Ketika Selfie Menjadi Tren

Penonton Mega Konser 3 Tahun OPPO ber-selfie dengan Background panggung (📷 by Kang Dudi)

Dunia fotografi berkembang dengan sangat pesat terlebih dengan hadirnya smartphone alias handphone yang bisa digunakan motret. Seiring dengan itu hadir genre baru fotografi, yaitu selfie atau swafoto, saya lebih sering menyebutnya sebagai foto 45 Derajat. Pada dasarnya manusia memang ingin eksis atau merasa dihargai dalam kehidupan sosial, melalui media inilah salah satu bentuk eksis bisa terpenuhi. Ini menjadi salah satu yang bisa cara untuk mewujudkan mimpi. 

Walaupun kita melakukan solo travelling atau jalan sendiri, tetap bisa eksis dengan bantuan HP plus tongsis. Namun tidak mudah juga untuk membuat foto selfie yang bagus, perlu pengetahuan tentang bagaimana komposisi yang baik dan benar. Bagaimana menempatkan Background dalam sebuah foto, sehingga bisa enak di lihat. Dan berharap bisa menjadi viral di sosial media.

Reza Rahadian dan kawan2 berselfi ria (📷 by Kang Dudi) 

OPPO produsen smartphone yang terkenal dengan tagline “Selfie Expert” merubah istilah smartphone menjadi cameraphone, dengan menonjolkan  feature kamera depan yang sangat mumpuni untuk membuat foto selfie. Bahkan seri F1s sangat di terima oleh pasar di Indonesia. Sejak diluncurkan bulan Agustus 2016 cameraphone yang satu ini laku bak kacang goreng di pasar Indonesia.

Kang Dudi pun ga mau kalah, saatnya ber-selfie tralalala (📷 by Kang Dudi)
Ditambah marak sosial media yang berbasis foto, makin lengkaplah sarana untuk bisa eksis. Siapapun orangnya jika membuat foto selfie yang out of the box tentu akan menjadi viral di dunia maya. Sekarang siapapun bisa dengan mudah membuat foto selfie yang bagus. Dengan kamera depan 16 MPixel tentu akan membuat foto menjadi lebih kinclong.

Bahkan ketika kita travelling, kita tentu akan berselfie ria sebagai bukti pernah berada ditempat itu. Namun terkadang kita egois dengan selfie ini karena objek wisata yang kita kunjungi tidak terlihat jelas di foto, hanya ada muka kita saja. Jadi untuk fotografi 45 derajat ini juga memerlukan skill biar foto menjadi enak dipandang tidak di dominasi muka kita saja. Sehingga tempat wisatanya pun bisa terlihat jelas tidak sekedar wajah kita.

Tempatkan lah muka kita di antara ikon objek wisata atau tempat yang kita kunjungi. Secara komposisi foto selfie kita akan sedap dipandang mata. Dan ini akan menjadi daya tarik tersendiri jika menjadi foto pendamping di blog.

Dengan modal F1s sudah lebih dari cukup, selfie akan menjadi kegiatan yang sayang untuk dilewatkan begitu saja. Seperti acara Mega Konser kemarin, hampir semua orang melakukan selfie di acara itu dengan berbagai kreasi masing masing. Di area manapun pasti lihat orang selfie ataupun wefie sehingga keriaan konser terasa juga di dunia maya. 

Saya sudah Selfie, kamu kapan? (📷 by Nurkholis)

Saya sudah selfie hari ini, kamu kapan?

Jakarta, 27 November 2016

Kang Dudi

Advertisements

Mega Konser 3 Tahun OPPO di Indonesia

Penampilan Psy dari Korea di Konser 3 tahun OPPO (📷 by Kang Dudi)

Beberapa tahun sebelumnya belum ada istilah selfie atau swafoto, namun sejak marak cameraphone genre fotografi 45 derajat menjadi marak sekali. Terlebih jika datang ke lokasi wisata baru pasti tidak lepas berfoto 45 derajat sendiri atau bersama teman.
Kemarin mendapat undangan menghadiri OPPO Selfie Fest di ICE BSD Tangerang untuk menghadiri Mega Konser 3 Tahun OPPO hadir di Indonesia. Hadir dengan tagline “Selfie Expert” benar mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia atau riset mengenai kebiasaan masyarakat Indonesia digunakan dalam pembuatan sebuah produk.

OPPO F1s
Raisa di Karpet Merah sebelum tampil (photo Kang Dudi)
Mega konser kali ini memperkenalkan Brand Ambasador terbarunya, yaitu Raisa musisi Indonesia yang sedang hit. Tampak hadir semua Brand Ambasador diantaranya Reza Rahadian, Robby Purba, Chelsea Island, Isyana Sarasvati. Dan yang membuat pecah Mega Konser ini dengan hadirnya Psy dari Korea yang terkenal dengan Gangnam Style-nya. Konser juga dimeriahkan oleh Cakra Khan, Geisha dan Maliq D’esensial Band. Konser ini juga disiarkan secara langsung di Net TV, salah satu bentuk terima kaaih kepada konsumen yang telah loyal membeli produk OPPO sehingga ada acara keren seperti ini. Sangat jarang brand memanjakan para konsumen, dealer dan yang terkait dengan pemasarannya.

Acaranya Pecah …….

Waktu menjelang senja para O-fans sudah memadati ICE menunggu kedatangan artis yang akan perfomance di panggung 3 tahun OPPO. Artis melewati karpet merah dan melakukan tandtangan di Hall Of Fame serta berfoto sebelum memasuki gedung. Tepat pukul 20.00 mega konser di mulai dan sudah membuat heboh O-fans. 

OPPO F1s
Penonton Antusias Selfie di Konser OPPO 3 tahun (Photo Kang Dudi)
Acara diakhiri penampilan Psy dari Korea yang membikin makin pecah konser ini. Psy membawakan tiga buah lagu yang diakhiri dengan Gangnam Style, ini membuat puncak dari konser ini.

Pesan dari CEO OPPO Indonesia Ivan Lau “Bagi kami, konsumen prioritas teratas. Kami selalu berusaha untuk memahami konsumen Indonesia dan memenuhi peemintaannya. Terima kasih sudah mengiringi perjalanan kami selama tiga tahun ini.”

Jakarta, 25 November 2016

Kang Dudi

Bakrie Tower Vertical Run 2016

BTVR 2016
Seorang peserta BTVR 2016 sedang berlari menuju lantai 48 (Photo Kang Dudi)
Olahraga lari sudah menjadi sebuah olahraga yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, bahkan lomba lari yang beresiko tinggi mempunyai pengemarnya tersendiri. Seperti lari Ultra Marathon sekarang banyak peminat untuk mengikutinya.

Dalam rangka hari Pahlawan,  Bakrie Tower dan Hotel Aston Rasuna sepakat menginisiasi sebuah program perlombaan lari. Program ini berupa perlombaan lari vetikal menaiki anak tangga dalam Gedung Bakrie Tower dari lantai dasar sampai puncak Rooftop total 50 lantai, untuk itu program ini diberi nama Bakrie Tower Vertical Run (BTVR) 2016. 

BtVR 2016
Semua peserta di tes kesehatan sebelum start (Photo Kang Dudi)
BTVR 2016 akan diawali dengan latihan  yaitu “ Coaching Clinic” oleh  Aki Niaki atlet Pelari dan juga salah satu pendiri Indorunner yang aktif menghidupkan komunitas lari di bandung maupun di Indonesia dan dilanjutkan dengan  Hendra Wijaya,  Beliau adalah salah satu pelari yang berprestasi sebagai finisher Indonesia pertama pada perlombaan Marathon 566 K di kutub utara. Diharapkan dengan adanya choaching clinic ini para peserta akan mendapatkan tambahan pengetahuan khususnya dalam teknik berlari. Karena dalam lari vertikal  mempunyai tantangan dan resiko yang sangat tinggi dan dibutuhkan tehnik dan stamina prima bagi para pelari. 

Tetap semangat walau kondisi hujan (Photo Kang Dudi)

Mengingat BTVR 2016 untuk yang pertama kalinya diselenggarakan, maka peserta lomba dibatasi dan hanya diperuntukkan untuk maksimum 100 peserta. Berdasarkan info yang diterima oleh panitia penyelenggara respon dari calon peserta  sangat baik dengan antusias untuk mengikuti BTVR 2016.  

Pada saat perlombaan berlangsung disediakan refreshment untuk memenuhi kebutuhan tenaga para pelari. Setelah mencapai titik puncak (finis), para pelari berkumpul di Rooftop untuk pengumuman  pemenang dan dilanjutkan sesi foto-foto dan foto bersama dengan Anindya N Bakrie.

Muhammad Isa selaku Race Director sekaligus  pembuat  konsep lomba lari vertikal ini sangat senang dengan terselenggaranya acara ini terlebih lagi dari hasil kerja sama kawasan Rasuna khususnya Bakrie Tower sebagai tempat penyelenggara dan juga yang tidak kalah penting pihak Epicentrum yang masing-masing memegang peranan penting guna kesuksesan program acara perlombaan.

BTVR 2016
Pemenang BTVR 2016 Male and Female Catagory (Photo Kang Dudi)
Pemenang lomba lari katagori pria dengan catatan waktu 6.29 menit diraih oleh Ferry Junaidi dan catatan waktu tercepat untuk katagori wanita di raih oleh  Qurratul Farid dengan waktu 9.33 menit

Sekilas Bakrie Tower Vertical Run 2016 bisa di lihat di youtube.

Jakarta, 11 November 2016

Kang Dudi

Indah : Hadiahnya akan bikin Pusara Ayah

“Menjadi Yatim bukan tidak ada harapan, namun awal menjadi Hebat”
Contoh nyata yatim sukses adalah Rasulullah, Takdir manusia memang sudah digariskan masing masing, menjadi yatim juga merupakan takdir yang harus dijalani. Harapan seperti pupus ketika sang penjemput rejeki di panggil Allah SWT. Dan ini menjadi kelompok rentan putus sekolah, semoga dengan hadirnya Yayasan Yatim Mandiri bisa menjadi satu solusi untuk para Yatim. Tidak hanya bisa sekolah saja namun bisa menjadi bibit unggul dan melanjutkan ke Perguruan Tinggi.

Mentri Sosial membuka Olimpiade Genius di Pusdiklat Kemensos Jakarta (Photo Kang Dudi)
Tanggal 4-6 November 2016 diadakan Olimpiade Genius Nasional yang digelar Lembaga Amil Zakat Nasional Yatim Mandiri bekerja sama dengan Mandiri Amal Insani. Acara digelar di Balai Diklat Kemensos, di sekitaran Radio Dalam, Jakarta Selatan. Peserta datang dari 40 daerah dari seluruh penjuru Indonesia.
Mereka datang dengan niat sama, mengikuti aksi untuk menyelamatkan masa depan Indonesia. Mereka ingin ke depan bisa hidup lebih mandiri. Dengan bekal ilmu pengetahuan yang baik.
Sebagian besar ternyata belum pernah datang ke Jakarta. Baihaqi (12) dan Bayu (11), misalnya. Mereka mengaku senang sekali mengikuti kegiatan  ini.
Begitu juga bagi Ananda Yuli Rahmawati (11), peserta dari Kulon Progo, Yogjakarta juara harapan 2 ini. “Saya senang ikut kegiatan ini. Saya jadi tambah teman dan pengetahuan, ” kata anak tukang jahit yang bercita-cita jadi guru ini.

Suasana semifinal Olimpiade Genius (Photo Kang Dudi)
Menurut Hendy Nurrokhmansyah, Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Yatim Mandiri, para peserta usia SD ini merupakan hasil seleksi nasional yang diikuti oleh 3.766 siswa dari 318 Sanggar Genius (semacam rumah belajar bersama anak yatim dhuafa) binaan Yatim Mandiri di seluruh Indonesia.

Menteri Sosial Khofifah Indra Parawansa hadir pada pembukaan acara Olimpiade Genius ini pada hari Sabtu (5/11). Pemerintah merasa terbantu dengan adanya program seperti ini dari Lembaga Amil Zakat.
Selain berlomba peserta juga dibekali dengan edutrip ke beberapa lokasi di Jakarta sehingga menambah pengalaman mereka.

Untuk Olimpiade Genius ini, dari 80 peserta yang menjadi Juara pertama adalah Indah dari Jakarta, kedua Dimas dari Jogja, ketiga Batul dari Kediri dan Juara Harapan pertama Ananda dari Jogja dan Harapan Dua Arifin dari Jombang. Selain piala pemenang juga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 7.500.000 untuk Juara Pertama. Ketika di tanya untuk apa hadiah yang diberikan kepada Indah, “Untuk bangun pusara Ayah” jawabnya.

Dari Yatim Mandiri hadir H. Nur Hidayat, MM, Ketua Dewan Pembina, dan beberapa pimpinan lain. Hadir pula Ketua Mandiri Amal Insani Foundation, Tedy Nurhikmat.
“Yatim Mandiri ingin anak-anak yatim dhuafa bisa merasakan pergaulan lebih luas, memiliki pengalaman berkompetisi secara sehat dan berprestasi. Ini bekal buat mereka bisa hidup lebih mandiri” jelas Hendy.
Jakarta, 6 November 2016

Kang Dudi