Mewujudkan Mimpi di Meet Me After Sunset

“..…. Jutaan Tahun Cahaya yang mungkin, harus dinamakan rindu sampai bertemu kembali.Vino

Sebelum Press Screening Film Meet Me After Sunset (MMAS) yang digelar hari Jumat (9/02) di CGV Grand Indonesia Jakarta Pusat. Sayah membaca buku catatan kecil yang ada di pojok CGV tanpa tahu maksudnya apa. Catatan itu pembuka tulisan ini. Namun setelah menyaksikan filmnya ternyata itu merupakan buku catatan harian Gadis. Ternyata memoribilia dari film tersebut yang menghiasi pojok CGV menyambut Press Screening ini. Dari catatan tadi kelihatannya bakal ada kisah romantis anak remaja. Ada pepatah ketika jatuh cinta siapapun bisa berpuisi.

Imajinasi sayah pun berkelebat melihat pojokan itu, ada lilin, wortel, catatan harian, dan baju Tudung Merah yang dipakai Gadis. Saya seperti mencari benang merah dari memoribilia ini, namun sampai masuk studio belum menemukan jawabannya. Dan di Backdrop pemeran utama menggunakan pakaian astronot, ini makin bikin pening kepala sayah.

Tapi ga usah dipikirin lebih lanjut kali yah, mending kita nikmati jalan ceritanya MMAS ini sampai tuntas biar ada jawabannya.

Setelah masuk dan layar di buka, Badan Sensor meloloskan film ini dengan kriteria 13 tahun ke atas. Ini makin bikin sayah pening, kok ada drama remaja buat konsumsi anak SMP. Mau diajarin apa anak anak itu?

Setelah melewati adegan demi adegan ternyata mulai terjawab benang merah dari pojokan tadi. Ceritanya memang mengalir begitunsaja dan banyak kejutan di ending filmnya. Dan kenapa Badan Sensor meloloskan 13 tahun ke atas, sayah tidak melihat adegan yang kontak fisik antara Vino dan Gadis, maupun Gadis dan Bagas. Dan ini sangat berbeda dengan film genre drama remaja. Legalah sayah

Kisah ini diawali dengan kesalnya Vino (Maxime Bouttier) karena harus pindah ke Ciwidey dari Jakarta. Namun kekesalan ini tidak berlangsung lama, setelah bertemu Perempuan bertudung merah dalam gelapnya malam, dan itulah Gadis (Agatha Chealse). Di antara Vino dan Gadis ada Bagas (Billy Davidson) yang sahabat dari kecil Gadis yang selalu menjadi pelindung Gadis.

Konflik yang di bangun dari tiga karakter itu sehingga membuat cerita lebih hidup. Yang menarik dari MMAS ini visualisasi nya sangat bagus tidak harus dengan adegan kontak fisik. Namun kekuatan dari cerita ini yang di bangun. Biar ga penasaran nanti nonton aja ya

Bagi sayah peran Dadang (Yudha Keling) mencuri perhatian dengan logat sunda yang kental dan bodornya itu.

Film besutan MNC Pictures ini akan mulai tayang tanggal 22 Februari di Seluruh Indonesia. Ada satu pesan yang sangat kuat dari MMAS ini tentang berbagi untuk mewujudkan mimpi atau cita cita itu tidak harus menjadi hebat dulu. Siapapun bisa berbagi dengan yang dimilikinya.

Semoga Film Indonesia bisa menjadi Tuan Rumah di negeri sendiri.

Advertisements

10 thoughts on “Mewujudkan Mimpi di Meet Me After Sunset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s