Temen Kondangan Film Komedi Awal Tahun 2020

Pagi itu hujan menguyur Jakarta, sehingga membuat mager kemana mana. Setelah sholat Jumat saya diundang Press Screening Film baru berteme komedi dengan judul “Temen Kondangan”. Rasa mager itu terkalahkan dengan rasa kepo film baru ini.

Sehabis jumatan yang masih gerimis, saya menembus untuk sampai ke Grand Indonesia. Rasa kepo yang besar yang membuat kuat menembus gerimis.

Sampai lokasi ternyata sudah banyak blogger dan media yang hadir untuk melihat tayang perdana film ini.

Buat Jomblo kadang menjadi masalah ketika hadir ke kondangan sendirian. Banyak pertanyaan yang harus dijawab ketika hadir sendirian, terlebih selebgram yang jadi Jomblo.

Film pertama besutan Iip Sariful Hanan ini sangat menarik dengan tema keseharian kita. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama seperti Gading Marten, Prisia Nasution, Samuel Rizal, Olivia Jensen, Kevin Julio, Reza Nangin, Diah Permatasari dan masih banyak lagi.

Cerita Temen Kondangan ini berawal dari kisah Putri (Prisia Nasution) seorang selebgram yang mendapat undangan pesta pernikahan mantan, Dheni (Samuel Riza). Kira kira Fitri bakal datang ke Kondangan Mantan ga? Dan kalau datang, aama siapakah dia? Kalo yang udah ga sabar liat aja cuplikan trailernya di sini ya, sebelum nonton yang lengkap nanti di tanggal 30.

Susah move on dari mantan memang menjadi tema dari film ini dan sangat realitis dalam kehidupan keseharian kita. Alur penceritaannya tidak bertele tele langsung kepada inti dari konflik yang terjadi.

Rasanya tema seperti ini belum ada yang garap di film Indonesia. Sangat segar untuk perfilman Indonesia dengan begitu banyak pililhan tema. Dengan membuat penonton tertawa, berarti membuat gembira masyarakat. Yang menarik perhatian saya dari film ini tema yang unik tapi tetap bisa dinikmati, dan ceritanya tidak mudah di tebak.

Ada Qoute menarik “Jangan lari dari masalah! Hadapi! Sangat cocok dengan apa yang digambarkan dalam film ini. Apapun kenyataan pahit harus kita hadapi dengan segala keterbatasan kita.

Fitri sebagai selebgram tentu tidak ingin terlihat belum bisa move on dari sang mantan sama netizen, tinggal pilih temen kondangan aja, namun dari sinilah letak rusuhnya. Kalau sayah ceritain semua mah ga seru atuh. Jadi mending nonton langsung aja ya manteman. Saya merasa terhibur dengan film ini terlebih ada Duo Sekuriti Kang Pipit sama Kang Murad yang bikin senyum.

Dari segi alur cerita, film ini sangat cepat alurnya. Dari menerima undangan pernikahkan mantan ke rusuhnya itu sangat cepat. Relasi antar tokoh tidak terlalu diceritakan detil. Ada satu adegan yang bikin saya ngakak ketika Galih Down dan diputarkan lagu kesukaannya.

Ada pesan yang begitu kuat dari film ini yang ingin disampaikan. “Hidup itu jangan terlalu dengarkan pendapat netizen, jadi diri sendiri itu keren”

Terbayar sudah menembus gerimis Jakarta dengan tontonan segar banget. Jadi jangan lupa tanggal 30 Januari 2020 tonton Temen Kondangan.

Kiprah Amilia Agustin, Tentang Menyelamatkan Bumi

Selain roadshow ke Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati pada hari Sabtu (7/12). Saya mengenal satu sosok yang sangat inspiratif. Salah seorang penerima SATU Indonesia Award tahun 2010, yaitu Amilia Agustin. Saya penasaran bagaimana kisahnya hingga dia bisa mendapatkan SATU Indonesia Award dengan usia paling muda yaitu 14 tahun. Pada saat duduk di bangku SMP menerima penghargaan SATU Indonesia Award. Dan merupakan penerima Award yang termuda sampai saat ini.

Di depan Blogger dan media Amilia Agustin menceritakan di bagaimana prosesnya bisa terpilih sebagai salah satu penerima SATU Indonesia Award di tahun 2010. Saya sungguh malu jika membayangkan saat usia 14 tahun belun memikirkan kontribusi apa apa. Namun bangga juga bisa mengenal sosok yang luar biasa di usia remaja. Seorang remaja pelajar Sekolah Menengah Pertama menerima penghargaan tingkat Nasional, pasti seorang yang hebat.

Dulu waktu SMP pemalu, untuk bericara di depan umum kata Amilia Agustin, sekarang sudah terbiasa berbicara di depan umum. Untuk kampanye awalan masih menggunakan media wayang karena belum percaya diri untuk berbicara di depan umum.

Ami demikian sapaan akrab gadis berkerudung ini, memaparkan bagaimana proses seorang anak 14 tahun menjadi kandidat penerima SATU Indonesia Award pada tahun 2010. Prestasi yang didapatkan dalam bidang Lingkugan Hidup.

Ami kecil sering diajak ibunya ke Perpustakaan Daerah. Dari sinilah wawasan mulai bertambah karena bacaan bacaan di Perpustakaan itu. Rasa keingintahuan yang besar ini sebagai modal.

Bagaimana awalnya bisa berkontribusi untuk lingkungan hidup, Ami menceritakan ketika SMP, sedang pelajaran olahraga. Waktu itu lari di sebuah taman dekat sekolah melihat seorang kakek sedang makan siang di sebelah gerobak sampah. Dari episode itu terjadi perenungan yang dalam pada diri Ami.

Sampah begitu banyak di sekitar kakek mungkin salah satunya berasal dari Sekolah Ami. Bagaimana jika kakek itu sakit, mungkin Ami dapat dosa karena membuang sampah sembarangan. Dari kejadian kecil itulah, Ami mulai memikirkan tentang gerakan Lingkungan Hidup dari Bangku SMP.
Kejadian yang ditemui saat olahraga lari itu diceritakannya kepada guru pembimbing KIR yang ada di sekolahnya. Sejak saat itu, ia mulai berdiskusi kira kira apa yang bisa dikerjakan oleh anak SMP. Saat itu kampanye Zero Waste belum populer di kalangan millenial.

Atas saran guru pembimbing KIR untuk belajar ke Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) yang bergerak di bidang pengomposan dan pemilihan sampah. Dan dari sinilah Ami mulai belajar tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik. Upaya itu dimulai pada tahun 2008 dengan menggunakan kardus untuk memisahkan sampah organik dan anorganik di tiap kelas. Langkah awal tidak mulus, bahkan penuh dengan rintangan. Bukan pujian yang di dapat namun hinaan dan cemooh. Bahkan guru juga mempermasalahkan karus yang dipakai sebagai tempat sampah. Namun ini tidak menyurutkan langkah Ami dan teman teman untuk terus bergerak. Dengan adanya pengalaman pahit yang dihadapi Ami dan teman teman, menyadarkan bahwa kampanye pemilahan sampah ini tidak mudah jika dilakukan sendiri. Sehingga timbul ide mengkampanyekan tentang pemilahan sampah melalui Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolahnya. Ide itu terus bergulir bersama teman temannya. Waktu itu kampanye pertama kali menggunakan media wayang, karena Ami belum berani ngomong di depan umum. Sambil mengenang mengawali program ini.

Untuk memperkuat gerakannya Ami dan teman teman sepakat untuk membuat subdivisi baru di ekstrakulikuler KIR khusus tentang pengelolaan sampah di sekolah. Nah “Sekolah Bebas Sampah” atau “Go To Zero Waste School“. Dengan anggota berjumlah 10 orang, sejak saat itu sering diajak Guru Pembimbing untuk mensosialisasikan program ini kemana mana.

Amilia Agustin
Daur ulang sampah plastik

Tidak selesai dengan memilah sampah sekolah saja, Ami terus memikirkan bagaimana mengolah sampah itu menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pas naik kelas 9 ada seorang teman dari keluarga yang kurang mampu, timbul ide untuk mendaur ulang sampah untuk menjadi sesuatu yang bisa dijual.

Sehingga Ami dan teman teman memberdayakan ibu-ibu untuk membuat tas dari bungkus kopi. langkah itu terus bergulir hingga sekarang. Nah dari gerakan ini Ami mendapat undangan sebagai kandidat penerima SATU Indonesia Award pada tahun 2010 dalam bidang Lingkungan Hidup. Ami tidak mengira bahwa dia menjadi kandidat termuda untuk meraih award ini. Ami menyangka award ini hanya antar sekolah saja, namun ternyata award ini tingkat Nasional. Pengalaman ke Jakarta untuk seleksi lanjutan kandidat penerima award ini mempunyai pengalaman yang tidak pernah terlupakan Ami.

Itulah sekelumit cerita tentang peraih SATU Indonesia Award termuda dalam Lingkungan Hidup. Dan sekarang Ami sudah berusia 23 tahun dan bekerja di salah satu anak perusahaan Astra di Bidang CSR.

Selepas SMP terus bergerak untuk mengkampanyekan Lingkungan hidup. Tidak berhenti setelah mendapat award, namun menjadi pemicu semangat bergerak. Semoga semangat Ami ini bisa menjadi inspirasi bagi semua orang. Usia 14 tahun Ami sudah mulai bergerak untuk Lingkungan Hidup, kamu kapan?

Membangun Rumah Dari Sampah

Pagi itu cuaca begitu segar, tidak sabar saya ingin tahu tentang Kampung Berseri Astra (KBA) Rawajati. Hari Sabtu (7/12) bersama teman Blogger dan Media akan mengeksplor KBA Rawajati di daerah Jakarta Selatan. Rasa penasaran saya begitu kuat tentang KBA Rawajati ini. Berangkat dari rumah dipenuhi dengan berbagai pertanyaan. Apakah teman teman ada yang seperti saya? Ikuti aja cerita saya semoga terjawab ya

Memasuki Kampung Rawajati tergolong sejuk dengan pepohonan yang rindang menaungi sepanjang jalan di daerah ini. Yang menarik perhatian saya di kampung ini adalah Bank Sampah Rawajati. Nama Bank Sampahnya sesuai dengan lokasi yang berada di Kampung Zeni AD Rawajati. Sampah identik dengan bau, nah di Bank Sampah Rawajati ini tidak tercium bau yang tidak sedap seperti pada pembuangan sampah pada umumnya. Dan lokasi ini sangat rapih dan bersih jauh dari kesan kotor dan kumuh.

Berawal dari tahun 2002 memulai daur ulang sampah yang berada di lingkungan sekitar RW 03 ini. Langkah kecil ini terus berjalan sedikit demi sedikit, sampai pada tahun 2007 mendapat bantuan dari Dinas PU DKI Jakarta mesin pencacah sampah, mesin pengayak dan pembersih plastik. Dari gerakan kecil ini terus bergulir menjadi besar dan mendapatkan bantuan dari CSR Astra dan dijadikan kampung binaan dengan nama Kampung Berseri Astra Rawajati.

Saat memasuki komplek Bank Sampah Rawajati, akan terlihat mesin pencacah sampah organik di bagian depan Bank Sampah. Di sebelah mesin pencacah terdapat ruangan sampah anorganik seperti botol, kertas dan sampah lainnya yang ditumpuk untuk dipisahkan sesuai dengan jenisnya. Dan di sebelah sampah anorganik terdapat Kantor Pengelola Bank Sampah.

Saya tertarik dengan bagian sampah anorganik ini. Saya melihat seorang pengelola Bank Sampah bernama Pak Indra sedang memilah sampah botol, lebih tepatnya membuang brand kemasan botol. Karena brand kemasan ini merupakan sampah yang tidak dapat diurai atau didaur ulang, ini hanya residu saja ujar Pak Indra. Residu ini merupakan sampah sebenarnya.

Berbekal rasa penasaran yang begitu besar, maka saya banyak ngobrol dengan Pak Indra. Beliau sudah setahun bekerja sebagai pengelola Bank Sampah, sebelum bekerja di sini sebagai seniman. Di sela kesibukan memilah sampah, beliau juga masih sempat membuat karya dari sampah yang masuk ke Bank Sampah untuk dijadikan karya seni atau kerajinan yang produktif

Sekarang nasabah Bank Sampah sudah banyak, tidak hanya dari lingkungan RW 03 saja. Ada dari Kalibata City, Condet, Depok dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebut satu persatu. Untuk memudahkan nasabah ada layanan ambil sampah untuk lingkungan sekitar RW 03. Jadi yang tidak sempat kirim bisa di ambil. Untuk nasabah aktif akan diberikan kantong sampah untuk setor tabungan. Untuk yang jauh bisa di kirim melalui ekspedisi. Jadi banyak cara untuk bisa menabung di Bank Sampah ini.

Mungkin di antara pembaca blog ini bertanya dengan judul “Membangun Rumah Dari Sampah”. Bener sampah bisa menjadi jalan membangun rumah? Judul ini bukan click bait lho

Karena sudah ada nasabah Bank Sampah Rawajati ini yang membangun rumah dari hasil menabung di Bank Sampah selama 5 tahun. Saya yang mendengar langsung cerita ini dari Pak Indra hanya bisa termangu. Masih belum percaya membangun rumah dari nabung sampah.

Saya cubit tangan saya untuk membuktikan saya bukan mimpi. Ternyata jika menjalani dengan serius akan membuahkan hasil. Sampah yang kita anggap sebagai kotoran ternyata bisa menghasilkan. Jadi jangan anggap remeh sampah mulai sekarang, pilah dan produktifkan.

Bank Sampah Rawajati bisa seperti sekarang karena konsisten mengedukasi masyarakat. Menurut saya ini prestasi yang luar biasa dari bank Sampah ini. Sehingga banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Dengan terus tumbuh dan berkembang Bank Sampah Rawajati bisa lebih memberikan manfaat yang lebih besar kepada warga sekitar pada khususnya dan warga Jakarta pada umumnya. Terutama untuk nasabah aktif dari Bank Sampah Rawajati.

Nah ini cerita singkat saya tentang Bank Sampah Rawajati, semoga bisa memberikan inspirasi kepada kita. Sampah jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Saya berharap Bank Sampah Rawajati bisa terus menebar inspirasi kepada semua orang. Dan sampah tidak hanya dibuang tapi dikelola dengan baik.

Yuk kita kelola sampah kita

Mulai dari kita

Mulai dari yang kecil

Mulai sekarang juga

Ambeh Teu Pareum Obor

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Keluarga memang menjadi satu harta yang paling berharga. Karena keseharian kita senantiasa bersama keluarga. Walau kita mempunyai ruang ketiga dalam beraktivitas, kembalinya pasti kepada keluarga.

Terkadang dengan sibuknya kita di ruang ketiga ini kita lupa akan keluarga besar. Keluarga besar ini memang bisa tersebar di seantero negeri bahkan di luar negeri. Sehingga kita kurang mengenal saudara kita, kakek, paman, uwak dan lain lain.

Akhir tahun itu identik dengan liburan, karena ada momen liburan anak sekolah dan libur nasional, sehingga waktu kumpul bersama keluarga lebih intensif lagi.

Keluarga Besar Natasetia mempunyai cara khas untuk mempererat silaturahim. Tiap akhir tahun kumpul di satu tempat untuk beraktivitas bersama, tahun ini sudah memasuki tahun ke tujuh.

Tiap tahun panitia berganti, dan ini momen yang sangat di tunggu oleh keluarga Besar Natasetia. Karena jumlah keluarga sudah ratusan orang, jadi mungkin jika tidak ada acara tahunan ini, kurang mengenal satu sama lainnya.

Tahun ini kebagian Keluarga Cijagra untuk menjadi sohibul bait, bertempat di Ciloto.

FGNS :
1. 2013 Ciloto / Keluarga Cijagra
2. 2014 Situ Gunung /Keluarga Sukabumi
3. 2015 Papandayan/Keluarga Nusa Indah
4. 2016 lembang / Keluarga Lembang
5. 2017 Dago Pakar/Keluarga Dago
6. 2018 Jatinangor/Keluarga Sukabumi
7. 2019 Ciloto/ Keluarga Cijagra

Penasaran 2020, kemana lagi kita. Kerenya lagi keluarga ini punya tagline “Wios Da Wargi”

Cag

Hafal Quran Tanpa Menghafal

Menjadi hafidz/ah merupakan impian sebagian besar umat islam. Banyak kendala yang dihadapi untuk proses menghafal Alquran ini. Terlebih sudah mulai menghafal tapi ga hafal hafal, semangat mengendur.

Membaca sebuah pengumuman di WAG tentang pelatihan menghafal quran metode tikrar, hafal tanpa menghafal. Menarok perhatian saya, tergerak untuk ikut pelatihan ini.

Minggu (22/12) alhamdulillah saya bisa meringankan langkah menuju masjid At Taibin di bilanfan Senen. Untuk bisa menyerap ilmu tentan metode Tikrar ini.

Sebelum di mulai, kami diberikan wawasan bahwa menghafal Quran itu mudah. Ini hal pertama yang harus kita punyai, Kita pasti bisa menghafal dengan mudah. Tidak ada kata tapi, namun dan lain lain.

Ingat ya MUDAH ………

Insya Allah jika kita mempunyai pemahaman seperti ini akan lebih ringan dalam menjalankan proses berinteraksi dengan Al Qur’an.

Setelah kita merasa mudah untuk menghafal, sediakan waktu khusus berinteraksi dengan Alquran minimal 30 menit dalam sehari. Ini dua modal dasar yang harus di punyai jika memiliki keinginan untuk bisa menghafal Al Quran.

Mushaf Tikrar ini sangat membantu sekali terhadap proses menghafal kita karena ada catatan yang bisa kita tulis, berapa kali sudah tilawah, dengan ini akan memudahkan kita.

Inti dari Metode Tikrar ini adalah membaca, melihat dan di ulang. Pengulangan sebanyak 40 kali biasanya orang sudah mulai bisa mengingat.

Dan para peserta juga di ajak untuk mencoba metode ini secara Langsung Surat Thoha ayat 13-14 di baca berulang kali sebanyak 40 kali. Alhamdulillah tidak sampai 30 menit sudah selesai membaca dua ayat secara berulang 40 kali. Dan secara random peserta ada yang langsuhg bisa menghafal kedua ayat tadi. Ya ini ynag disebut hafal tanpa menghafal. Tentu senang sekali bisa hafal tanpa menghafal, jika ini terus berulang makan menjadi hagidz/ah bukan ssesuatu yang sulit lagi.

Ada beberapa tips n trik untuk metode ini :

1. Berdoa kepada Allah

2. Tarik nafas mendalam minimla 10 kali

3. Minum air putih, karena bakal baca ayat 40 kali.

4. Istigfar

5. Matikan TV atau HP

Dengan mencoba lima labgkah di atas semoga kita bisa menjadi penghafal kalam ilahi.

Yang belum mempunyai resolusi tahun 2020, bisa jadi menghafal quran menjadi salah satu resolusi yang harus di capai. Bahkan tanpa menghafalpun kita bisa hafal.

Namun jika belum hafal saja, teruslah membaca dan membaca karena di sana sangat banyak kebaikan.

Hafalkan terus mesti tidak hafal hafal, nikmati saja semua proses ini. Belum hafal saja berarti lebih lama dalam kebaikan. Semoga catatan kecil ini bisa menjadikan kita untuk terus bisa berinteraksi dengan Alquran, karena kelak Alquran menjadi teman kita yang abadi di akhirat.

Selamat Me Time

*Dari seorang yang ga hafal hafal.

Transformasi Digital : Membawa Indonesia Maju

Revolusi yang terjadi di dunia sekarang sangat cepat sekali, begitu juga dengan ynag terjadi di Indonesia.

Seberapa besar Indonesia membutuhkan ekonomi digital dalam upaya meningkatkan daya saing global? Berbagai pertanyaan itu akan dikupas habis dalam diskusi media Forum Merdeka Barat (FMB 9) yang diinisiasi Kementerian Kominfo. Pada hari ini Jumat (20/12) hal itu akan menjadi diskusi yang sangat menarik sekali. Di penghujung tahun ini, membahas masa depan ekonomi digital Indonesia.

Tampil sebagai nara sumber dalam forum bertajuk ”Transformasi Digital: Untung atau Buntung?” yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna Kemkominfo, Jakarta, Staf Ahli Menteri Bidang Kewilayahan dan Pemerataan Bappenas Kennedy Simanjutak, Ssatrio Lelono dari Kementerian Ketenagakerjaan, Ketua Sekretaris DNKI Iskandar Simorangkir dan Pengamat Pendidikan Darmaningtyas.

Penduduk Indonesia yang sejumlah 265 juta sangat menarik untuk menjadi peluang yang sangat mengiurkan. Pasar yang sangat potensial untuk di raih, untuk berbagai produk. Dengan hadirnya startup baru akan lebih bisa mewarnai ekonomi digital di masa mendatang. Selain dari jumlah penduduk, sumber daya alam Indonesia juga mempunyai potensi yang sangat besar untuk bisa dikembangkan. Hal inilah yang menjadi modal awal Indonesia bisa maju dalam digital ekonomi ke depan.

Perkembangan dunia IT yang sangat cepat ini tentu akan membawa perubahan dalam ekonomi digital saat ini. Sudah terlihat beberapa bisnis sudah hilang di Indonesia. Apakah Ekosistem Digital yang sudah terbentuk sekarang siap menyambut percepatan tumbuh ekonomi digital Indonesia?

Revolusi Digital di Indonesia tengah teeus berguois dengan cepat. Indonesia juga tampil di barisan depan tren perkembangan Ekonoki Digital di Asia Tenggara. Dengan beemunculan jutaan startup baru, dan ada beberapa start up yang berhasil dan menjadi unicorn negeri ini.

Dengan seiring berjalan waktu, ekosistem digital yang disiapkan oleh pemerintah secara matang. Start up Indonesia terus tumbuh, mereka terus mengeliat untuk memperbesar pasar. Diprediksikan tahun 2025 ekonomi digital Indonesia tumbuh empat kali lipat dengan nilai mencapai USD 240 miliar.

Satrio Lelono, Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemnaker
Roadmap pembangunan pemerintah adalah pembangunan SDM yang berdaya saing, pembangunan infrastruktur, penyederhanaan birokrasi dan regulasi, kemudian transformasi ekonomi, sehingga pada 2045 ditargetkan Indonesia menjadi negara maju.

Kennedy Simanjuntak, Deputi Bidang Sarana Dan Prasarana Kementerian PPN / Bappenas

Bonus Demografi 2020 – 2035
Kita sedang mengalami bonus demografi, yang akan berakhir pada 2035, kita menuju ageing society dan ini adalah kesempatan emas, kita harus bisa memanfaatkan, produktifitas yang kita harapkan disini.

Iskandar Simorangkir, Ketua Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI), Tren Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia Tercepat se-ASEAN
Kalau kita lihat ekonomi digital, tren perkembangan Indonesia itu paling pesat. 5 dari 11 Unicorn di Asia Tenggara ada di Indonesia

“Masih banyak talenta anak bangsa yang dapat dikembangkan di era ekonomi digital,” tukas pengamat pendidikan Darmaningtyas dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB)

Menurut Darmaningtyas, harus dicatat pula bahwa digitalisasi itu hanya piranti.”Justru cara berpikir manusia itu yang harus disiapkan di era ekonomi digital ini,” tambahnya lagi.

Dan pelaku ekonomi digital sebagai panelis yaitu Bari Arjono, Founder & CEO Digital Enteprise Indonesia.

Selamat datang ekonomi digital Indonesia, semoga menjadi keberkahan untuk negeri. Sampai bertemu di tahun 2020. Semua proses kemajuan ada di tangan anak anak bangsa tidak hanya pemerintah saja. Ayo kita bangun ekosistem ekonomi digital yang paripurna.

Viva Talks : Berkarya Itu Hak Semua Orang

Memasuki bulan Desember selalu mengingatkan tentang sosok ibu, kenapa? karena di Bulan ini ada peringatan hari Ibu. Dan Kenapa menjadi istimewa seorang ibu?, Karena dalam ajaran Islam ibu itu menjadi madrasah pertama bagi anaknya. Jadi perannya sangat penting sekali dalam membangun karakter anak.

Namun dalam budaya kita perempuan selalu menjadi sub ordinat laki laki. Sampai Kartini bergerak untuk memajukan kaum perempuan Indonesia. Inilah salah satu tonggak pemberdayaan perempuan di Indonesia. Bahkan dalam Islam juga setara tidak ada perbedaan, yang membedakan adalah amal sholeh dati masing masing. Sebenarnya laki laki dan perempuan itu setara dalam semua hal. Namun ada 3 kodrat perempuan yang tidak bisa laki laki lakukan.

1. Haid

2. Hamil

3. Menyusui

3 hal itu tidak dapat dilakukan oleh seorang laki laki, hanya perempuan yang bisa. Di luar itu semua sama dalam berkarya.

Menarik sekali memang membicarakan perempuan berdaya. Hari Selasa (3/12) Vivatalks bersama Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak mengelar diskusi tentang “Perempuan Berdaya Indonesia Maju” bertempat di Hotel Millenium Jakarta Pusat. Adapun narasumber diskusi ini, sedianya Ibu Mentri akan memberikan keynote speacker, namun karena tugas beliau tidak dapat hadir dan diwakilkan oleh Bapak Hengki. Dr Sri Danti Anwar pakar Gender, Eko Bambang Subiantoro (Polmark), Diajeng Lestari (Founder Hijup) dan di moderatori oleh Anna Thealita (Anchor TV One). Acara Vivatalks ini di buka oleh Bapak Henky Hendranantha
Chief Operating Officer at VIVA Networks.

Apa itu Gender ?

Gender adalah pembedaan peran, kedudukan, tanggung jawab, dan pembagian kerja antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma, adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan masyarakat. Gender tidak sama dengan kodrat.

Jadi sudah paham apa itu gender ya manteman. Intinya sih pembagian peran dalam kehidupan, masing masing akan akan saling mengisi kekurangan sehingga menjadi sempurna.

Yang sangat menarik adalah sesi Perempuan Berdaya di Era Digital dengan menghadirkan Diajeng Lestari salah satu Founder Hijup ecommerce fashion muslimah.

Secara data Indonesia negara muslim terbesar, namun produsen fashion yang target muslim masih belum banyak. Padahal pasar begitu luas banget. Kita masih menjadi konsumen saja belum menjadi produsen. Data yang disodorkan Mbak Diajeng memang nyata, terbayang jika ada satu pengusaha muslimah yang sukses bisa mengaji berapa orang. Indonesia akan lebih berdaya lagi jika perempuan Indonesia bisa membuat usaha rumahan yang bisa di terima oleh masyarkat.

Memang tidak mudah membangun usaha, namun bukan hal yang mustahil juga untuk bisa dilakukan. Contoh sangat nyata adalah Hijup ini berawal dari ruangan 3X3 dengan dua orang karyawan sekarang sudah sangat berkembang sekali. Untuk Fashion muslim sudah menjadi pilihan.

Di era digital ini perempuan bisa lebih leluasa berkarya, bahkan dari rumahpun bisa menghasilkan karya. Dengan memberdayakan perempuan maka ekonomi secara makro juga bisa terangkat, karena penopang ekonomi makro adalah UMKM. Jika roda perekonomian di bawah bergerak maka kesejahteraan masyarakat juga terangkat.

Jadikan momentum hari Ibu ini menjadi sebuah pemacu semangat kaum perempuan untuk bisa lebih berdaya. Karena perempuan berdaya maka Indonesia Maju.

Selamat berkarya perempuan Indonesia.

Apa Itu ADM ?

Kalo dengar ATM pasti sudah apal banget ya benda apaan tanpa perlu dikasih tau apa. Tapi kalo ADM udah ada yang tau belum? Cung dulu yang tau …..

Ya betul Anjungan Dukcapil Mandiri. Kasih hadiah dulu ynag jawab bener ah biar asik. Jadi apa itu ADM sudah mengerti sekarang ya.

Nah bulan November kenarin sudah diluncurkan Anjungan Dukcakpil Mandiri (ADM), sehingga akan memudahkan proses pengurusan kartu dan Surat pribadi. Ini merupakan salah satu langkah perbaikan dalam menyempurnakan data dan pelayanan kependudukan kepada masyarakat.

Jadi kita ga perlu lagi nunggu untuk mencetak KTP, Kartu Keluarga, dll setelah menyerahkan berkas ke kelurahan. Nanti tunggu pemberitahuan melalui email atau HP untuk proses cetak di ADM. Jadi ADM ini bisa mencetak 23 macam surat dan kartu data kependudukan.

Seperti ATM, ADM juga tidak semua orang bisa akses, hanya yang sudah terregistrasi saja yang bisa mengakses ADM.

Cara punya akses ADM

1. Datang ke dinas Dukcapil, dan menyerahkan data yang diperlukan.

2. Menunggu verifikasi data

3. Mendapatkan email yang berisi PIN, QR Qode dan Sidik jari.

4. Setelah mendapat PIN, QR Qode dan Sidik Jari maka mendapatkan hak akses ADM selama dua tahun.

Diatas adalah 4 hal untuk mendapatkan akses ADM, jadi tetap harus terregistrasi dulu. Jadi ADM ini tidak menyimpan data kependudukan, hanya menyimpan link untuk proses pencetakan kartu saja. Data kependudukan tetap berada di Dukcapil setempat. Jadi jangan galau dengan data kependudukan kita, pasti aman.

Dan ADM ini belum ada secara nasional tergantung kebutuhan wilayah masing masing dan tentunya ada angarannya. Jadi langkah pemerintah untuk mencoba lebih efisien lagi dalam pelayanan kepada masyarakat perlu di apresiasi. Sistem baru pasti masih banyak kekurangan yang perlu disempurnakan lagi.

Anjungan Dukcapil Mandiri ini dibahas dalam Diskusi rutin Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang diadadakan di Aula Kemendagri. Menghadirkan narasumber Bapak I Gde Suratha (Sekretaris Ditjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri) dan Margo Yuwono (Deputi Bidang Statistik Sosial BPS)

Kenapa data Dukcapil menjadi menarik, karena dipergunakan untuk banyak keperluan baik itu pribadi maupun negara. Jadi dengan adanya ADM ini diharapkan pengurusan surat surat lebih cepat lagi.

Menjelang Sensus Penduduk tahun 2020 data Dukcapil ini akan digunakan sebagai data awal, jadi tidak dimulai dari nol proses sensus kependudukan ini ujar Margo Yuwono dalam diskusi FMB 9 kemarin. Apakah data yang ada di dukcapil itu ada perubahan atau tidak, petugas sensus nanti yang akan verifikasi langsung ke warga. Jadi petugas sudah memegang data awal tentang warga ini berdasarkan data Dukcapil.

Sensus Penduduk 2020 merupakan sensus ke-7 yang pernah diadakan oleh Indonesia. Dan tahun depan sensus penduduk juga berbarengan dengan 54 negara di dunia. Selain UU no 16/1997 tentang statistik dan PP no 51/1999 tentang penyelengaraan Statistik dan amanat UN World Population and Housing Programe.

Jadi tahun depan merupakan langkah awal untuk memperbaiki data dukcapil secara nasional. Akan ada satu data kependudukan nasional yang sangat valid.

99 Nama Cinta, Sebuah Film Humanis

Ketika mendapat undangan Press Screning Film 99 Nama Cinta dari Komunitas ISB, ada beberapa pertanyaan yang mengelayuti hati. Film tentang apakah gerangan, karena dari judul saja menarik perhatian. Dan bergenre apakah film ini?

Sampai pada akhirnya pada hari rabu (23/10) di XXI Senayan city rasa penasaran itu hilang, dengan menonton Film 99 Nama Cinta.

Antara hidup dunia dan akhirat itu akan selalu beriringan tidak ada bertentangan. Dalam film ini sangat jelas mengambarkan realita yang ada dalam keseharian kita. Kehidupan keseharian kita itu memangbmerupakan implementasi dari Agama, tidak ada satu aktifitas kita yang lepas dari Agama, dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi.

Naskah film ini di tulis oleh Garin Nugroho seorang sutradara yang filmnya sering menjadi box office.

Dalam film ini menceritakan dua kehidupan yang sangat berbeda, dunia showbiz dan kehidupan pesantren tradisional yang sangat kental dengan kehidupan beragama.

Para pemain film ini Acha Septriasa, Deva Mahendra, Chiki Fawzy, Adinda Thomas, Dzawin, Susan Sameh, Roby Purba, Donny Damara dan Ira Wibowo sangat apik bermain dan menghidupkan peran peran itu.

Acha Septriasa sebagai Talia seorang presenter sekaligus produser acara Gosip, dan Deva Mahendra sebagai Gus Kiblat seorang pengasuh pondok pesantren. Mereka dipertemukan oleh amanah orang tua mereka. Terbayang ga kehidupan mereka sangat bertolak belakang, satu sangat glamor dan penuh ambisi. Di satu sisi ada kehidupan berbagi ilmu.

Tim MNC Pictures bisa meramu ini dengan baik sekali, ceritanya ringan dan banyak hikmah yang bisa kita ambil. Kalau kepo coba aja liat thrillernya dulu di sini ya.

Dalam hidup itu ada suka dan duka silih berganti menghampiri kita, dalam film ini juga di ramu dengan apik mengalir dengan ringan realitas kehidupan. Bahwa semua orang punya potensi menebarkan kebaikan dalam kehidupan ini. Siapapun orangnya pasti bisa untuk menebarkan kebaikan kapan saja dan di mana saja.

Setting latar pesantren yang di bangun dari hasil Wakaf Produktif berupa perkebunan coklat. Memberikan contoh nyata bahwa siapapun bisa berkontribusi dengan apa yang dimilikinya. Tidak harus menjadi ustad untuk bisa berkontribusi dalam membangun pesantren. Jika kita punya kelebihan harta bisa berkontribusi dengan harta yang kita miliki. Jadi kita itu bisa berkontribusi dengan apa yang kita miliki.

Kita bisa belajar juga dari 99 Asmaul Husna untuk bisa diterapkan dalam kehidupan kita sehari hari. Kalau sudah kepo akut sama film ini, jangan lupa tanggal 14 November 2019 nonton di bioskop kesayangan manteman ya. Pasti deh banyak hikmahnya, ini tontonan yang penuh tuntunan.

Inspiratif sekali cerita yang di angkat dalam film ini. Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran. Walaupun bukan bergenre film Religi, namun pesan pesan tentang kehidupan beragama sangat kental terutama tentang Asmaul Husna yang diterapkan dalam kehidupan nyata. Ini salah satu film yang harus masuk wishlist bulan depan. Jangan sampai ga nonton film ini ya manteman.

Alur, setting dalam film ini sangat apik sekali. Tempo dan rasa di bangun dengan lancar. Tak terasa kita bisa tertawa dan menangis sepanjang menonton film ini.

Ini sebuah tuntunan dalam bentuk film, jadi nonton jangan lupa nonton.

Kang Dudi

Germas Pas, Aplikasi berbasis Android

Angka Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan makanan di Indonesia cukup tinggi. Keracunan ini pada terjadi pada olahan makanan dan jajanan anak. Dengan banyak kejadian luar biasa ini, tentu menjadi khawatir jika akan membeli makanan. Secara definisi KLB keracunan apabila satu kejadian terdapat dua orang atau lebih yang memakan makanan yang sama, kemudian sakit dan gejalanya sama pula. Kebanyakan pada kasus ini terjadi jika ada acara bancakan atau pesta-pesta adat. Ternyata pada tahun 2018 telah ditemui kasus keracunan terbesar yaitu di rumah tangga. Hal ini dikarenakan proses memasak yang tidak benar dan bahan makanannya tidak hygienies.

Keracunan itu sendiri bermula dari adanya bakteri yang terdapat di lingkungan kita dan terkontaminasi dengan makanan. Biasanya makanan yang sudah basi dan dipanaskan, akan lebih cepat terkontaminasi. Oleh sebab itu harus ada sebuah aktivitas yang memantau agar kejadian luar biasa tersebut tidak terulang lagi. Melihat fenomena tersebut, Kementrian Kesehatan meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android.

Aplikasi yang bernama #GermasPAS ini dapat di install di play store dan gratis. Aplikasi berbasis android ini bertujuan untuk melihat tempat makan di sekitar kita yang laik sehat. Ini sangat memudahkan kita untuk mendapat tempat makan yang sudah mendapat sertifikat laik sehat.

Pada hari selasa (17/9) saya menghadiri sosialisasi aplikasi germas pas bersama dengan teman teman dari Bloggercrony Communnity di Hotel Holiday Inn Gadjah Mada Jakarta. Keamanan pangan itu di mulai dari proses pembuatannya higienis. Jika proses ini sudah laik sehat, insya Allah pangan akan lebih aman.

Dalam kesempatan itu hadir pula Dirjen Kementrian Kesehatan dr. Kirana Pritasari. Beliau mengatakan, bahwa sudah waktunya masyarakat mengetahui tempat makan atau restaurant yang aman dan sehat. Menjamurnya tempat-tempat makan membuat masyarakat kalap dan bingung mau makan di mana. Alih-alih malah biasanya sedapetnya saja yang penting kenyang. Mereka tidak cek dan ricek lagi, apakah tempat makan yang dikunjunginya itu sudah aman dan sehat belum?

Aplikasi ini sangat mudah dioperasikan, bahkan oleh orang yang awam terhadap gawai sekalipun. Awal buka aplikasi ini kita bisa melihat menu utama yang terdiri dari beberapa fitur. Fitur yang coba saya buka yaitu fitur kategori, peta lokasi dan pencarian TPM terdekat. Nah, fitur yang dipakai adalah Pencarian TPM terdekat. Jadi kalau kita mau makan kita bisa lihat tempat makan yang sudah bersertifikasi. Dengan kata lain, tempat makan tersebut sudah laik buat didatangi. Adapun tujuan dari sosialisasi aplikasi ini yaitu agar masyarakat menjadi lebih sadar akan keamanan dan kesehatan pangan.

Bukankah mengkonsumsi makanan yang sehat itu akan berdampak pada tubuh yang sehat? Jadi, tunggu apalagi segera install aplikasi GermasPAS dan manfaatkan informasi tentang makanan sehat.

Sudah saatnya kita lebih sadar tentang makanan yang aman dan sehat. Karena salah makan bisa berakibat buruk seperti kasus keracunan di atas. Ayo kita pilih makanan yang aman dan sehat!

Saya sudah install Germas Pas, kamu kapan?