Silent Killer Itu Bernama Hipertensi

Tahukah hari ini 17 Mei itu sebagai Hari Hipertensi Sedunia?

Kalau belum tahu sekarang saatnya tahu dan aware tentang Hipertensi ini. Karena biasanya gejalanya itu kadang tidak terlihat sehingga banyak yang abai dengan penyakit ini.

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan mengukur tensi darah, “Check Your Number” dengan mengetahui tensi darah maka kita akan tahu kondisi kita. Sehingga jika terjadi tensi tinggi bisa diantisipasi lebih awal. Dengan mengecek tensi dan mengenali berapa ukuran ini menjadi salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengenali gejala hipertensi.

Sumber BloggerCrony

Hipertensi itu merupakan salah satu penyebab rusaknya organ yang mempunyai pembuluh darah. Jadi yang rusak adalah pembuluh darah, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit lain. Bahkan di berbagai negara penyakit ini menjadi “Silent Killer” ujar Dr Tunggul D Situmorang dalam seminar tentang Hipertensi di Kemenkes pada hari Jumat 20 Mei 2019.

Dr Cut Putri Arianie MHKes ( sumber BloggerCrony)

Selain itu juga Dr Cut Putri Arianie MHKes, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa Hipertensi itu merupakan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular. Diharapkan masyarakat bisa aware dengan hal ini, dengan gerakan Cerdik. Dan hal pertama adalah Know Your Number.

Apa itu Cerdik ?

Cek Kondisi Kesehatan Secara Berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori berimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

Dengan kita mengenali berapa angka tensi ini salah satu cara untuk mengetahui gejala awal hipertensi dan ini meeupakan bagian dari CERDIK yang pertama. Dengan berprilaku cerdik dalam mengatasi Penyakit Tidak Menular.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukan sekitar 1,13 Milyar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya bahwa 1 dari 3 ornag di dunia terdiagnosis hipertensi. Dan data ini diperkirakan naik terus dari tahun ke tahun, prediksi 1,5 Milyar di tahun 2025.

Data dari BPJS kesehatan, bahwa biaya pelayanan kesehatan hipertensi juga meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 2,8 Triliyun dan tahun 2018 sebesar 3 Triliyun.

Melihat data data di atas memang besar biaya pengelolaan hipertensi ini, namun bisa di kelola dengan pola Cerdik. Jadi kita bisa mengelola dengan merubah pola hidup menjadi lebih baik.

Ayo kita kenali berapa tensi darah kita dan lakukan akvitas fisik yang cukup untuk menghindari hipertensi.

Advertisements

Ambu, Semesta Pertama dan Terakhir

Ambu dalam basa sunda adalah sebutan untuk Ibu. Ketika ada tawaran Press Screening film Ambu ini langsung aja daftar. Karena penasaran dengan judulnya, seorang ambu yang bagaimana akan divisualissasikan di Film ini.

Sungguh sangat bikin kepo abis dengan judulnya. Rasa penasaran ini makin menjadi ketika banyak penonton yang menggunakan iket Baduy.

Jadi ada hubungan apa iket Baduy dan Ambu ini? Ternyata eh ternyata setting film ini di Kanekes Baduy.

Yang pasti mata dimanjain banget dengan visual tentang Baduy. Sang DOP Yudi Datau berhasil memanjakan mata penonton dengan keindahan Baduy.

Poster Film 3 Tokoh, Fatma (Cynthia Bella), Ambu Misnah (Widyawati) dan Nona (Luthesa). Nah Tokoh Ambu dan Fatma ini aseli Baduy. Jika seorang warga sudah keluar dari Kampung Kenekes maka sudah bukan warga Baduy lagi. Jika ini kembali perlu di hukum selama 40 hari dan di terima kembali dengan adat Baduy.

Dalam cerita ini Fatma sudah keluar dari Kanekes karena menikah dengan orang Jakarta. Proses kembalinya Fatma ke Kanekes dengan membawa anaknya yang tidak mengenal adat Baduy sama sekali ini menjadi cerita yang menarik.

Karena susah tidak mempunyai apa apa lagi di Jakarta, akhirnya Fatma kembali ke Kanekes. Walaupun tahu akan penerimaan Ambu terhadapnya sangat dingin.

Di Film ini juga ada beberapa prinsip orang Baduy yang bisa di ambil oleh kita, seperti jalan harus beriringan ke belakang. Kalau kita berjalan bersisian akan menghalangi orang lain yang berlawanan arah. Saya baru tahu tentang hal ini di film ini. Kearifan lokal Baduy sangta terasa di film ini.

Ambu pun melaporkan kedatangan Fatma kepada Jaro (Pemangku Adat), gimana mensikapi ini. Jaro mengembalikan kepada Ambu Misnah, mau menerima kembali Fatma dengan catatan harus di hukum selama 40 hari. Atau Fatma mau di anggap sebagai Semah (tamu) selama tinggal di Baduy.

Proses penerimaan Ambu ke Fatma inilah cerita yang menguras air mata penonton. Bagaimanapun seorang ibu akan terus mengasihi anaknya.

Film ini memang berbeda dari yang lain dan patut menjadi salah satu yang di tonton. Jangan lupa tanggal 16 Mei untuk nonton film Ambu ini.

Selamat menonton Ambu, Semesta Pertama dan Terakhir.

LRT, Moda Transportasi Baru di Jakarta

Kalau bicara Jakarta, yang namanya macet pasti menjadi Top Mind. Macet seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan di Jakarta.

LRT Jakarta
Kemacetan di sekitar stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading

Tahun 2019 ini ada dua moda transportasi baru yang hadir untuk menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan. Yang pertama Rantanga atau Moda Raya Terpadu (MRT Jakarta) dna yang kedua LRT Jakarta.

Alhamdulillah saya sudah mencoba kedua moda tramsportasi bari ini. Nah yang akan saya ceritakan sekarang tentang LRT Jakarta.

Yang menjadi HighLight saya dari Moda ini adalah Integrasi. Ada konektivitas antar moda sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa beraktivitas.

LRT Jakarta baru operasional di Koridor 1 Pengangsaan Dua sampai Velodrome Rawamangun. Saya juga sempat melihat Depo LRT ini dari dekat, sungguh sangat luas. Ada sekitar 13 Hektar luas Depo LRT ini, lahan ini dimiliki oleh Jakpro, salah satu BUMD Pemprov DKI yang menangani Property. Rencana ke depan juga akan di bangun Apartemen di sini, sehingga memudahkan akses.

Dari Depo LRT ini, kami diberikan penjelasan mengenai LRT Jakarta. Terutama tentang pembagunan dan operasional LRT.

PT LRT Jakarta ini sebagai operator dari Operasional LRT Jakarta, sedangkan property, sarana san prasarana yang membangun adalah PT Jakarta Property (JakPro) milik Pemprov DKI Jakarta.

Jadi pemilik LRT ini adalah Pemprov DKI Jakarta. Dan yang bikin saya bangga adalah, LRT ini adalah hasil karya anak bangsa.

Sosialisasi ini disampaikan oleh GM Operasional dan Layanan PT LRT Jakarta kepada para Blogger dan Railfans di Depo LRT Kelapa Gading Jakarta Utara.

Yang menarik perhatian saya dari presentasi beliau, karyawan PT LRT ini di dominasi oleh anak Milenial artinya proses teansformasi sedang berjalan dengan baik di PT LRT ini. Saya yakin PT LRT akan lebih cepat perkembangannya karena dominasi tenaga muda ini.

LRT Jakarta
Bp Aditya GM Operasi dan Layanan PT LRT Jakarta

Awal pembangunan prasarana LRT ini, bulan Januari 2017. Pada bulan Agustus 2018 semua sudah terhubung. Dengan waktu kurang lebih 1,5 tahun terbangun semua saran dan prasarana LRT ini. Kalau menurut saya untuk pembangunan infrastruktur 1,5 tahun adalah cepat banget. Untuk keretanya sendiri bulan Juni 2017 baru rangka saja, dan bulab April 2018 kereta tiba di Tanjung Priok. Mulai uji coba pada bulan Agustus 2018 menjelang perhelatan Asian Games. Keren dan cepet banget pembangunannya.

LRT Jakarta
Menuju Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading bersama Railfans dan Blogger

Setelah sosialisasi selesai, kami para blogger dan railfans di aak langsung menikmati LRT dari Stasiun boulevaar Utara sampai Velodrome PP. Aih seneng banget saya bisa menikmati moda transportasi yang nyaman dan terintegrasi ini.

LRT Jakarta
Para konten kreator sedang sibuk

Nah pada sesi sosialisasi pada kalem dan serius, di sesi filed trip ini sibuk degan membuat konten tentang berbagai kelebihan LRT dari moda tramsportasi yang sudah ada.

Mencoba LRT jadi lebih seru karena beragam kehebohan Blogger dn Railfans dalam membuat konten, ada yang selfie, ada yang bikin vlog dan masih banyak keseruan lainnya.

Sayang hanya sebentar sudah sampai Velodrome. Ga kerasa banget perjalanannya, kalau naik mobil mungkin belum sampai, karena macet. Sudah libat foto kemacetan di depan Stasiun Boulevard Utara kan? Segitu rapatnya kendaraan.

Sungguh ini merupakan solusi mengurai kemacetan Jakarta.

LRT Jakarta
Komunitas Edan Sepur sedang mendokumentasikan LRT Jakarta

Saya yakin dengan kenyamanan seperti LRT ini, banyak pengguna kendaaraan pribadi bisa beralih ke moda tranportasi publik yang ada di Jakarta. Apalagi jika masalah waktu bisa terukur dengan jelas.

Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi untuk masalh Transportasi Publik ini. Sekarang sudah hadir JakLingko, sebagai sarana transportasi yang terintegrasi dari satu moda ke moda lainnya. Sehingga ini memudahkan warga untuk mobilitas. Bahkan ada beberapa jalur angkot ynag sudah terintegrasi dengan stasiun LRT.

LRT Jakarta
Mesin tiketing LRT Jakarta

Ini keseruan saya dalam mencoba LRT, Selamat menikmati LRT Jakarta.

Gorila Sport, Sebuah Terobosan Media Olahraga Berbasis Ilustrasi

Sekarang era Disrupsi dimana perubahan begitu cepat. Jika tidak cepat mengambil langkah akan tergerus oleh teknologi. Begitu juga dalam dunia penerbitan, sekarang koran dan majalah sudah banyak yang mengalami hal ini, karena adanya teknologi internet semua ada dalam genggaman. Bergerak bersama teknologi akan lebih ringan lagi untuk berjalan di jaman penuh perubahan ini.

Senin (18/2) saya berkesempatan hadir di acara Kumpul Gorila di Hotel Fairmont di Jakarta Selatan. Sebuah portal olahraga www.gorilasport.com yang mempunyai konten berbeda dari yang lain. Semua kontennya diisi dengan ilustrasi. Ini merupakan sebuah terobosan baru media massa berbasis ilustrasi. Belum ada media yang membuat berita melalui ilustrasi. Menurut saya ini sangat jeli dalam melihat peluang dan tantangan zaman. Karena sekarang era visual, sehingga konten visual akan lebih menarik perhatian dari netizen. Ilustrasi adalah konten visual tentu akan sangat disukai sekali oleh generasi milenial. Dengan cepat bisa melihat berita dengan ilustrasi.

Pak Johari Zein sedang memompa semangat kami

Portal ini hadir dari kecintaan kepada olah raga dan ilustrasi dari para pendirinya, yaitu Leo Tigor Pasaroan, Johari Zein dan Sheila Rooswitha untuk menghasilkan konten olahraga yang berbeda dari media lainnya. Ini orang di balik layar suksesnya Gorila Sport.

Menjelang tiga tahun www.gorilasport.com hadir, tepatnya bulan April 2016 portal ini ada. Banyak sekali perhatian dari pemerhati olahraga dan ilustrasi karena konten yang dihasilkan melahirkan kebaikan bagi komunitas.

Saya dan tokoh inspiratif Johari Zein

Pak Johari Zein salah seorang pengagasnya portal ini, juga yang membawa JNE menjadi salah satu perusahaan ekspedisi yang terdepan di Indonesia. Saya beruntung sekali bisa bertemu langsung dengan Pak Johari Zein ini. Ide agen JNE sebenarnya awalnya ingin menolong orang yang kesusahan untuk mendapatkan pekerjaan. Namun ternyata ini menjadi strategi untuk mendekatkan kepada konsumen yang tidak tertandingi oleh kompetitor yang ada. Sehingga berkembang sampai sekarang dengan jumlah karyawan mencapai 22.000 orang di seluruh Indonesia.

Beliau ingin menjadi perantara kebaikan bagi siapa saja.

Gorila sport ini juga diharapkan bisa menjadi jembatan kebaikan bagi pembacanya. Diharapkan dengan berkembangnya ini banyak ilustrator yang bisa berkarya di portal ini. Siapaun bisa menjadi kontributor Gorila Sport ini.

Dan di tahun ini Gorila akan meluncurkan 10 rubrik baru, sehingga kesempatan untuk berkarya bagi ilustrator sangat terbuka lebar. Ke 10 rubrik ini tidak melulu ngobrolin masalah olahraga namun juga keseruan yang ada di seputar olahraga. Nah apa aja rubriknya pasti akan sangat menarik perhatian kita. Salah satu rubrik baru itu adalah #Nyinyir konten yang mengkritisi dunia olahraga di Indonesia dan dunia. Pasti ini akan sangat ditunggu sekali oleh para pembaca di portal ini. Nyinyir tapi menghasilkan karya yang positif.

Memasuki ruang acara ini pun digelar ilustrasi yang pernah ditayangkan di Gorila. Dan semua sangat menarik, walau tanpa caption sudah bisa menangkap apa makna dari gambar gambar yang dihadirkan. Bukan cuma bisa tersenyum saja kita melihat ilustrasinya, namun juga memberikan inspirasi. Karena jaman ini jaman visual, maka ilustrasi juga akan menjadi sangat membantu dalam menyajikan berita dengan gaya yang berbeda. Dengan menghadirkan inovasi ini, maka konten yang dihadirkan semakin menarik perhatian.

“Gorila Sport bukan hanya sebagai pelopor media olahraga berbasis ilustraai di Indonesia saja. lebih dari itu, Gorila Sport adalah ruang berkreasi bagi para ilustrator dan pencinta olahraga di indonesia. Memasuki usia ketiga tahun, Gorila Sport akan menjalin banyak sinergi dan kolaborasi dengan para ilustrator, komikus, dan para seniman di Indonesia” ujar Matthius Chalim CEO Gorilla Sport.

Semoga langkah ini bisa jalan memulai perubahan. #antarkebaikan

Preman Juga Manusia, Bisa Pensiun

Kita Dipertemukan oleh bisnis, Bisnis yang bagus tapi bukan bisnis yang baik

Dunia hitam sangat identik dengan keras dan sangar. Ternyata banyak sisi humanis yang tidak diketahui. Serial TV Preman Pensiun sangat menarik perhatian masyarakat Indonesia tiga tahun lalu. Memang tidak selalu menonton serial ini, namun memang sangat ringan dan membumi dialognya. Terutama dengan gaya khas yang dari pemain serta bodor sunda-nya.

Film Preman Pensiun ini masih satu paket pemain dan sutradaranya. Sehingga karakter serial pasti masuk dalam film ini, hanya cerita saja yang membedakan.

Terus terang sayah ngakak hampir sepanjang film ini, celetukan khas sunda mengingatkan masa kecil saya di Bandung. Dengan gaya continue dialague makin tambah keren. Ini juga khas ketika di serial TV. Dengan seperti itu kita disajikan gambar yang penuh kejutan namun rangkaian cerita tetap terjaga dengan sempurna.

Siapapun ketika berubah kepada arah kebaikan pasti akan ada hambatan. Bagaimana menyelesaikan hambatan ini adalah sebuah proses. Film ini bercerita tentang perjalanan paska hijrah dari bisnis baik belum benar ke bisnis baik ddan benar. Cerita simpel keseharian yang sering kita temui dalam kehidupan sehari hari.

Ternyata Preman juga punya sisi humanis yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua. Proses perjalanan menjadi baik itu yang harus kita bisa lakukan secara terus menerus sepanjang hayat.

Menonton Film Preman Pensiun ini selain menghibur kita juga bisa banyak belajar tentang sisi humanis Preman. Bagaimana memikirkan anak gadis yang menjelang dewasa, memikirkan keluarga bahkan me time.

Yang menarik perhatian sayah di Press Sreening Film ini adalah Kang Epy hadir dengan kostum keseharian dalam film ini. Selain itu sangat akrab dengan yang ingin berfoto dengannya. Bahkan ada beberapa adegan foto yang kocak dengan fansnya. Gelo pisan Kang Epy totalitas.

Ada yang penasaran dengan film ini ga? Biar ga penasaran bisa lihat thrillernya ini ya, Tanggal 17 Januari 2019 akan di putar serentak di Bioskop kesayangan anda, jadi jangan sampai ketinggalan melihat aksi kocak Murad dan Pipit. Ga akan nyesel menonton film ini pasti akan sangat terpingkal menyaksikan Mang Uu, yakin banget deh.

Salut untuk Kang Aris Nugraha sutradara sekaligus penulis skenario dari Film ini. Idenya lahir dari observasi kehidupan preman di berbagai tempat di Bandung.

“Setiap pertanyaan harus selesai di kamu, setiap persoalan harus selesai di kamu. – Kang Bahar”

PMJNews Hadir Untuk Menghindaei Hoax

Kamis pagi yang cerah, secerah hatiku menyambut hari ini. Ada event yang harus saya hadiri di Polda Metro Jaya, terkait dengan media yang akan di launching hari ini.

Dengan hoax yang sudah sangat memprihatinkan kondisi negeri ini. Masyarakat yang dengan mudahnya memencet jempolnya untuk sebuah berita yang belum tentu benarnya. Dan berita ini malah semakin membuat runcing disintegrasi bangsa.

Kamis (15/11) telah lahir portal baru PJMNews, yang dilaunching oleh Kapolda Metro Jaya di Gedung Promoter. Dalam acara ini juga hadir ketua KPI Pusat Yuliandre Darwis, yang menyambut gembira dengan hadirnya portal baru ini. Dan berharap “Semoga PMJNews.com menjadi sebuah platform terpecaya dalam memberi informasi yang benar bagi masyarakat” Ujar Yuliandre Darwis.

PMJNews ini lahir untuk meluruskan berita berita hoax yang beredar di masyarakat ujar Kapolda Metro Jaya dalam launching PMJNews. Dengan hadirnya portal ini diharapkan kesinambungan pemberitaan dari kepolisian akan bersambung. Jika kepala Humas diganti sekalipun program ini akan terus berjalan. Jadi jika masyarakat membutuhkan berita yang valid mulai sekarang bisa melihat portal berita PMJ News yang digawangi oleh Bapak Argo Yuwono sebagai pemimpin umum dan juga merupakan Kepala Humas Polda Metro Jaya.

Bapak Argo Yuwono berharap “portal ini bisa berjalan dengan cara kerja jurnalistik secara profesional.” Dan yang menjadi Pemimpin Redaksi PMJNews adalah Rachmawati. Sehingga diharapkan bisa menjadi media pilihan masyarakat.

Dari data yang dikumpulkan dari berbagai, polsek, polres dan polda sehingga akan menjadi big data yang akurat, sehingga bisa digunakan untuk kepentingan bangsa dan negara. Data yang dipunyai merupakan data yang sudah tervalidasi dengan baik.

Dengan tagline Terdepan dan terpercaya, portal ini diharapkan bisa memberikan kontribusi yang positif bagi negeri ini. Sehingga tidak ada lagi hoax diantara kita. Ini adalah satu langkah baik yang harus didukung oleh semua elemen masyarakat.


Film 3 Dara 2 : Ketika Dunia di Balik

Mungkin pernah merasa tentang peran yang terbalik dalam kehidupan sehari hari kita. Meneruskan keberhasilan film 3 Dara, ada sekuelnya di tahun ini kehidupan Jay, Richard dan Afandi setelah menikah.

Berbeda sekali dengan yang pertama, namun benang merahnya tetap sama. Yaitu berganti peran, dalam film ini berganti peran dalam menjalani kehidupan Rumah Tangga.

Afandi (Tora Sudiro) yang merasa disepelekan oleh Ibu mertuanya ingin bisa membuat bangga istri dan mertuanya.

Dengan ide berinvestasi di bidang agrobisnis, mengajak Jay (Aditia Dolken) dan Richard (Tanta Ginting) bergabung investasi di Agrobisnis ini. Alih alih mendapatkan keuntungna tiap bulan tanpa kerja, malah tertipu 45 M lenyap begitu saja.

Nah konflik di mulai dari ini, terutama dengan para istri mereka tahu kehilangan uang sebanyak itu. Karena asetnya semua di sita oleh Bank.

Banyak konflik dan kejadian yang lucu karena peran yang berganti antara suami dan istri. Eh sebentar ya kalau saya ceritakan mah ga asyik, mending cepat aja nonton ke bioskop biar bisa tertawa puas.

Banyak adegan yang membuat kita tertawa, namun film ini memberikan pesan moral tentang berinvestasi. Jadi kita harus paham betul ketika akan berinvestasi pada bisnis tertentu. Jangan cepat tergiur dengan keuntungan yang dijanjikan, namun harus tau juga resikonya bagaimana.

Ada juga pelajaran tentang bagaimana kehidupan suami istri dalam menghadapi permasalahan yang ada. Namun tetap dalam bingkai situasi komedi.

Apalagi ketika mereka bertiga sedang konsul ke Psikiater tentang masalah yang dihadapi. Walaupun film bergenre komedi, namun tetap ada hikmah yang bisa kita ambil sebagai pelajaran. Jadi tetap mendapatkan pelajaran dari film ini.

Pas film selesai tayang, hadir Tanta Ginting, Ovy Dewi dan Aditia Dolken menyapa penonton yang memenuhi Blok M Square dan memberikan apresiasi kepada penonton. Tidak sah jaman sekarang kalau belum swafoto dengan para pemain, maka jadilah ajang swafoto bersama para pemain.

Jadi cepatlah nonton sebelum kehabisan tayang film ini. Nanti menyesal deh, selamat menonton film Indonesia.

Kang Dudi

Pencegahan Stunting Menuju Indonesia Sehat

Stunting
Menkes Nila Moeloek Dalam Kampanye Pencegahan Stunting (Foto Dok Kemenkes)

Indonesia sehat itu sebuah impian nyata yang dapat diwujudkan oleh masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah dalam membangun program kesehatan di Indonesia. Salah satu hal yang penting adalah Pencegahan Stunting harus dilakukan di Indonesia ini. Bahkan kemarin hari Minggu (16/9) dilakukan kampanye nasional tentang pencegahan stunting di Monas Jakarta.

“Cegah Stunting Itu Penting” pesan singkat ini mulai dikampanyekan kepada masyarakat luas untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang apa itu Stunting.

Tanda dimulai kampanye ini dengan pembubuhan tanda telapak tangan oleh Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko; Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang didampingi istrinya, Fery Farhati Ganis, selaku Ketua PKK Provinsi DKI Jakarta; Gubernur Banten, Wahidin Halim; Wakil Gubernur DI Yogyakarta, Sri Paduka Paku Alam X; Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, Sigit Priohutomo; dan Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, Kirana Pritasari.

Data stunting di Indonesia pada tahun 2013 berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) adalah sebesar 37,2%, berharap dengan adanya kampanye ini angka stunting pada tahun ini ada di angka 28%. Progres ini akan tercapai jika ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat. Dengan data itu menyatakan bahwa 4 anak dari 10 anak (37,2%) mengalami stunting. Ini berdasarkan data tahun 2013.

Yuk sebelum lebih jauh bicara tentang Stunting, mari kita mengenal apa itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak usia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada seribu hari pertama kehidupannya. Stunting itu dapat menghambat perkembangan otak dan tumbuh kembang anak.

Tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Nah penyebab utama stunting ini adalah Gizi Buruk yang mengakibatkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat. Jadi bukan cebol stunting itu, namun salah satu indikasinya adalah tinggi badan dari anak.

Stunting
Foto Dok Kemenkes

Menkes Nila Moeloek mengatakan bahwa stunting itu adalah gagal pertumbuhan. Menkes menegaskan bahwa Indonesia harus bebas dari generasi stunting, maka pencegahan stunting itu menjadi upaya yang sangat penting. Ini pesan penting buat kita semua, untuk bisa berpartisipasi mencegah stunting di Indonesia. Karena kita pasti menjadi orang tua, kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak kita bahkan ketika masih berada di kandungan ibu.

Setelah tahu bahwa penyebab utama Stunting adalah Gizi buruk, artinya kita harus fokus memperbaiki kualitas gizi anak anak Indonesia ini. Tentunya harus dimulai dari diri kita, dan sekarang juga. Karena anak anak saya sudah beranjak remaja semua, hal yang saya lakukan adalah memberikan edukasi melalui tulisan tulisan biar masyarakat lebih paham tentang kesehatan ini. Terutama bagaimana penanganan anak dalam tumbuh kembang. Sehingga berkurang angka kekurangan gizi di masyarakat.

“Kerdil badan karena kekurangan gizi kronis ini, bisa mengakibatkan otaknya kerdil juga. Artinya anak-anak itu jadi kurang pandai,” jawab Menkes Nila Moeloek, sesaat sebelum memberangkatkan ribuan peserta long march bersama Kepala Staf Presiden, Jend. TNI (Purn) Moeldoko, dan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK, dr. Sigit Priohutomo, MPH.

Jadi salah satu pencegahan stunting itu mulai dari proses kehamilan, mungkin untuk para jomblo yang akan menikah pengetahuan ini juga sangat penting. Karena akan membuat generasi Indonesia yang lebih sehat.

Pesan Menkes untuk para jomblo, calon orang tua dan orang tua yang sudah punya anak, harus paham tentang pencegahan stunting ini, terutama tentang perbaikan pola makan, pola asuh dan juga memperhatikan sanitasi di sekitar lingkungan.

“Kalau tidak mau anak-anak kita stunting, kalau kasih makan anak-anak utamakan (sumber protein) untuk anak-anak dan ibu hamil dulu ya,” kata Menkes.

Untuk Bumil alias Ibu Hamil harus bisa menjaga kehamilan dengan mencukupi kebutuhan gizi bayi terutama pada 1009 hari pertama kehidupan. Ini sangat penting sekali untuk proses pencegahan stunting ini. Dan ini adalah awal pencegahan.

Artinyan selama proses kehamilan artinya sejak janin tumbuh kembang dalam masa kandungan (270 hari) sampai dengan masa pemberian ASI hingga 2 tahun (720 hari). ASi Ekslusif selama enam bulan dan makanan pendamping ASI. Ini adalah gerbang utama pencegahan stunting ini.

Dan ada yang lebih penting, masyarakat juga diharapkan untuk senantiasa menerapkan hidup sehat, dengan rajin berolahraga, perbanyak makan sayur dan buah, dan cek kesehatan secara berkala. Pokonya mah hidup Germas bisa menjadi pola hidup sehat.

Deklarasi ini menjadi titik awal penyadaran masyarakat mengenai bahaya stunting dan bagaimana upaya pencegahannya. Melalui upaya ini, diharapkan prevalensi stunting bisa diturunkan dari 37,2% (2013) menjadi 28% (2019). Saat ini Indonesia menempati rangking kelima masalah stunting ini di dunia. Berharap bisa menurun angka stunting ini dalam beberapa tahun ke depan. Karena INDONESIA sudah dalam kondisi darurat Stunting, yo kita bergerak bersama. Karena semua itu adalah tanggung jawab kita semua sebagai warna negara. Karena jika warga negara kuat otomatis negara akan menjadi kuat juga.

Dengan adanya kampanye ini mudah mudahan prevalensi stunting ini bisa menurun sesuai dengan target. Sebenarnya kita sebagai negara maritim diuntungkan dengan posisi ini. Ikan bisa menjadi makanan penambah protein sehingga masalah kekurangan gizi bisa diatasi lebih dini. Makan ikan bisa cegah stunting bisa di lihat himbau Menkes di video ini.

Di DKI Jakarta yang menjadi ibu kota masih ada terjadi stunting ini, menurut Anies Baswedan “Di DKI Jakarta, meski angkanya di bawah rata-rata nasional, namun masih sekitar 27% prevalensinya. Kita harus lebih serius memperhatikan makanan yang kita berikan kepada anak-anak untuk pertumbuhan mereka,”

Jadi stunting ini adalah masalah kita semua bukan hanya terjadi di pedesaan namun di kota metropolitan saja masih ada angka stunting. Jadi mari kita turut berpatisipasi untuk mencegah stunting ini dengan apa yang bisa kerjakan. Tidak mungkin pemerintah bekerja sendiri, partisipasi masyakarat juga sangat berperan untuk mencegah stunting ini. Semoga semua pemerintah daerah bisa menjalankan kampanye ini hingga tingkat pos yandu, sehingga pemahaman masyakarat akan hal ini lebih bagus.

Ada upaya yang menarik dari Istri Gubernur DKI Jakarta, selaku Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta, Fery Farhati Ganis, menyerukan pesan bagi para ibu agar selalu mengingat kata “BAGIMU” yang merupakan singkatan dari “Bahagiakan Anakmu”, “Beri Gizi yang cukup”, dan “Stimulasi indera anak kita”.

Ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi stunting di Ibukota Republik Indonesia.

Adapun ciri yang terlihat stunting adalah tinggi badan balita stunting lebih rendah daripada standar umurnya. Ketika beranjak dewasa anak stunting rentan terhadap penyakit, kurang berprestasi di sekolah, rentan mengalami kegemukan. Sementara itu, ketika dewasa mereka lebih mudah terkena berbagai penyakit tidak menular, seperti jantung dan diabetes.

Yang mengerikan adalah efek stunting ini, tidak bisa dikembalikan seperti semula jika sudah terjadi. Terlebih, kekurangan gizi pada anak usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak. Maka, gangguan pertumbuhan ini harus segera ditangani dengan tepat

“Indonesia itu tanahnya subur, maka generasinya harus sehat, jangan stunting,” jadi pelopor di daerah masing masing untuk mencegah stunting ini.

Jangan Ada Dusta Dalam Distribusi Daging Celeng

Pernah dengar tentang Karantina? Atau belum sama sekali

Badan Karantina adalah satu badan yang mengawasi keluar masuknya hewan, tumbuhan dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
Karena hewan dan tumbuhan itu merupakan salah satu media pembawa hama dan penyakit.

Jadi salah satu fungsinya adalah untuk mengawasi perpindahan hewan dan tumbuhan baik itu antar daerah, pulau bahkan antar negara.
Jika sudah terjadi satu wabah akan sulit untuk mencegahnya dan ini pernah kita rasakan ketika flu burung.

Nah Jumat (19/9) kemarin di Cilegon diadakan Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema “Solusi Penanganan Permasalahan Lalu Lintas Daging Celeng”.

Dalam diskusi ini akan mencari solusi untuk permasalahan daging celeng ini terutama yang berkaitan dengan lalu lintas distribusi Daging Celeng.

Fakta yang ada di lapangan, Celeng ini dikenal sebagai hama bagi pertanian dan populasinya memang banyak sekali. Tingkat kelahiran dari satu Celeng banyak, bisa sampai lahir 14 ekor anak. Disisi lain ada kebutuhan untuk pakan hewan yang ada di Ragunan dan beberapa Kebun Binatang. Dan ada juga manusia yang biasa makan Daging Celeng ini di masyarakat.

Disisi lain ada kebutuhan untuk pakan hewan yang ada di Ragunan dan beberapa Kebun Binatang. Dan ada juga manusia yang biasa makan Daging Celeng ini di masyarakat.
Yang masalah adalah ketika daging celeng ini di oplos dengan daging lainnya.

Nah jangan sampai ada dusta tentang Daging Celeng di antara kita.Kejujuran semua pihak sangat diperlukan dalam hal ini, sehingga konsumen tidak dirugikan dengan daging oplosan.

Kejujuran semua pihak sangat diperlukan dalam hal ini, sehingga konsumen tidak dirugikan dengan daging oplosan.
Karena di pasar daging celeng ini di oplos, jadi di label daging sapi padahal udah di campur dengan daging celeng.

Makanya jangan ada dusta dalam peredaran daging celeng ini. Jujur dan transparan itu adalah kunci.

Setelah tahu permasalahannya di lapangan seperti itu, maka perlu di cari solusi dari permasalahan ini sehingga tidak ada lagi Daging celeng yang di oplos.
Yang dikhawatirkan adalah mengancam kesehatan masyarakat dikarenakan daging asal hewan yang hidup di hutan tanpa jaminan sanitasi dan higenitas ini terus marak diperdagangkan dengan cara ilegal, ungkap Agus Sunanto, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani BKP.

FGD ini di pandu langsung oleh Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani Badan Karantina Pertanian, drh. Agus Sunanto, MP, dalam diskusi ini juga hadir dari berbagai UPT Karantina di Pulau Jawa dan Sumatera, Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota, berbagai instansi dan pihak terkait lainnya.Sehingga memberikan berbagai solusi untuk masalah daging celeng ini.

Sehingga memberikan berbagai solusi untuk masalah daging celeng ini.

Ternyata ada potensi ancaman bagi kesehatan kita saat dikonsumsi terlebih setelah di campur dengan bahan pangan lain seperti yang selama ini ditemui pada penelusuran tindakan penegakan hukum (gakkum).

Dari data Gakkum Badan Karantina Pertanian tercatat 3 ton ditangkap Karantina Lampung di tahun 2017 dan terjadi peningkatan di tahun 2018 sebanyak 13.1 ton masing-masing 4,6 ton di tangkap di Karantina Cilegon dan 3,5 ton di Karantina Lampung. Dengan data ini ternyata banyak sekali daging celeng yang tidak mempunyai dokumen resmi sehingga ini menjadi tidak jelas peruntukan daging untuk apa. Apakah untuk pakan hewan atau di jual bebas di masyarakat dengan di oplos.
Ada hal yang penting dalam distribusi daging celeng ini, ada 3 hal peraturan yang dijaga pada lalu lintas peredaran daging celeng yakni,
1. kepatuhan terhadap UU No 16/92 tentang Karantina Hewan, Tumbuhan dan Ikan.
2.Perlindungan terhadap hak konsumen untuk pangan yg sehat dan terjamin halal. Seperti diketahui, celeng dapat menularkan penyakit swine influenza ke manusia. Bahkan bakteri yang terdapat pada kulit celeng dapat menyebabkan ruam ruam di kulit yang disebut diamond skin disease. Yang patut sangat diwaspadai adalah saat daging celeng diolah secara tidak sempurna, dicampur dengan bahan lain menjadi kornet, bakso atau sosis bisa sebabkan ancaman penyakit sistiserkosis yang bersifat zoonosis bahkan ke otak manusia.
3. Dan yang terakhir, adalah tidak terjadinya pelanggaran soal ASUH, aman, sehat, utuh dan halal. Saat telah sengaja dicampur dengan produk lain maka soal kehalalan menjadi perhatian penting.

Ketiga hal diatas menjadi perhatian badan karantina.
Dari hasil diskusi seharian maka didapatkan satu solusi untuk distribusi daging celeng ini semoga ini menjadi satu inovasi dalam menangani masalah daging celeng, sehingga tidak ada dusta lagi dalam distribusi daging celeng.
Dan saat ini daging celeng yang dilalulintaskan sesuai persyaratan perkarantinaan dijadikan sebagai pakan hewan di Kebun Binatang Ragunan. “Dari 10 ton kebutuhan KBR, baru 2 ton daging celeng yang dapat dipenuhi,” kata Sucikno pengepul daging celeng asal Bengkulu. Ke depan hal ini akan menjadi pilot project dengan memberikan teknologi dalam proses pengiriman daging dari bengkulu ke Ragunan. Sehingga distribusi menjadi terkontrol dan tidak ada dusta lagi.
Inisiatif yang sangat bagus lahir dari Badan Karantina ini, untuk bisa menjembatani antara pemberantasan hama dan permintaan pakan hewan ini yang sesuai dengan standar kesehatan. Sehingga lebih jelas lagi aturan dalam distribusi daging celeng ini. Dan tidak ada dusta lagi dalam Distribusi Daging celeng ini.

Wisuda Imunisasi Bayi Sebuah Langkah Melindungi Generasi Bangsa

Jika membicarakan imunisasi berarti kita sedang membicarakan masa depan negeri ini. Kenapa? Karena imunisasi itu melindungi anak anak dari berbagai penyakit. Dan anak anak itu adalah aset negeri ini. Makanya berbicara imunisasi itu adalah berbicara aset negeri. Walaupun sakit itu memang sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Namun kita juga harus berusaha untuk mencegah penyakit itu datang. Salah satu ikhtiar kita untuk menjadi sehat itu adalah dengan imunisasi. Hasil dari munisasi ini akan dirasakan puluhan tahun yang akan datang oleh anak kita, bukan kita sebagai orang tuanya. Jadi perlindungan imunisasi ini sepakat ya bahwa imunisasi adalah aset. Sippppppppp

Apa aja Imunisasi dasar itu?

Sebelumnya mari kita cari tau apa aja imunisasi itu. Pertama pada saat bayi kurang dari 24 imunisasi Hepatitis B (HB-0). Ini yang menjadi awal pondasi kesehatan dari seorang bayi. Ini membuat antibodi di tubuh bayi dan ini merupakan pertahanan awal kesehatan. Imunisasi Hepatitis B ini dilanjutkan di Bulan pertama, kedua dan ketiga (HB-1-3).

Pada bulan pertama ditambahkan imunisasi BCG dan Polio. Polio ini berlanjut sampai bulan ke-4. Dan di bulan ke 9 dilakukan imunisasi MR atau campak. Ini adalah benteng pertahanan dari kehidupan seorang bayi untuk masa depa.

Setelah lengkap imunisasi dasar, ada imunisasi lanjutan, yaitu imunisasi bayi bawah dua tahun (Baduta) usia 18 bulan diberikan imunisasi (DPT-HB-Hib dan Campak/MR), kelas 1 SD/sederajat diberikan (DT dan Campak/MR), kelas 2 dan 5 SD/sederajat diberikan (Td).

Seorang anak Papua sedang di imunisasi MR (Foto Dok Kemenkes)

Jadi sampai anak SD masih ada imunisasi lanjutan yang harus dijalani anak. Imunisasi lanjutan ini biar membuat antibodi menjadi lebih kuat lagi.

Nah sekarang sudah tau apa saja imunisasi dasar ini, semoga para keluarga muda lebih paham tentang pentingnya imunisasi ini.
Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Berdasarkan Data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Data ini menggambarkan bahwa masih ada masyarakat di Indonesia belum memberikan imunisasi kepada anak anak mereka. Diharapkan tahun ini cakupan angka imunisasi bisa meningkat hingga 100% (aamiin yaa rabbal’alamin)

Ternyata Depkes punya target untuk cakupan imunisasi ini, pada tahun ini sebesar 92,5% imunisasi dasar lengkap dan 70% HB, Hib Batuta. Berdasarkan data sementara tahun ini terhitung Januari hingga Maret imunisasi dasar lengkap mencapai 13,9%, dan imunisasi DPT-HB-Hib Baduta mencapai 10,8%. Semoga target ini bisa tercapai atau bahkan melebihi target seperti tahun lalu. Target ini akan tercapai jika terjalin kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat.

Mencegah penyakit apa saja Imunisasi itu?

Nah kita jelaskan manfaat dari Imunisasi dan pencegahan penyakit apa saja biar lebih jelas tujuan ya imunisasi ini. Yang pertama Hepatitis B (HB) jelas untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. Nah ini fungsi imunisasi HB.


Sedangkan Imunisasi BCG diberikan untuk mencegah penyakit tuberkulosis TBC, penyakit ini juga menjadi salah satu penyebab kematian.

Dan imunisasi Polio tetes yang diberikan 4 kali pada usia 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan untuk mencegah lumpuh layu. Imunisasi polio suntik pun diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.
Setelah itu, imunisasi Campak diberikan untuk mencegah penyakit campak yang dapat mengakibatkan radang paru berat (pneumonia), diare atau menyerang otak. Imunisasi MR diberikan untuk mencegah penyakit campak sekaligus rubella.
Rubella pada anak merupakan penyakit ringan, namun apabila menular ke ibu hamil, terutama pada periode awal kehamilannya, dapat berakibat pada keguguran atau bayi yang dilahirkan menderita cacat bawaan, seperti tuli, katarak, dan gangguan jantung bawaan.
Dan yang terakhir adalah Vaksin DPT-HB-HIB diberikan guna mencegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan Meningitis (radang selaput otak) yang disebabkan infeksi kuman Hib.

Nah sekarang udah tau guna mencegah penyakit apa saja imunisasi itu, jadi segera bawa anak batuda kita ke tempat imunisasi.

Wisuda Imunisasi Bayi

Imunisasi Bayi

Pasti kepo tentang wisuda bayi ini ya …..

Ini merupakan salah satu program dari dinas kesehatan Propinsi Gorontalo yang sangat inovatif dalam menaikan cakupan imunisasi dasar ini. Dan kenaikan persentase bayi yang diimunisasi cukup signifikan. Program pembangunan kesehatan yang inovatif seperti ini sangat membuat senang semua pihak. Layaknya seorang sarjana memakai toga untuk mendapatkan sebuah sertifikat kelulusan imunisasi dasar. Program ini memang sangat unik dan membuat bangga para orang tua. Semua orang tua pasti bangga jika anaknya di wisuda sarjana, anggaplah ini latihan untuk belajar di wisuda. Kelak mereka akan menjadi sarjana yang membangun Gorontalo. Jadi semua orang senang dengan wisuda bayi ini.

Dalam Kunjungan Lapangan Tematik (Kunlatip) ke Propinsi Gorontalo, Ibu Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mendatangi Desa Iloponu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (17/7) untuk langsung memberikan sertifikat dalam program tersebut.

Beliau langsung mewisuda 50 bayi berusia di bawah dua tahun (batuta) yang telah imunisasi dasar secara lengkap pada hari itu. Ibu Menteri sangat mengapresiasi program ini karena bisa melindungi generasi masa depan dengan imunisasi dasar ini.

“Saya kira ini sangat bagus, ya, untuk memotivasi orang tua anaknya nanti tumbuh sehat, cerdas dan bisa sarjana,” ujar Ibu Menteri di sela kunjungannya itu.

Sayah sempat tercengang melihat bayi bayi memakai toga digendong oleh ibu mereka. Kebayang serunya para ibu menggendong anaknya untuk mendapatkan sertifikat dari Ibu Menteri Kesehatan. Layaknya seorang sarjana yang akan menerima pengukuhan berbaris rapi guna mendapatkan sertifikat itu. Terlihat memang wajah ibu berbinar dengan mendapatkan sertifikat ini, ada rasa bangga. Namun lebih dari itu, karena jika akan memasukan anak sekolah perlu sertifikat kelulusan imunisasi ini.

Dalam satu kesempatan doorstop Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo dr. H. Triyanto S. Bialangi, M.Kes. “Program ini salah satunya untuk memotivasi orang tua untuk membawa anaknya imunisasi.”

Program ini memang cukup berhasil menaikan cakupan imunisasi ini. Menurut Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan, program ini membantu meningkatkan cakupan imunisasi di daerah dari titik awal 70 persen menjadi 93 persen.

Jadi dengan program ini, peran orang tua juga sangat dibutuhkan untuk membantu program pemerintah ini. Dengan membawa anaknya imunisasi berarti sedang membuat asset Sumber Daya Manusia yang tangguh tahan terhadap penyakit.

Selain itu imunisasi juga salah cara untuk menjaga kesehatan anak. Dengan melakukan imunisasi lengkap sesuai jadwal, dapat memperkuat daya tahan tubuh anak terhadap sejumlah penyakit seperti tiroid, polio, hepatitis B dan lain – lain. Maka dari itu pastikan anak – anak kita sudah mendapatkan imunisasi secara lengkap.
Mungkin program seperti ini bisa di duplikasi di daerah lain, sehingga cakupan imunisasi bisa meningkat di tiap daerah di Indonesia menjadi sumber SDM yang tangguh. Dengan wisuda bayi ini diharapkan kelak menjadi sarjana harapan para orang tuanya.

Cerianua anak setelah Imunisasi (Foto Dok Kemenkes)

Keseruan Wisuda Bayi ini bisa di lihat di channel Youtube.

Mari Lindungi Generasi Bangsa Dengan imunisasi menuju Indonesia Sehat.