. Sip deh

Mungkin kita tidak pernah ngeh tentang hal ini. Padahal badan karantina ini usianya sudah lebih tua dari republik ini. 141 tahun, jadi pemerintah Hindia Belanda sudah perhatian terhadap masalah karantina ini, karena negara kita kedua yang paling kaya keragaman hayatinya setelah brasil.

Termasuk sayah belum tahu tentang UU karantina ini. Sabtu (30/6) blogger gathering bersama Badan Karantina. Jadi banyak pengetahuan baru tentang pentingnya Karantina.

Jadi mulai sekarang karena sudah tau tentang Badan Karantina, jadi bila membawa hewan atau tumbuhan segera minta sertifikatnya di bandara atau pelabuhan. Gampang kok prosesnya, tinggal datang lebih awal aja buat proses ini, jadi boardingnya tenang. Sehingga traveling jadi nyaman.

Selamat menikmati Indahnya Indonesiaku.