Imunisasi Sebuah Investasi

Vaksinasi
Prof. Dr. dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp.A(K)

Beberapa waktu yang lalu  marak dengan kasus vaksin palsu yang beredar di masyarakat. Hal ini membuat cemas para orang tua, mengenai kasus ini terlebih yang melakukan imunisasi di Rumah Sakit yang terindikasi ada vaksin palsu. Karena vaksinasi ini akan terlihat bermanfaat di masa datang, jadi wajar para orang tua panik dengan kejadian ini. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Pada hari Jumat (29/7) saya berkesempatan mendapatkan pencerahan mengenai hal ini bersama blogger dari Prof. Dr. dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp.A(K), beliau adalah anggota Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.  Dalama acara yang bertema “Sehatkan Anak Indonesia dengan Imunisasi” yang bertempat di Hotel Park Lane Jakarta Selatan, penyelenggara acara ini adalah Kemenkes RI.
Sehat adalah merupakan hak setiap orang dan ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Di awal presentasi Prof Sri menjelaskan tentang perbedaan Vaksin dan Vaksinasi “Vaksin adalah bendanya, dan Vaksinasi adalah tindakannya/menyuntikan zat untuk imun tubuh”. Jadi vaksin itu tidak akan berguna apa apa jika tidak dilakukan vaksinasi.Vaksinasi ini akan terasa manfaatnya setelah 15 -25 tahun. Seperti kasus polio sudah tidak ada di Indonesia karena program imunisasi berjalan dengan baik.

Adapun tujuan dari imunisasi itu sendiri adalah untuk meminimalisir penyakit yang menyebabkan kematian. Semua vaksin yang ada di dunia ini sudah melalui proses penelitian yang panjang sehingga aman dan tidak menyebabkan kematian atau cacat. Seperti contoh polio di atas, 20 tahun yang lalu masih ditemui kasus di Indonesia. Sekarang Indonesia sudah bebas polio. Jadi vaksinasi itu merupakan tindakan preventif untuk sebuah penyakit yang mematikan. Namun ada yang lebih penting dari vaksinasi, yaitu penyediaan sarana air bersih. Karena air bersih ini merupakan hal utama dalam menjaga kesehatan ujar Prof Sri, selanjutnya ASI dan asupan gizi yang baik akan lebih membantu. Investasi kesehatan itu memang sangat butuh asupan gizi yang baik sehingga akan terjaga kesehatan. Orangtua bisa mengupayakan sehat pada anaknya mulai dari bayi, dengan memberikan ASI dan asupan gizi yang baik selain dari imunisasi. Karena usia 0-5 tahun merupakan usia emas dalam pertumbuhan seorang anak, dengan asupan gizi terjamin, imunisasi lengkap maka sehat itu jaminan.

Vaksin yang dilakukan di Indonesia untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya diantaranya, Pertusis, Campak, Polio, Hepatitis B, Difteri, Hib dan Tetanus. Dengan program PIN diharapkan masyarakat Indonesia akan terbebas dari penyakit tersebut. Untuk jangka pendek imunisasi itu akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Untuk jangka panjang terbebasnya Indonesia dari penyakit yang mematikan. Karena 30% daei anak anak Indonesia sekarang 20 tahun kedepan akan menjadi pemimpin di negeri ini. 

Jakarta, 3 Agustus 2016

Kang Dudi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s