Ngopi Bareng MPR

MPR
Ngobrol Santai Dengan MPR ( Photo : Agung Handoko)

Sekarang ngopi sudah menjadi tren di kalangan masyarakat di Indonesia. Ngopi sangat sesuai dengan budaya lokal Indonesia. Obrolan santai dan ringan biasanya menemani ngopi bersama teman sejawat ataupun rekan bisnis.

Hari Jumat (26/8) pekan kemarin, saya mendapat kesempatan langka ngobrol bareng MPR. Beberapa kali pernah hadir di rumah rakyat ini, namun kali ini sangat berbeda sekali. Selepas shalat jumat saya bergegas menuju ke MPR ke ruang Delegasi Plaza Nusantara V, para blogger dan Netizen hari itu diundang ngopi bareng. Dan yang menjadi istimewa adalah, bahwa ruangan tersebut biasa untuk menerima tamu negara yang datang ke MPR. Sungguh beruntunglah bisa menjejak kaki di ruang Istimewa ini. Diharapkan Netizen bisa ikut mensosialisasikan MPR kepada masyarakat umum.

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Mas Andi dari Sekretariat Jenderal MPR. Karena ngopi bareng jadi acaranya di buat Sersan Serius tapi Santai. Menjaring aspirasi dari Blogger dan netizen ujar Mas Andi, sehingga bisa menjembatani antara MPR dan masyarakat.

Acara ini sendiri memang di buat santai tidak terlalu formal, karena materinya cukup berat. Setelah pembukaan oleh mas Andi, Pak Ma’ruf Cahyono selaku Sekjen MPR memulai sambutan sekaligus presentasi mengenai apa itu MPR dan kiprahnya. Sebelum acara berakhir, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya tentang apa saja terkait MPR.

Ada hal yang utama yang perlu Netizen ketahui dan sosialisasikan, yaitu tentang  Empat Pilar MPR, apa saja ke Empat pilar itu : UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan adanya sosialisasi mengenai hal ini diharapkan masyarakat tahu tentang fungsi MPR.

Pak Ma’ruf Cahyono juga menjelaskan tentang wewenang MPR itu apa saja.

  1. Mengubah dan menetapkan UUD
  2. Melantik Presiden dan Wakil Presiden
  3. Memberhentikan Presiden dan Wakil Presiden
  4. Menyerap aspirasi rakyat

Acara ngopi bareng ini merupakan salah satu dari menyerap aspirasi dari rakyat. Selain memberikan wawasan kepada Netizen, MPR juga menyerap aspirasi dari netizen.

Sekjen juga menjelaskan tentang kejadian 98 ketika mahasiswa “menduduki” Gedung MPR, banyak sekali arsip negara yang hilang dan rusak akibat kejadian itu. Situasi yang begitu mencekam, aparat keamanan tidak bisa mengendalikan keadaan. Karena bukan hanya mahasiswa saja yang menduduki namun sudah berbaur dengan berbagai unsur masyarakat di gedung ini. Mendengar cerita ini sangat sedih, arsip negara bisa musnah seketika. Semoga kejadian 1998 tidak akan pernah terulang kembali di negeri ini.

Ada tiga hal yang bisa di petik dari ViSi MPR, yaitu 

1.MPR ingin menjadi rumah kebangsaan. Artinya, bahwa MPR adalah jembatan berbagai arus perubahan, pemikiran, aspirasi masyarakat dan daerah dengan mengedepankan etika politik.

2. MPR sebagai pengawal ideologi Pancasila. Artinya, MPR adalah satu-satunya lembaga yang mengawal Pancasila agar tetap hidup sebagai rambu  kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

3. MPR sebagai pengawal kedaulatan rakyat. Artinya, MPR merupakan lembaga negara pelaksana kedaulatan rakyat dan menjamin tegaknya supremasi konstitusi sesuai dinamika dan aspirasi masyarakat.

Peran MPR ini diharapkan bisa tersosialisasikan kepada masyarakat luas, bahwa dimana peran MPR dalam bernegara. Sehingga masing masing elemen masyarakat bisa menempatkan diri sesuai dengan peran masing masing.

#IniBaruIndonesia

Jakarta, 31 Agustus 2016

Kang Dudi

 

Rejeki Tidak Pernah Salah Pintu

Suasana Stasiun Kota

Rejeki memang sudah Allah gariskan bagi setiap manusia. Bahkan setiap mahluk yang ada di dunia ini sudah ada rejeki masing masing. Contoh paling nyata adalah cicak yang merayap di dinding, makananya nyamuk yang terbang kemana mana, jika sudah menjadi rejeki sang cicak maka nyamuk yang terbang bisa menjadi santapan cicak. Itulah rejeki yang tidak pernah salah pintu, yang sudah digariskan oleh Allah kepada semua mahluk ciptaan-Nya.

Zaman sudah beralih ke era digital perkembangan mulai berubah juga. Ojek online begitu marak sekarang sehingga memudahkan orang untuk bergerak lemana saja. Namun di sisi lain ada yang mulai tergusur oleh perkembangan ojek online ini. Salah satunya ojek sepeda yang banyak di daerah Kota Tua Jakarta, mulai sedikit karena mulai tergeser ojek online. Ojek sepeda ini rata rata sudah separuh abad usianya, jarang sekali anak muda yang menjalani profesi ini.

Saya perhatikan masih banyak orang yang menggunakan jasa ojek sepeda ini. Bahkan seperti sudah menjadi langanan setia, tanpa  ada tanya jawab mereka langsung mengunakan jasa ojek, mungkin karena sudah sering menggunakan jasanya. 

Ojek Sepeda
Pak Maksum (53) Sang Ojek Sepeda

Sudah lama saya ingin mencoba kedai kopi tua yang berada di daerah Glodok. Penasaran dengan kopinya, lokasinya sendiri saya belum tahu sehingga membutuhkan seorang penunjuk jalan untuk sampai ke kedai ini. Saya ingat di daerah kota banyak Ojek Sepeda, dan ini pasti bisa mengantarkan ke kedai kopi Es Takkie. 

Dan hari Rabu (24/8) saya berangkat ke kota dengan menggunakan Commuter Line dan  berkenalan dengan seorang tukang ojek sepeda yang biasa mangkal di Stasiun Jakarta Kota (Beos). Namanya Pak Maksum (53), laki-laki setengah abad lebih ini setiap harinya terlihat di stasiun Jakarta Kota (Beos) untuk menjemput rejeki dengan sepeda tuanya itu.

Rutinitas yang sama setiap harinya dari pagi hingga jam 21.30 dan rehat saat dzuhur-ashar, kembali mencari penumpang setelah ashar, lalu rehat saat maghrib-isya, dan kembali mengayuh setelah isya. Tak kenal lelah, demi anak istri di Jepara yang di jumpai dua bulan sekali.

Walau pertemuan singkat dari Beos sampai Glodok, namun saya mempunyai kesan yang sangat mendalam terhadap Pak Maksum ini. Banyak sekali pelajaran yang bisa di ambil dari beliau, terutama dalam proses mencari nafkah untuk keluarganya. Bahkan anak anaknya sudah menyelesaikan sekolah SMK dan sudah bekerja di Jepara. 

Sayang pertemuan singkat sekali, tadinya saya ingin menjelaskan tentang KUDO atau Kios Untuk Dagang Online kepada Pak Maksum. Siapa tahu bisa menjadi pintu rejeki lagi, yang akan menambah penghasilan sebagai ojek sepeda. Bisa jadi nanti tawarkan pembayaran kebutuhan sehari hari seperti listrik, air, telpon dan lainnya kepada para tetanga ataupun pelangan ojeknya.

Saya salut dengan perjuangan Pak Maksum untuk menghidupi keluarganya yang terpisah jauh di Kampung. Walaupun terpisah jarak dan waktu, masih bisa memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya. Saya rasa Pak Maksum sudah menjadi Pahlawan Keluarga yang patut di contoh oleh kita semua.

Semoga Cerita tentang Pak Maksum bisa menjadi inspirasi bagi kita semuanya, bahwa sebaik-baik istirahat adalah sholat tepat waktu. Rejeki yang di bawa ke rumah merupakan rejeki yang halal dan berkah.

Ini ada video perjalanan saya dengan Pak Maksum dari Stasiun menuju Glodok. Bisa di lihat di sini. Semoga bermanfaat.

Jakarta, 30 Agustus 2016

Kang Dudi

Motor Klasik Tidak Pernah Mati

Royal Enfield
Royal Enfield

Jumat (12/8) di Jalan Pejaten Barat no 5 showroom Royal Enfield Exclusive Store. Dan ternyata selain dari motor, asesoris yang terkait dengan motor ada di sini. Royal Enfield baru memasuki pasar Indonesia kira kira setahun yang dengan membawa konsep Leisure Motorcycling. Terus terang baru tahu Royal Enfield (RE), padahal  produk ini hadir di dunia mulai tahin 1901. Jadi sudah 115 tahun hadir di dunia dengan desain motor yang tidak banyak berubah, mempertahankan motor klasik. Bahkan dalam perang dunia, motor RE ini juga ikut berperan. Yang menarik penjelasan dari Ade S Putra (Managing Director Of Motorcycle), di dunia motor RE brand motor tertua yang masih berproduksi terus sampai hari ini dengan mempertahankan model yang klasik.

Dalam perjalanannya RE, tidak hanya menjual motor saja, namun menjual Gaya Hidup bermotor yang santai atau Leisure Motorcycling. Samrat Som (Head – Gear Business Royal Enfield) menyebutkan dengan semakin banyak orang naik motor, maka kebutuhan akan gear dan asesoris pendukung yang berkualitas sangat dibutuhkan. Bermotor santai namun masalah keamanan harus tetap nomor satu. Seperti Helm dan Jaket menjadi salah satu asesoris untuk berkendaraaan motor.

Bahkan untuk menguji motor dan asesorisnya pernah touring sampai ketinggian maksimal kendaraan beemotor bisa sampai pegunungan Himalaya. Diharapkan dengan mengunakan asesoris RE ini, kadar kegantengan akan naik selain masalah keamanan yang terjaga kwalitasnya.

Datang ke showroomnya tidak seperti ke perusahaan otomotif, seperti datang ke toko asesoris motor. Produk dari ujung kaki sampai ujung kepala yang berkualitas hadir menemani RE.

Tiap bulan April RE mengadakan touring dengan peserta dari berbagai belahan dunia. Jalur Himalaya salah satu yang pernah di coba oleh para Rider dari seluruh dunia ini. Produk yang sangat legendaria dari RE ini adalah Bullet Classic The Rumbler dengan mesin 350cc dan Continental GT Cafe Racer dengan 535cc. Produk ini sangat di terima oleh pasar Indonesia, selain produk berkwalitas harga juga sangat bersaing dengan produk sejenis. Untuk type yang termurah di bandrol 60 juta saja untuk bisa menikmati Rider dengan motor Royal Enfield ini. Jadi nunggu apalagi? Kalau ga sabar ingin coba datang saja ke showroom di Pejaten dan rasakan sensasinya. Dan akan ada type motor bbaru yaitu Himalayan dengan mesin LS410cc terbaru.

Yuk greeeeeeeng greeeeeeeng, yang mau coba gimana enaknya motor Royal Enfield, silahkan bisa langsung mencobanya dengan alamat :

PT Distributor Motor Indonesia

Royal Enfiled Authorized Dealer
Jl. Pejaten Barat No 5, Jakarta 12510, Indonesia
Telephone +6221 71795082/83/84
http://www.royalenfield.com/id
Jakarta, 18 Agustus 2016
Kang Dudi

Nama Itu Kosong, Karya Itu Nyata

Malam ini, Selasa (9/8) Plaza Teater Besar  Taman Ismail Marzuki seakan menjadi saksi bahwa karya WS Rendra masih tetap hidup sampai saat ini. Ratusan pencinta Mas Willy hadir ke tempat ini untuk mengenang 7 tahun Rendra Berpulang. 

Acara ini di buka dengan lagu kesaksian karya Mas Willy bersama Kantata Taqwa.

Aku mendengar suara
Jerit mahluk terluka 
luka luka hidupnya

Orang memanah rembulan
burung sirna sarangnya
sirna sirna hidup redup

Banyak orang hilang nafkahnya
aku bernyanyi menjadi saksi
bangak orang ditampas haknya
aku bernyanyi menjadi saksi

Mereka dihinakan
tanpa daya terbiasa hidup sangsi
orang orang harus dibangunkan
aku  bernyanyi menjadi saksi

Semua yang hadir menjadi saksi, karya WS Rendra tetap hidup. Anto Baret di tahun 80 an pernah menjenguk salah seorang seniman yang sakit di Jawa Timur bersama Mas Willy. “Mas Willy seorang yang  besar kenapa mau menjenguk saya” tanya seniman itu kepada Rendra. Dan Rendra menjawab “Nama itu Kosong, Karya Itu Nyata”

Penyair Pujaan Rendra, Sutardji Calshoum Bachri membacakan puisi2 Rendra

Hadir juga penyair pujaan Mas Willy, Sutardji Calsoum Bachri membaca beberapa syair karya Rendra di malam ini. Malam semakin gemuruh dengan hadirnya Ine Febriyanti membacakan Naskah 11 halaman Nyanyian Angsa, yang bercerita tentang Maria Zaitun seorang pelacur tua yang sudah tersingkir karena penyakit kelamin yang dideritanya.

petikan puisinya sebagai berikut :

….. Maria Zaitun namaku
Pelacur yang Sengsara
Kurang cantik dan agak tua
Maria Zaitun namaku
pelacur yang takut dan celaka
Maria Zaitun namaku
pelacur yang lapar dan dahaga
Maria Zaitun namaku
pelacur yang lemah, gemetar ketakutan
…..Maria Zaitun namaku
pelacur yang kalah
pelacur terhinakan



Ine mengaku tidak mudah untuk membawakan karya fenomenal Rendra Nyanyian Angsa ini. Namun dengan pengalaman Ine yang sempat selama enam bulan  berlatih bersama Mas Willy ini di bengkel teater. Menerapkan ilmu yang diberikan almarhum, ketika sudah ada di panggung “hadir dan mengalirlah”. Tadi saya di panggung menghadirkan diri saya dan mengalir seperti yang disaksikan tadi itu, naskah 11 halaman.

Ine Febriyani sedang membacakan Nyanyian Angsa

Malam ini karya WS Rendra hadir kembali ke tengah kita, walau jasad sudah meninggalkan kita sslama 7 tahun, namun karyanya tetap hidup.

“Nama Itu Kosong, Karya Itu Nyata”

Jakarta, 9 Agustus 2016

Kang Dudi

Imunisasi Sebuah Investasi

Vaksinasi
Prof. Dr. dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp.A(K)

Beberapa waktu yang lalu  marak dengan kasus vaksin palsu yang beredar di masyarakat. Hal ini membuat cemas para orang tua, mengenai kasus ini terlebih yang melakukan imunisasi di Rumah Sakit yang terindikasi ada vaksin palsu. Karena vaksinasi ini akan terlihat bermanfaat di masa datang, jadi wajar para orang tua panik dengan kejadian ini. Semoga hal ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Pada hari Jumat (29/7) saya berkesempatan mendapatkan pencerahan mengenai hal ini bersama blogger dari Prof. Dr. dr. Sri Rejeki S Hadinegoro Sp.A(K), beliau adalah anggota Satgas Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia.  Dalama acara yang bertema “Sehatkan Anak Indonesia dengan Imunisasi” yang bertempat di Hotel Park Lane Jakarta Selatan, penyelenggara acara ini adalah Kemenkes RI.
Sehat adalah merupakan hak setiap orang dan ini menjadi kebutuhan yang sangat mendasar. Di awal presentasi Prof Sri menjelaskan tentang perbedaan Vaksin dan Vaksinasi “Vaksin adalah bendanya, dan Vaksinasi adalah tindakannya/menyuntikan zat untuk imun tubuh”. Jadi vaksin itu tidak akan berguna apa apa jika tidak dilakukan vaksinasi.Vaksinasi ini akan terasa manfaatnya setelah 15 -25 tahun. Seperti kasus polio sudah tidak ada di Indonesia karena program imunisasi berjalan dengan baik.

Adapun tujuan dari imunisasi itu sendiri adalah untuk meminimalisir penyakit yang menyebabkan kematian. Semua vaksin yang ada di dunia ini sudah melalui proses penelitian yang panjang sehingga aman dan tidak menyebabkan kematian atau cacat. Seperti contoh polio di atas, 20 tahun yang lalu masih ditemui kasus di Indonesia. Sekarang Indonesia sudah bebas polio. Jadi vaksinasi itu merupakan tindakan preventif untuk sebuah penyakit yang mematikan. Namun ada yang lebih penting dari vaksinasi, yaitu penyediaan sarana air bersih. Karena air bersih ini merupakan hal utama dalam menjaga kesehatan ujar Prof Sri, selanjutnya ASI dan asupan gizi yang baik akan lebih membantu. Investasi kesehatan itu memang sangat butuh asupan gizi yang baik sehingga akan terjaga kesehatan. Orangtua bisa mengupayakan sehat pada anaknya mulai dari bayi, dengan memberikan ASI dan asupan gizi yang baik selain dari imunisasi. Karena usia 0-5 tahun merupakan usia emas dalam pertumbuhan seorang anak, dengan asupan gizi terjamin, imunisasi lengkap maka sehat itu jaminan.

Vaksin yang dilakukan di Indonesia untuk mencegah beberapa penyakit berbahaya diantaranya, Pertusis, Campak, Polio, Hepatitis B, Difteri, Hib dan Tetanus. Dengan program PIN diharapkan masyarakat Indonesia akan terbebas dari penyakit tersebut. Untuk jangka pendek imunisasi itu akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Untuk jangka panjang terbebasnya Indonesia dari penyakit yang mematikan. Karena 30% daei anak anak Indonesia sekarang 20 tahun kedepan akan menjadi pemimpin di negeri ini. 

Jakarta, 3 Agustus 2016

Kang Dudi