Screening Serial Man With A Plan dan The Odd Couple

Hari Senin (10/10) blogger dan media di undang untuk screening serial terbaru dari RTL CBS Entertaiment yang akan tayang pada bulan Oktober ini. Bertempat di Bonobo Cafe di bilangan Sudirman Jakarta. Dalam screening kali ini ada dua serial film yaitu Man With A Plan dan The Odd Couple.

Film serial Man With A Plan ini durasi tayang 30 menit, dan tayangan perdana akan disiarkan  di RTL CBS Entertainment pada tanggal 28 Oktober jam 8 malam. Untuk wilayah Indonesia bisa disaksikan di Transvision saluran 205 (HD) dan K. Vision saluran 22.

Dulu ada serial televisi yang sangat populer, yaitu Serial Friends. Masih ingatkah dengan pemeran Jody Tribbiani di serial itu? Jika masih ingat …. dia adalah Matt LeBlanc, dia akan kembali mengisi film serial Man With A Plan ini. Sudah tidak diragukan aktingnya, karena pernah menyabet Golden Globe Award.

Di serial ini Matt berperan sebagai Adam, seorang kontraktor yang Istrinya  memilih bekerja kembali setelah 13 tahun di rumah, sehingga Adam lebih banyak menghabiskan waktu bersama ketiga anaknya di rumah.

Bintang film independen Charlie’s Angels ini bermain sangat bagus di serial Man With A Plan tersebut, terutama saat menghadapi tingkah ketiga anaknya.

Man With A Plan turut dibintangi oleh Liza Snyder sebagai Andi, Grace Kaufman sebagai Kate, Matthew McCann sebagai Teddy, Hala Finley as Emme, Jessica Chaffin sebagai Marie, Diana Maria Riva sebagai Mrs. Wannamaker dan Matt Cook sebagai Lowell.
Selain serial Man With A Plan, RTL CBS Entertainment juga meluncurkan The Odd Coupel season 3 yang siap tayang bulan Oktober ini.
The Odd Coupel sendiri menceritakan tentang Oscar Madison yang di perankan oleh Matthew Perry. Yang mengundang teman kuliahnya, Felix Unger yang diperankan oleh Thomas Lennon, untuk pindah ke apartemennya setelah dia gagal mempertahankan pernikahannya. 
Meski mereka sangat bertolak belakang dan begitu banyak perbedaan yang membuat mereka berseteru, namun akhirnya pasangan yang saling tidak cocok ini setuju bila mereka bisa saling membantu. Dan entah bagaimana hal gila tersebut bisa berhasil dan terus berlanjut hingga season 3 ini.
Akankah kedua sahabat ini menemukan cinta impiannya masing-masing sambil saling mencoba menyesuaikan perbedaan-perbedaan diantara mereka?
The Odd Coupel di bintangi oleh Matthew Perry sebagai si jorok Oscar Madison, Thomas Lennon sebagai Felix Unger, Emily oleh Lindsay Sloane, Teddy  oleh Wendell Pierce dan si cantik Yvette Nicole Brown yang berperan sebagai Dani.

So, don’t mis it. Tonton keseruan mereka tanggal 21 Oktober 2016 pada jam 8.30 malam di RTL CBS Entertainment.

Advertisements

Gathering Serempak : Perempuan Tiang Negara

 

Photo : Satto Raji (sumber Twitter)
Tanggal 27 Oktober 2016 kemarin saya di undang menghadiri Gathering Serempak di Kampus Binus di FX Plaza lantai 6 dengan seratus blogger, bertepatan juga dengan hari Blogger. Jadi sangat istimewa hari blogger diperingati dengan Gathering Blogger, membahas tentang The Power Of Content.

Sesi pertama yang menjadi pembicara adalah Ibu Ratna Susianawati, asisten Deputi Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Program penting dari KPPPA ini berupa 3 end (plus), yaitu Akhiri kekerasan pada perempuan dan anak,  hentikan perdagangan manusia, akhiri kesenjangan ekonomi perempuan dan plusnya adalah meningkat prosentase perempuan dalam bidang politik.

Ibu Ratna Susianawati photo by Kang Dudi
Wanita Tiang Negara

Menurut Maman Suherman atau lebih di kenal Kang Maman, bahwa wanita cantik itu tidak hanya di ukur karena K U R U S, tapi kecantikan bisa dilihat juga dari Otaknya alias pemikirannya bukan sekedar fisik saja. Karena wanita itu merupakan tiang negara. Kang Maman bercerita tentang wanita paling kuat adalah Cut Nya Dhien terkenal dengan ungkapannya “Perempuan Aceh di larang meneteskan air mata untuk seorang yang mati syahid” ini diungkapkan kepada anaknya ketika Teuku Umar wafat.

Ibu Inna R Muwani dan Kang Maman Suherman photo by Kang Dudi
Kekerasan terhadap perempuan dan anak justru sangat siginifikan sekali terjadi di lingkungan kita. Pelaku biasanya orang yang sangat dekat di lingkungan kita. Kasusnya makin lama makin mengunung  saja karena korban tidak mau lapor kejadiannya ke polisi. Banyak pertimbangan untuk tidak lapor kepada polisi. Dan kasus ini seperti gunung es, banyak yang belum terungkap.

Kang Maman mengajak para Blogger untuk bisa menyuarakan tentang perempuan dan anak ini. Ini bukan masalah perempuan saja, namun ini merupakan masalah kemanusiaan.

Ina A Muwarni photo by Kang Dudi
Nah untuk mengangkat masalah ini blogger juga harus bisa meningkatkan kompetensinya dalam era seperti sekarang ini. Ibu Ina A Muwarni dari Binus University membahas bagaimana blogger membangun brandingnya.

  • Kenali audience
  • Konsisten terhadap tema dan bangun personalit
  • pilih nama blog
  • pilih warna, font, logo dan tagline
  • selalu gunakan gambar.

dijelaskan bagaimana blogger harus membangun personality, karena teekait yang sangat pribadi sekali. “Manusia mati meninggalkan Blog, Blogger mati meninggalkan tulisan.” Jadi kira kira seperti itu, setelah jadi bagaimana supaya tulisan itu banyak di lihat orang. Tulisan itu punya takdir masing.masing, akan mwmbawa kebaikan kemana saja sudah digoreskan oleh Allah.

Ani Berta aktivis sosial media photo by Kang Dudi
Setelah Ibu Inna, Teh Ani Berta aktivis sosial media dan Sekjen Iwita. memberikan paparan tentang bagaimana blogger membangun reputasi dengan tulisan berkwalitas, orisinal tanpa copas. Untuk reportase kegiatan cukup dengan 5W 1H saja tidak perlu panjang tulisannya. Agar tulisan lebih berkarakter bisa ditambahkan.

  • Data
  • wawancara
  • verifikasi
  • laporan
  • dokumwntasi pwndukung foto, video, infografis
  • Opini logis

Bisa mengajak orang untuk bergerak.

Dengan tulisan berkarakter akan mudah di ingat oleh orang lain dan rejeki akan mengalir seperti aliran sungai. Aamiin…….

Para pembicara The Power of Content. Photo by Kang Dudi
Gathering kali ini isinya daging semua, rasanya waktu sangat kurang sekali.

Menolak Lupa Sejarah

Jangan pernah putus asa, karena selalu ada pelangi setelah hujanRA Kartini

Musikal Khatulistiwa
Pendukung Musikal Khatulistiwa dan undangan Behind The Scene-nya (photo : Kang Dudi)

Tahu foto ? Menurut saya foto itu adalah sejarah yang paling otentik. Ketika shutter di pencet maka tercipta sejarah. Minimal sejarah kehidupan kita pribadi yang terdokumentasikan dalam sebuah foto. Momen sejarah tidak dapat tergantikan waktunya, namun momen itu akan berulang kembali suatu saat. Lho kok jadi ngomongi foto yah? Tapi tenang aja masih ada kaitannya kok. Foto di atas sekarang sudah menjadi sejarah dari perjalanan Drama Musik Khatulistiwa, karena sudah dibekukan oleh kamera, namun momen itu dapat berulang kembali ketika setelah pentas di bulan November nanti berfoto bersama lagi. Momen sama waktu berbeda, ini yang di maksud bisa di ulang.
Sejarah itu akan berulang kembali, sehingga mempelajari sejarah adalah sebuah kemestian bagi generasi penerus bangsa. Sejarah itu yang bisa berdampak besar di masyarakat. Siapakah yang punya sejarah itu ? Pemerintah, penguasa atau siapa? Kita semua bisa menciptakan sejarah kita masing masing. Sejarah landasan untuk bergerak di masa depan demi anak cucu kita, dengan melawan lupa sejarah. Anak cucu kita belajar banyak tentang sejarah bangsanya.

Ben seorang pemain dari Drama Musikal Khatulistiwa (photo Kang Dudi)

Beruntung saya bisa melihat secara langsung proses latihan Drama Musikal Khatulistiwa ini, hari selasa (18/10) kemarin. Dan mendapatkan pencerahan tentang proses produksi pagelaran ini secara langsung dari Produser, Sutradara, Komposer, Penata Kostum bagaimana rumitnya sebuah produksi pementasan. Pementasan 2,5 jam saja namun persiapan latihan dan lain lain bisa sampai dengan lima bulan.

Ada rasa rindu ketika melihat proses latihan kemarin, beberapa tahun ke belakang menjadi keseharian mengurus sebuah pementasan. Jadi sangat terbayang sekali bagaimana sulitnya mengatur jadwal dan lain lain. Rindu berproses kreatif seni. Melihat 100 orang talenta seni berlatih serius, memberikan secercah cahaya untuk kemajuan Indonesia. Terlebih cerita yang di angkat merupakan cerita Pahlawan Indonesia, sehingga kita bisa belajar banyak dari pahlawan pahlawan itu. Sejarah Indonesia ada di tangan anak muda sekarang. Belajar sejarah dengan cara yang berbeda dan tidak bikin ngantuk.

Musikal Khatulistiwa
Ade Firman Hakim dan Asep Kambali ( Photo : Kang Dudi)

Dalam pementasan ini melibatkan sejarahwan Asep Kambali, sehingga naskah dan karakter tokoh disesuaikan dengan zaman ketika cerita ini terjadi. Menurut Kang Asep, banyak sekali film sejarah yang gagal dalam penokohan pahlawan dalam sebuah film. Mudah mudahan setelah pulang nonton drama ini, akan lebih kuat lagi ingatan terhadap para pahlawan Republik ini. Dan yang paling pentin akan berdampak lebih besar bagi masyarakat Indonesia. Para undangan Behind The Scene kemarin diberikan pencerahan tentang sejarah negeri ini oleh Kang Asep.

Musikal Khatulistiwa
Peserta workshop dari Pelajar dan Mahasiwa antusias mendengar penjelasan ( Photo : Kang Dudi)

Tetes keringat para pemain dalam proses menghafal naskah, latihan berbulan bulan merupakan sebuah perjuangan untuk memperkenalkan pahlawan Indonesia buat anak cucu kelak. Waktu yang digunakan pasti menyita waktu pribadi dari para pemain. Semoga langkah langkah kecil ini akan menjadi sebuah inspirasi untuk berbuat kebaikan.

Seminggu dua kali latihan mulai dari pukul 05.00 sore sampai 23.00. Terbayang bagaimana capenya mereka mengatur waktu dengan aktivitas masing masing. Mungkin menjelang hari H pementasan akan lebih rapat lagi intensitas latihannya. Kita doakan para pemain dan tim produksi diberikan kesehatan sampai selesai pementasan.

Musikal Khatukistiwa
Melvi Tampubolon salah seorang produser pentas ini ( Photo Kang Dudi)

Jika penasaran dengan drama ini akan seperti apa nantinya, ada bocoran sedikit yang bisa di tonton oleh sahabatku semuanya. Di sini  bisa intip dikit tentang pementasan tanggal 18 -20 November di Teater Jakarta TIM. Ada Sita Nursanti personel RSD, Rio Dewanto, Rifnu Wikana dan beberapa artis yang ikut dalam pementasan kali ini.

Selamat menikmati Sejarah, melawan lupa sejarah Indonesia.

Jakarta, 19 Oktober 2016

Kang Dudi

Sudah Tahu Indonesia Produsen South Sea Pearl Terbesar Di Dunia?

Mutiara (photo : Kang Dudi)

Tahun 90-an pernah hit lagu lama yang di daur ulang oleh Yuni Shara, pasti deh pada ingat lagu apa? Yah, betul Mutiara Yang Hilang. Lagu yang sangat enak di telinga ini sangat populer sekali. Yang akan saya ceritakan sekarang bukan tentang lagunya, namun yang akan saya ceritakan tentang Mutiara Laut Selatan atau Indonesian South Sea Pearl. Apa itu Mutiara Laut Selatan itu ?  Mutiara Laut Selatan adalah mutiara yang didapatkan dari kedalaman laut, lebih mudah laut yang berada di bawah garis Lintang Selatan.Sepanjang laut yang di bawah Garis Lintang Selatan itulah tempat produksi mutiara ini, Indonesia sebagai salah satu produsennya ada juga beberapa negara penghasil mutiara ini. Makanya sering ada yang bilang mutiara laut selatan. Ternyata mutiara laut dalam di Indonesia menjadi sebuah anugrah. Dengan luas wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan yang sangat luas sekali. Terhampar dari Sabang sampai Merauke laut di negeri ini. Dan Indonesia menjadi produsen terbesar mutiara di dunia ini, khususnya untuk mutiara laut selatan. Namun kebesaran mutiara Indonesia belum dirasakan oleh rakyat Indonesia, masih banyak yang belum  mengenal mutiara Indonesia ini, bahkan Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Kementrian Kelautan dan Perikanan  (KKP) mengenal mutiara di Amerika. Jadi seperti lagu yang didendangkan Yuni Shara nasib mutiara Indonesia. Potensi yang besar namun belum dikelola dengan baik, sehingga mutiara laut selatan tidak dikenal oleh rakyat Indonesia sendiri. Pastinya ada sesuatu yang harus dibenahi agar mutiara menjadi raja di negeri sendiri. Apakah memang kendala harga mutiara yang sangat tinggi sehingga tidak populer di Indonesia? Atau ada hal lain yang menjadi sebab, ini harus cari solusinya. Suatu hari nanti Indonesia South Sea Pearl harus menjadi salah satu mutiara yang di cari di dunia.

Photo Kang Dudi
Di dalam pasar dunia ada Empat jenis mutiara yang terkenal, yaitu :

  1. Mutiara Laut Selatan ( South Sea Pearl)
  2. Mutiara Air Tawar ( Fresh Water Pearl)
  3. Mutiara Akoya ( Akoya Pearl)
  4. Mutiara Hitam (Black Pearl)

Untuk produsen South Sea Pearl di dunia salah satu Indonesia, Australia, Filipina dan Myanmar dengan produksi sekitar 10-12 ton per tahun, dan suplai terbesar dari Indonesia sekitar 50%nya. Untuk Fresh Water Pearl, China menjadi produsen terbesar dengan kapasitas produksi 1.500 ton per tahun. Untuk Akoya Pearl, produsen terbesar Jepang dan China dengan kapasitas produksi sebesar 15-20 ton per tahun. Dan untuk Black Pearl, negara Tahiti menjadi produsen terbesar sebanyak 8-10 ton per tahun. 

Proses menjadi sebuah mutiara itu tidak sebentar memakan waktu dua sampai empat tahun dan tergantung dengan alam dan makanan yang tersedia.Terus terang saya baru tahu untuk satu mutiara butuh waktu Empat tahun, jadi wajar jika mutiara ini mahal, karena produknya terbatas. Dan tidak semua bisa bulat hasilnya, namanya juga proses alami jadi bisa tidak sempurna. Dengan rentang waktu yang panjang untuk proses panen, menjadikan mutiara sebuah produk yang ekslusif.
Potensi ekonomi dari mutiara laut selatan ini sangat besar, tinggal para pelaku usaha, dan pemerintah bahu membahu untuk mempromosikan produk unggulan dari Laut Indonesia ini ke dunia Internasional. Dari segi produksi sudah sangat bisa di terima oleh pasar Internasional, tinggal pemasaran yang terintegrasi sehingga semua senang.

Mutiara Bagus bisa di lihat dari  beberapa faktor, diantaranya :

  1. Bulat Sempurna
  2. Kilau
  3. Halus permukaan
  4. Warna hanya Putih, Gold dan Pinkies
  5. Ukuran, antara 9-22 mm
  6. Harga

Enam faktor di atas yang mempengaruhi bagus tidaknya sebuah mutiara, khusus mutiara laut selatan warna hanya ada putih, gold dan pinkies dan ini yang menjadi keistimewaan dari mutiara ini. Berbeda dengan mutiara air tawar yang bisa diwarnai dengan warna apa saja. Jadi jika melihat mutiara dengan warna selain putih, gold dan pinkies sudah dapat dipastikan itu mutiara air tawar. Dan warna mutiara itu tidak bisa berubah sampai kapanpun, jika putih akan tetap putih sepanjang masa.

Ibu Mentri Susi Pudjiastuti memberikan Sambutan dalam Pre Event IPF 2016. (Photo Kang Dudi)

Salah satu upaya mempromosikan mutiara laut selatan ini diadakan 6th Indonesian Pearl Festival (IPF) 2016 yang akan diadakan pada tanggal 9-13 November 2016 di Lippo Mall Kemang Jakarta Selatan. Dan ini merupakan ajang pameran terbesar tentang mutiara laut selatan di Indonesia. Acara ini bisa menjadi satu solusi untuk memperkenalkan mutiara laut selatan kepada khalayak ramai. Dan semoga mutiara bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Selain menjadi tempat pameran, kegiatan IPF ini, ada juga lelang mutiara mutiara terbaik. Dan juga ada beberapa lomba yang bisa diikuti oleh masyarakat seperti lomba Desain Perhiasan Mutiara, Lomba Fotografi di Instagram dan Lomba Blog. Adapun deadline dari lomba ini adalah tanggal 24 Oktober 2016, jadi masih ada kesempatan untuk ikut lomba. Jadi tunggu apalagi, cepat nulis dan motret untuk bisa berpartisipasi dalam lomba ini. Semoga langkah langkah ini bisa menjadikan Mutiara Laut Selatan primadona baru dari Indonesia.

Rabu (12/10) hadir Menteri KKP Ibu Susi Pudjiastuti, memberikan sambutan dalam Pre Event IDF 2016 ini. Melakukan dialog langsung dengan para pelaku usaha yang terkait dengan mutiara.

Ayo kita dukung terus Indonesian South Sea Pearl
Kang Dudi

30 Menit Yang Berarti

dr. Lily S Sulistyowati, MM (Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes (photo : Kang Dudi)

Sudah tahu bahwa tiga penyebab kematian yang terbesar di dunia salahsatunya adalah penyakit kencing manis atau diabetes. Tiga terbesar silent killer di dunia setelah stroke, jantung adalah diabetes. Peningkatan penyandang diabetes dari tahun ke tahun semakin banyak, tahun 2015 ada 415 juta penyandang diabetes di dunia. Kenaikan sangat signifikan dari tahun 1980-an sekitar 108 juta penyandang artinya sudah 4X lipat kenaikan penyandang diabet ini.

Blogger antusias bertanya tentang diabetes (photo : Kang Dudi)

Diabetes dikatagorikan sebagai penyakit tidak menular, artinya sangat mungkin dilakukan pencegahan terhadap resiko yang dihadapi. Terkadang orang yang terkena diabet tidak sadar bahwa ia penyandang diabet, karena memang tidak seperti penyakit lainnya. Hal yang paling baik adalah  cek kesehatan secara berkala. 

Penyakit diabet ini memang tidak dapat disembuhkan secara total, namun bisa dikendalikan dengan baik jika pola hidup kita juga baik. Penyandang diabet bisa makan apa saja tanpa pantangan namun ingat jumlahnya saja, artinya jika dalam batas wajar boleh saja. Dunia digital seperti sekarang ini membuat ‘mager‘ alias malas gerak karena semua sudah bisa diselasaikan melalui jari. Sehingga membuat antara input dan output tidak seimbang, banyak makan dan kurang gerak sehingga terjadi penumpukan dalam tubuh. Nah, kadang kita banyak makan dan kurang gerak, seharusnya berimbang sehingga bikin sehat.

Data meningkatnya pertumbuhan penyandang diabetebes ini sangat meningkat tajam. Perlu disosialisasikan tentang penyakit ini dan penangulangannya. Penyakit diabet ini sangat berbeda  dengan penyakit lainnya. Banyak penyandang diabet yang tidak sadar dengan penyakitnya ini.  Penyakit ini tidak bisa disembuhkan total, namun sangat bisa untuk dikendalikan dan di cegah. Mencegah penyakit memang lebih baik, namun ketika sudah sakit bisa diobati untuk mencari kesembuhan.

Ada beberapa faktor perilaku yang menjadi penyebab terjadinya diabetes, diantaranya :

  1. Kurang aktivitas fisik
  2. Usia kurang dari 15 tahun yang merokok
  3. Usia kurang 10 tahun, kurang konsumsi buah dan sayur
  4. Usia kurang 10 tahun minum minuman beralkohol.

Itu beberapa hal yang harus dikurangi bahkan dihindarkan untuk menuju hidup sehat. Yang sangat mungkin kita kerjakan adalah memperbanyak aktivitas fisik, baik itu di rumah ataupun di tempat kerja. Aktivitas fisik bukan hanya olahraga saja, namun bisa juga aktivitas keseharian kita. Karena sekarang semua sudah selesai di jempol sehingga aktivitas fisik berkurang. Komitmen menyediakan waktu 30 menit sehari akan menjadi sangat berarti bagi kehidupan kita.

Cukup kita luangkan waktu 30 menit sehari untuk membiasakan aktivitas fisik ini. Karena dengan pembiasaan ini, akan menjadi kebiasaan yang sangat baik. Dan ini sangat berarti untuk pola hidup sehat di masa depan. 30 menit ini adalah waktu minimal yang harus kita sediakan untuk aktivitas fisik, lebih banyak waktu yang disediakan akan jauh lebih baik.

Bike to work bisa menjadi solusi untuk aktivitas fisik ini, akan banyak manfaat yang di dapat dengan aktivitas ini. Hal ini bisa dilakukan untuk penyandang ataupun orang biasa, mencegah penyakit pasti lebih baik daripada mengobatinya.

Dan jika sudah sakit, tawakal adalah sebuah jalan untuk melewati semuanya. Karena Allah tidak menciptakan penyakit pasti ada obatnya. Sabar akan penyakit ini, mudah mudahan akan menjadi pengugur dosa dosa kita.

Prof. Sidartawan Soegondo, MD, PdD, F.A.C.E (photo : Kang Dudi)

Sebenarnya tidak ada pantangan makanan bagi penyandang diabetes, namun jumlahnya saja harus sesuaikan jangan berlebihan. Sesuatu yang berlebihan memang menjadi tidak baik. Jika jumlah yang di makan bisa dikendalikan insya Allah gula darah bisa terkendali dengan baik. Ada saran yang baik untuk mengurangi jumlah makan, pertama kurangi minum yang manis dan kedua lupakan sambal. Karena keduanya ini akan membuat makan dan minum jadi nambah. Sambal itu memang sebagai pembuat nafsu makan, makin pedas makin akan menambah porsi makan. Dan ini akan melupakan jumlah asupan yang kita makan.

Jadi manfaatkan waktu 30 menit dalam sehari untuk hidup sehat.

Saatnya bergerak bro…..

Jakarta, 12 Oktober 2016

Kang Dudi

Mengenal Jejak Langkah Negeriku : Masa Kecil Para Pahlawan Indonesia

Musikal Khatulistiwa
Tim Produksi dan Pemain Drama Musikal Khatulistiwa (Kang Dudi)

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. – Ir Soekarno

Belajar sejarah sangat monoton dan cenderung membosankan, menhafalkan tahun kejadian, nama nama pahlawan dan sebagainya. Sehingga kita menjadi kurang mengenal pahlawan Nasional kita sendiri, karena jarang membaca sejarah. Terlebih dengan jaman yang serba digital ini, membaca menjadi sangat kurang.

Drama Musikal Khatulistiwa: Jejak Langkah Negeriku ini akan digelar pada tanggal 19-20 November di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wadah edukasi seni, budaya dan sejarah Indonesia yang di kemas secara menarik dan menghibur.

Musikal Khatulistiwa
Sambutan Ibu Tiara Ketua Yayasan Josodirdjo (Kang Dudi)

Drama Musikal Khatuliswa, sebuah drama musikal yang bercerita tentang Pahlawan Indonesia dari era VOC sampai kemerdekaan Indonesia, yang di kemas secara dramatik dengan artistik dan visual yang sangat menarik. Drama ini menghadirkan 100 talenta muda dalam seni dan budaya, serta 50 lagu anak-anak, daerah yang akan ditampilkan. Serta gerak tari nusantara akan menjadi perpaduan menarik  untuk di tonton dan menjadikan sebuah bahan edukasi untuk anak anak Indonesia.

Dalam konferensi pers yang dilaksananakan di Cafe Lamoda Plaza Indonesia ditampilkan satu framen ketika Sultan Hasanudin kecil. Satu bagian kecil dari pentas drama musikal yang akan ditampilkan bulan November mendatang di Taman Ismail Marzuki. Digambarkan para saudagar dari Belanda, Spanyol dan Portugis yang sedang berada di tanah Sulawesi yang sedang mencari rempah rempah. Terbayang sebuah pementasan dengan multimedia, sehingga bakal menarik sekali pertunjukannya dengan pencahayaan yang mewah.

Musikal Khatulistiwa
Salah satu fragmen Drama Musikal Khatulistiwa (Kang Dudi)

Yang penting adalah edukasi dari pesan yang ingin disampaikan kepada Bangsa Indonesia. Bagaimana menghargai pahlawan yang telah berjasa kepada negeri ini. Sehingga bangsa ini menjadi bangsa yang besar karena bisa menghargai para pahlawannya. Seperti  kata Bung Karno di awal tulisan ini.

Saya waktu kuliah sering terlibat dalam sebuah produksi kesenian seperti ini. Pasti sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit. Pementasan memang hanya dua hari, namun latihan untuk sebuah pementasan ini sangat panjang sekali. Produksi Drama Musikal ini sudah lima bulan proses latihannya. Jadi proses yang panjang ini semog bisa menjadi proses internalisasi budaya Indonesia kepada para pemain yang terlibat dalam produksi ini. Dan semoga para penonton bisa menikmati suguhan ini dan membawa pencerahan bagi seni dan budaya Indonesia.

Selamat menikmati tontonan menarik dan penuh pembelajaran ini. Semoga semakin banyak perusahaan yang turut membantu kegiatan seni dan budaya seperti CIMB Niaga ini, yang mendukung penuh pementasan ini. “CIMB Niaga percaya dengan mengenal sejarah, kita dapat menghargai pencapaian yang lebih baik. Komitmen kami untuk mendukung kemajuan bangsa Indonesia. Melihat betapa mulianya inisiatif sosial dari Musikal Khatulistiwa ini, terlebih banyak talenta muda Indonesia terlibat dalam pementasan ini untuk mengenalkan sejarah bangsanya. Sehingga CIMB  Niaga terdorong untuk mempersembahkan Drama Musikal Khatulistiwa ini kepada masyarakat Indonesia.” ujar Bapak Tigor M Siahaan  Presiden Direktur CIMB Niaga dalam konferensi pers kemarin. Dan untuk lebih banyak orang yang tergugah dengan  cerita kepahlawan ini, akan dibuatkan film dokumentasi yang akan dibagikan kepada siswa sekolah di Indonesia, sehingga semakin banyak orang yang terinspirasi.

Suasana konferensi pers di Lamoda Cafe.

Jakarta, 5 Oktober 2016

Kang Dudi