Manual Brewing Itu Eksperimen

Sekarang ngopi seperti sudah menjadi bagian dari Gaya hidup. Cara seduh juga ternyata memang sangat beragam untuk menghasilkan cita rasa kopi.

Sayah berkesempatan nyeruput ilmu kopi dari Instruktur First Crack langsung Coach Okta. Sungguh sayah sangat beruntung sekali bisa mendapatkan ilmu tentang dunia hitam dari ahlinya langsung.

Yang menjadi catatan sayah tentang manual brewing selama belajar sambil praktek. Hal yang sangat fundamental adalah kita harus mengenal Roasted Bean yang akan kita seduh terlebih dahulu sebelum teknik menyeduh dan lain lain.

Dari sini kita akan mengenal Light Roast, Medium Roast dan Dark Roast secara umum. Setelah Roasted bean hal yang akan mempengaruhi hasil seduhan adalah Grind Size. Dan setelah itu suhu berapa kita akan menyeduh.

Dan rasa seperti apa yang ingin dimunculkan dari kopi yang kita seduh.

Awal mengenal dunia hitam alias dunia kopi, nyeduh aja kok ribet pikir sayah. Namun justru disanalah kita menemukan rasa dari profil kopi. Kopi boleh sama, metode seduh sama, suhu sama, namun rasa akan berbeda satu dengan yang lainnya. Inilah dunia hitam yang menyenangkan itu.

Bagaimana menemukan rasa manis dari sebuah seduhan, rasa buah dan masih banyak sensansi yang bisa dirasakan saat menyeduh.

Pesan singkat yang sangat mengena buat sayah dari coach Okta adalah menyeduh itu harus rileks, sehingga akan menghasilkan rasa kopi yang luar biasa. Dan manual brewing itu adalah eksperimen, jadi perbanyaknya mencoba teknik seduh, grind size, roasted bean, gramasi. Karena kopi itu eksperimen sepanjang masa.

Sudah ngopi hari ini? Jangan pernah lelah mencari rasa kopi, teruslah menyeduh dan mensesap kopi.

Kang Dudi

Advertisements

Barista, Profesi Yang Menjanjikan

Di zaman now orang suka membuat janji di coffee shop atau kedai kopi. Sang peracik kopi di sebut Barista. Untuk menjadi seorang Barista yang hnadal tentu perlu bekal dan pengalaman yang banyak.

Barista juga menjadi bagian insan pariwisata Indonesia, menjadi ujung tombak mengenalkan Kopi Indonesia.

Dinas Pariwisata dan kebudayaaan DKI Jakarta pada tanggal 12-15 Juli mengadakan pelatihan Barista untuk 43 orang yang terpilih dari 94 orang pelamar.

Bapak Encu S, Kepala Dinas Pariwisata mengharapkan kepada semua peserta pelatihan Barista bisa menjadi ujung tombak dalam kepariwisataan. “Profesi Barista ini sudah banyak peminatnya, ke depan bisa menjadi destinasi baru dalam kepariwisataan” ujar Encu Suhairi dalam pembukaan pelatihan Barista.

Setelah mengikuti pelatihan ini, akan diikutkan uji kompetensi Barista yang dilakukan oleh BNSP.

Peserta termuda dalam pelatihan Barista ini adalah Dina (17) baru lulus dari SMA. Keingintahuan tentang kopi yang mendorong kuat untuk ikut pelatihan ini, walaupun dasar kopi belum banyak tahu.

Selama empat hari peserta diberikan bekal teori dasar Barista dan kompetensi apa saja yang perlu dimiliki oleh seorang Barista. Dua hari praktek dan post test. Jika peserta lulus maka akan diikutsertakan kepada ujian sertifikasi BNSP.

Alhamdulillah saya termasuk orang yang sangat beruntung bisa menimba ilmu tentang Barista ini langsung dari praktisinya. Semoga bekal ini akan menjadi manfaat bagi masyarakat.

Mengenang Pahlawan Kemanusiaan

Pagi pagi buka sosial media dikejutkan dengan wafatnya Sutopo Purwo Nugroho Kepala Pusdatin BNPB yang meninggal di Ghuanzho dalam perawatan kanker. Sudah hampir dua tahun ini beliau melawan kanker yang ada di tubuhnya.

Foto http://www.liputan6.com

Siapa yang tak kenal Pak Topo, panggilan akrab beliau. Terlebih ketika ada bencana alam melanda, informasinya sangat di tunggu sekali oleh warga Indonesia ataupun dunia.

Beliau mendedikasikan diri untuk kemanusiaan, bahkan setelah di vonis kanker pun masih terus menlanjutkan tugasnya.

Ketika bencana gempa bumi Lombok masih melayani telpon dari para wartawan terkait kondisi terkini dari lapangan.

Sayah mengenal beliau secara langsung ketika acara nangkting bersama Kompasiana ketika sosialisasi bencana melalui media cerita radio, sekitar tahun 2016 sebelum terkena kanker. Sosoknya yang ramah dan sangat melayani setiap pertanyaan dari Blogger ataupun media. Informasi kebencanaan memang selalu mengalir dari beliau langsung dan update.

Hari ini kembali Indonesia kehilangan salah satu putra terbaik. Terutama dalam dunia kebencanaalaman.

Semoga Allah menerima semua amal sholeh beliau selama hidupnya.

Selamat Jalan Pahlawan Kemanusiaan Indonesia

Apresiasi Satgas Pertamina MOR III

Mudik adalah tradisi tahunan yang ada di Indonesia ini, banyak hal terjadi dalam tradisi mudik. Terutama perpindahan orang secara serentak menuju kampung halaman.

Di balik tradisi ini ada orang orang hebat yang melayani kebutuhan orang mudik ini. Orang orang yang rela bekerja demi kelancaran proses mudik lebaran ini.

Hari ini (25/6) telah dilakukan pemberian apresiasi Satgas Bagi Mitra Pertamina Siaga Pertamina Marketing Operation Region III Jawa Bagian Barat di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat.

Tim satgas ini telah menyelesaikan semua tugasnya pada tanggal 19 Juni kemarin. Untuk Satgas BBM mulai bekerja dari tanggal 6 Mei saat awal ramadhan. Dan satgas BBM mulai bertugas dua pekan sebelum lebaran pada tanggal 21 Mei 2019. Tim ini bertugas siang malam untuk menjaga pasokan BBM dan LPG di masyarakat.

Di balik tugas ini tentu banyak sekali cerita suka dukanya dalam melayani masyarakat. Baik itu Pertamina ataupun mitra Pengusaha SPBU, Polri, Jasa Marga serta layanan bisnis Pertamina Retail dan Patra Niaga.

Dari Polres Subang kemarin AKBP Asep memberikan sedikit pengalaman selama membanyu kelancaran tugas satgas, yaitu ketika sedang pemberlakuan one way, ada salah satu SPBU sedang habis stok BBM. Bagaimana bisa menyebrang truk tangki BBM untuk bisa suplai SPBU yang habis stok. Ini mungkin satu cerita dari beratus bahkan beribu cerita satgas.

Apresiasi ini diberikan kepada mitra yang sudah melaksanakaan tugas yang tidak mudah ini selama Ramadhan dan Idul Fitri 2019. Dalam hal ini Pertamina ingin memberikan apresiasi kepada para mitranya. Ini adalah langkah ynag sangat perlu dihargai untuk apresiasi kepada mitra yang melakukan tugas luar biasa. Sudah sepatutnya Pertamina memberikan apresiasi.

Ada enam katagori apresiasi yang diberikan kepada mitra, yaitu

1. Katagori mitra Pertamina Siaga, ynag turut membnatu kelancaran arus mudik. Ini pertama kalinya MOR III memberikan apresiasi kepada mitra bisnis, Pertamina Retail, Patra Niaga, Jasa Marga dan Lintas Marga Sedaya.

2. Katagori Mitra Satgas Pertamina Siaga, yang mendukung kelancaran operasional penyaluran BBM, yaituu dari Kasatlantas Polres Indramayu, Polres Garut, dan Polres Subang serta Hiswana.

3. Katagori SPBU Siaga, yang memberikan dukungan maksimal kepada Pertamina selama masa Satgas yang diberikan kepada 16 SPBU Tol dan non tol.

4. Katagori SPBU Modular dan Kios Pertamina siaga, yang memberikan dukungan penyaluran BBM bagi pemudik ynag tidak ada titik layanan SPBU.

5. Katagori Terminal BBM dan Depot LPG, ynag nonstop melayani 24 jam memenuhi pendistribusian BBM dan LPG di tengah kemacetan dna rekayasa lalu lintas, sehingga harus melakukan strategi alur pendistribusian yang di luar alur biasanya.

6. Katagori Satgas Pertamina Siaga, yang merupakan penghargaan bagi seluruh tim Pertamina yang menjadi satgas selama arus mudik balik, bertugas di lapangan ataupun di posko standby selama 24 Jam dalam 7 hari kerja.

Itulah enam apresiasi yang diberikan kepada para mitra Pertamina MOR III yang telah membantu selama masa tugas Arus mudik dan Balik Lebaran 2019.

Ada yang menarik perhatian saya selama mengikuti acara ini, yaitu adanya Call Center 135 dan SPBU Modular. Dalam tayangan video, ada seorang pemudik yang kehabisan bahan bakar di tol dan menghubungi call center 135. Tidak berapa lama ada petugas datang dengan membawa BBM ke pemesan. Ini adalah langkah konkrit dari Pertaminan MOR III dalam melayani masyarakat selama masa satgas. Salut buat layanan seperti ini, sehingga bisa langsung dirasakan oleh konsumen.

Dokumentasi Pertamina MOR III

Satu lagi terobosan yang patut di apresiasi adalah SPBU Modular. Ketika masa mudik rest area menjadi penuh sehingga tidak bisa menampung lagi pemudik yang ingin mengisi BBM. Di beberapa titik yang belum ada SPBU, pertamina membuat SPBU Modular untuk melayani masyarakat, dan ini juga sangat membantu masyarakat.

Di akhir acara saya juga di apresiasi oleh panitia dalam Instagram Challenge selama acara. Mendapatkan voucer Pertamina sebesar 1 juta. Alhamdulilah

Sukses buat Pertamina MOR III sehingga layanan terus berkembang lebih baik lagi.

Koki Koki Cilik 2: Profesi Chef Menjadi Impian Anak Indonesia

Dunia kuliner di Indonesia sudah menjadi kian populer, bahkan wisata kuliner pun menjadi salah satu tujuan ketika sedang piknik. Seakan tidak sah piknik tidak menikmati makanan khas daerah yang dikunjungi.

Liburan sekolah juga sekarang sangat beragam untuk di isi dengan kegiatan yang positif. Cooking Camp menjadi salah satu altenatif anak anak mengisi liburan dengan belajar memasak. Tapi kegiatan ini hanya ada di film Koki Koki Cilik 2, alumni Cooking Camp ingin reuni dan kembali belajar masak.

Nah di musim liburan sekolah seperti sekarang ini, film ini bisa menjadi salah satu alternatif kegiatan bersama keluarga. Bagaimana kelanjutan ceritanya mah mending nonton aja langsung tanggal 27 Juni di Bioskop kesayangan bersama keluarga.

Gimana jika belum nonton Koki Koki Cilik? Jangan khawatir pasti nyambung kok, yang pasti mah ga kalah serunya film ini. Yang namanya film pasti ada konflik yang di bangun untuk membuat cerita semakin menarik.

Alhamdulillah sayah berkesempatan ikut nonton Gala Premiere Koki Koki Cilik 2 ini di XXI Kota Kasablanka pada Kamis (20/6) bersama Komunitas ISB yang digawangi Teh Ani Berta.

Ajang reuni memang selalu bikin baper, begitu juga dengan reuni Cooking Camp ini. Seru pisan nonton film ini, bahkan untuk masakannya pun sangat mudah buat anak anak membuatnya. Memang disesuaikan dengan kemampuan anak anak. Untuk hal ini tim menggunakan konsultan chef langsung, jadi memang real bisa dilakukan oleh anak anak.

Dengan dukungan Ringgo Agus Rahman sebagai Chef Grant, makin membuat film ini lebih hidup. Karakter anak anak juga sangat menarik terutama Melly yang selalu nyerocos di antara teman temannya itu. Ada enam karakter anak alumni cooking camp, Bima (Farras Fatik) dan teman temannya ini kaget dengan kondisi Cooking Camp.

Dalam Film Koki Koki Cilik 2 ini, selain Ringgo Agus Rahman ada juga Chef Evan diperankan oleh Christian Sugiono, Adel (Kimberly Rider). Dan ke enam anak Cooking camp mereka adalah Bima (Farraz Fatik), Melly (Alifia Lubis), Kevin (Marcello), Alva (Ali Fikri), Niki (Clarice Cutie), Key (Romaria), yang baru yaitu Adit (Ahdiyat).

Film ini selain menghibur juga sarat dengan pesan moral ynag disampaikan untuk anak anak Indonesia. Dan layak untuk menjadi tontontan saat mengisi liburan anak sekolah.

Mimpi adalah kunci untuk berbuat lebih banyak lagi. Profesi chef sekarang menjadi mimpi banyak anak Indonesia.

Kalo kepo bisa lihat Trailernya di sini ya manteman.

Jangan lupa nonton ya tanggal 27 Juni nanti

Barista : Dulu Pekerjaan Sekarang Profesi

Apa yang terbayang dalam benak manteman tentang Barista ?

Dokumentas LSP Kopi Indonesia

Ya benar seorang peracik kopi di sebuah coffee shop. Namun yang membedakanya sekarang Barista sudah menjadi prosesi yang harus mempunyai kompetensi.

Gelombang ketiga penikmat kopi sekarang sudah pada tahap home brewing. Artinya penikmat kopi pengen mempunyai pengalaman dalam menyajikan atau merasakan kenikmatan sebauh seduhan.

Saya pribadi mengenal kopi dan menjadi home brewing sudah hampir dua tahun dengan peralatan seminimal mungkin sing penting bisa nyeduh dan merasakan sensansi.

Beberapa minggu yang lalu entah dari mana ada link pendaftaran untuk sertifikasi Barista yang diadakan oleh Dinas Pariwista DKI yang bekerjasama dengan LSP Kopi Indonesia. Saya coba daftar untuk mengikuti ini, dengan pengalaman home brewing belum bersentuhan dengan mesin sama sekali.

Encu Suhadi Kepada Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan DKI Jakarta, mengharapkan dengan adanya sertifikasi Barista ini kopi Indonesia muali dikenalkan kepada para wisatawan mancanegara. Mungkin ke depan di tiap destinasi wisata ada kedai kopi Indonesia, ujung tombaknya adalah Barista.

Barista memang sedang naik daun

Kembali ke laptop, saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa ini untuk bisa mengikuti sertifikasi walau belum ada pengalaman kerja menjadi barista, hanya seorang home roastery biasa saja.

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil selama dua hari ini tentang 12 kompentensi seorang Barista.

Ternyata masih harus belajar banyak lagi aspek lain selain teknik menyeduh. Terutama Conversation in English harus bisa menerangkan kepada konsumen tentang kopi dari a sampai z.

Terima kasih kepada Dinas Pariwisata DKI dan LSP Kopi Indonesia yang telah memfasilitasi program ini semoga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi Barista.

Untuk kepala suku angkatan 2019 Erik dan teman teman seangkatan you are rock man. Tetap semangat dan bersinergi sampai ketemu di WAG dan pembukaan kedai Mpok Guru.

29 Mei 2019

Mengenal Talasemia

Ada yang tahu apa itu talasemia? Talasemia adalah satu penyakit kelainan sel darah merah yang diturunkan oleh kedua orang tua kepada anak dan keturunannya. Salah satu penyebabnya adalah berkurang atau tidak terbentuknya hemoglobin manusia, sehingga mengakibatkan sel darah manusia mudah pecah dan mengakibatkan kurang darah atau anemia.

Apa saja yang perlu kita ketahui tentang penyakit talasemia. Saya berkesempatan ikut peringatan Hari Talasemia Sedunia di Kementrian Kesehatan RI pada hari Senin 20 Mei 2019. Namun sebenarnya hari Talasemia jatuhnya pada tanggal 8 Mei, peringatanya saja yang mundur. Banyak sekali informasi yang di dapat dari acara ini.

Sebelum mulai acara, ada skrining pemeriksaan darah untuk melihat apakah darah kita pembawa sifat atau tidak. Karena Talasemia ini memang penyakit yang diturunkan melalui genetik, sehingga perlu ada skrining khusus terhadap darah. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi dini adanya penyalit talasemia ini. Karena dengan skrining ini talasemia bisa diketahui, terutama kepada yang ada keturunan atau riwayat keluarga. Ini adalah salah satu bentuk pencegahan secara dini. Jadi jika ada keluarga yang sakit talasemia, lebih baik skrining daei awal untuk mengetahui ada pembawa sifat tidak di dalam darah kita. Karena penyakit ini bersifat genetik, jadi perlu skrining.

Untuk mengetahui ciri ciri seseorang kena talasemia, ada beberapa tanda yang harus diwaspadai.

1. Memiliki penyakit riwayat keluarga yang anemia atau pasien talasemia.

2. Pucat dan lemas

3. Riwayat transfusi berulang

4. Pemeriksaan darah, Hematologi lengkap dan analisa Hb

Jika keluarga punya riwayat penyakit talasemia sebaiknya melakukan skrining lebih awal sehingga bisa dilakukan penanganan lebih awal. Kalau bisa sebelum menikah dilakukan skrining ini, karena bisa di lihat ssbagai pembawa sifat atau ada talasemia.

Bapak Dona Rifana sedang berbagi pengalaman kepada para peserta (Dok Blogger Crony)

Bapak Dona Rifana seorang Talasemia Survivor membagikan pengalaman kepada peserta seminar. Beliau sudah diketahui talasemia dari usia 4 tahun, bagaimana suka dan duka menjalani sebagai survivor. Diharapakn dari acara ini bakal tumbuh pengetahuan tentang talasemia di masyarakat lebih luas lagi.

Secara klinis talasemia ini di bagi menjadi 3 , yaitu :

1. Talasemia Mayor, pasien yang memerlukan transfusi darah secara rutin selama hidup.

2. Talasemia Intermedia, pasien memerlukan transfusi darah namun tidak rutin.

3. Talasemia Minor/Pembawa sifat, secara klinis sehat, hidup seperti orang normal secara fisik dan mental, tidak bergejala dan tidak membutuhkan transfusi darah.

Talasemia Mayor belum dapat disembuhkan penyakit ini, pengobatan satu satunya adalah transfusi darah secata rutin ditambah dengan obat.

Jadi skrining itu merupakan pencegahan dini untuk talasemia. Mencegah lebih baik dari pengobatan

Silent Killer Itu Bernama Hipertensi

Tahukah hari ini 17 Mei itu sebagai Hari Hipertensi Sedunia?

Kalau belum tahu sekarang saatnya tahu dan aware tentang Hipertensi ini. Karena biasanya gejalanya itu kadang tidak terlihat sehingga banyak yang abai dengan penyakit ini.

Hal sederhana yang bisa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan mengukur tensi darah, “Check Your Number” dengan mengetahui tensi darah maka kita akan tahu kondisi kita. Sehingga jika terjadi tensi tinggi bisa diantisipasi lebih awal. Dengan mengecek tensi dan mengenali berapa ukuran ini menjadi salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mengenali gejala hipertensi.

Sumber BloggerCrony

Hipertensi itu merupakan salah satu penyebab rusaknya organ yang mempunyai pembuluh darah. Jadi yang rusak adalah pembuluh darah, sehingga mengakibatkan berbagai penyakit lain. Bahkan di berbagai negara penyakit ini menjadi “Silent Killer” ujar Dr Tunggul D Situmorang dalam seminar tentang Hipertensi di Kemenkes pada hari Jumat 20 Mei 2019.

Dr Cut Putri Arianie MHKes ( sumber BloggerCrony)

Selain itu juga Dr Cut Putri Arianie MHKes, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Indonesia menyatakan bahwa Hipertensi itu merupakan pintu masuk berbagai penyakit tidak menular. Diharapkan masyarakat bisa aware dengan hal ini, dengan gerakan Cerdik. Dan hal pertama adalah Know Your Number.

Apa itu Cerdik ?

Cek Kondisi Kesehatan Secara Berkala

Enyahkan asap rokok

Rajin aktivitas fisik

Diet sehat dengan kalori berimbang

Istirahat cukup

Kelola stres

Dengan kita mengenali berapa angka tensi ini salah satu cara untuk mengetahui gejala awal hipertensi dan ini meeupakan bagian dari CERDIK yang pertama. Dengan berprilaku cerdik dalam mengatasi Penyakit Tidak Menular.

Data World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukan sekitar 1,13 Milyar orang di dunia menyandang hipertensi, artinya bahwa 1 dari 3 ornag di dunia terdiagnosis hipertensi. Dan data ini diperkirakan naik terus dari tahun ke tahun, prediksi 1,5 Milyar di tahun 2025.

Data dari BPJS kesehatan, bahwa biaya pelayanan kesehatan hipertensi juga meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2016 2,8 Triliyun dan tahun 2018 sebesar 3 Triliyun.

Melihat data data di atas memang besar biaya pengelolaan hipertensi ini, namun bisa di kelola dengan pola Cerdik. Jadi kita bisa mengelola dengan merubah pola hidup menjadi lebih baik.

Ayo kita kenali berapa tensi darah kita dan lakukan akvitas fisik yang cukup untuk menghindari hipertensi.

Ambu, Semesta Pertama dan Terakhir

Ambu dalam basa sunda adalah sebutan untuk Ibu. Ketika ada tawaran Press Screening film Ambu ini langsung aja daftar. Karena penasaran dengan judulnya, seorang ambu yang bagaimana akan divisualissasikan di Film ini.

Sungguh sangat bikin kepo abis dengan judulnya. Rasa penasaran ini makin menjadi ketika banyak penonton yang menggunakan iket Baduy.

Jadi ada hubungan apa iket Baduy dan Ambu ini? Ternyata eh ternyata setting film ini di Kanekes Baduy.

Yang pasti mata dimanjain banget dengan visual tentang Baduy. Sang DOP Yudi Datau berhasil memanjakan mata penonton dengan keindahan Baduy.

Poster Film 3 Tokoh, Fatma (Cynthia Bella), Ambu Misnah (Widyawati) dan Nona (Luthesa). Nah Tokoh Ambu dan Fatma ini aseli Baduy. Jika seorang warga sudah keluar dari Kampung Kenekes maka sudah bukan warga Baduy lagi. Jika ini kembali perlu di hukum selama 40 hari dan di terima kembali dengan adat Baduy.

Dalam cerita ini Fatma sudah keluar dari Kanekes karena menikah dengan orang Jakarta. Proses kembalinya Fatma ke Kanekes dengan membawa anaknya yang tidak mengenal adat Baduy sama sekali ini menjadi cerita yang menarik.

Karena susah tidak mempunyai apa apa lagi di Jakarta, akhirnya Fatma kembali ke Kanekes. Walaupun tahu akan penerimaan Ambu terhadapnya sangat dingin.

Di Film ini juga ada beberapa prinsip orang Baduy yang bisa di ambil oleh kita, seperti jalan harus beriringan ke belakang. Kalau kita berjalan bersisian akan menghalangi orang lain yang berlawanan arah. Saya baru tahu tentang hal ini di film ini. Kearifan lokal Baduy sangta terasa di film ini.

Ambu pun melaporkan kedatangan Fatma kepada Jaro (Pemangku Adat), gimana mensikapi ini. Jaro mengembalikan kepada Ambu Misnah, mau menerima kembali Fatma dengan catatan harus di hukum selama 40 hari. Atau Fatma mau di anggap sebagai Semah (tamu) selama tinggal di Baduy.

Proses penerimaan Ambu ke Fatma inilah cerita yang menguras air mata penonton. Bagaimanapun seorang ibu akan terus mengasihi anaknya.

Film ini memang berbeda dari yang lain dan patut menjadi salah satu yang di tonton. Jangan lupa tanggal 16 Mei untuk nonton film Ambu ini.

Selamat menonton Ambu, Semesta Pertama dan Terakhir.

LRT, Moda Transportasi Baru di Jakarta

Kalau bicara Jakarta, yang namanya macet pasti menjadi Top Mind. Macet seperti sudah menjadi bagian dari kehidupan di Jakarta.

LRT Jakarta
Kemacetan di sekitar stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading

Tahun 2019 ini ada dua moda transportasi baru yang hadir untuk menjadi salah satu solusi mengurai kemacetan. Yang pertama Rantanga atau Moda Raya Terpadu (MRT Jakarta) dna yang kedua LRT Jakarta.

Alhamdulillah saya sudah mencoba kedua moda tramsportasi bari ini. Nah yang akan saya ceritakan sekarang tentang LRT Jakarta.

Yang menjadi HighLight saya dari Moda ini adalah Integrasi. Ada konektivitas antar moda sehingga memudahkan masyarakat untuk bisa beraktivitas.

LRT Jakarta baru operasional di Koridor 1 Pengangsaan Dua sampai Velodrome Rawamangun. Saya juga sempat melihat Depo LRT ini dari dekat, sungguh sangat luas. Ada sekitar 13 Hektar luas Depo LRT ini, lahan ini dimiliki oleh Jakpro, salah satu BUMD Pemprov DKI yang menangani Property. Rencana ke depan juga akan di bangun Apartemen di sini, sehingga memudahkan akses.

Dari Depo LRT ini, kami diberikan penjelasan mengenai LRT Jakarta. Terutama tentang pembagunan dan operasional LRT.

PT LRT Jakarta ini sebagai operator dari Operasional LRT Jakarta, sedangkan property, sarana san prasarana yang membangun adalah PT Jakarta Property (JakPro) milik Pemprov DKI Jakarta.

Jadi pemilik LRT ini adalah Pemprov DKI Jakarta. Dan yang bikin saya bangga adalah, LRT ini adalah hasil karya anak bangsa.

Sosialisasi ini disampaikan oleh GM Operasional dan Layanan PT LRT Jakarta kepada para Blogger dan Railfans di Depo LRT Kelapa Gading Jakarta Utara.

Yang menarik perhatian saya dari presentasi beliau, karyawan PT LRT ini di dominasi oleh anak Milenial artinya proses teansformasi sedang berjalan dengan baik di PT LRT ini. Saya yakin PT LRT akan lebih cepat perkembangannya karena dominasi tenaga muda ini.

LRT Jakarta
Bp Aditya GM Operasi dan Layanan PT LRT Jakarta

Awal pembangunan prasarana LRT ini, bulan Januari 2017. Pada bulan Agustus 2018 semua sudah terhubung. Dengan waktu kurang lebih 1,5 tahun terbangun semua saran dan prasarana LRT ini. Kalau menurut saya untuk pembangunan infrastruktur 1,5 tahun adalah cepat banget. Untuk keretanya sendiri bulan Juni 2017 baru rangka saja, dan bulab April 2018 kereta tiba di Tanjung Priok. Mulai uji coba pada bulan Agustus 2018 menjelang perhelatan Asian Games. Keren dan cepet banget pembangunannya.

LRT Jakarta
Menuju Stasiun Boulevard Utara Kelapa Gading bersama Railfans dan Blogger

Setelah sosialisasi selesai, kami para blogger dan railfans di aak langsung menikmati LRT dari Stasiun boulevaar Utara sampai Velodrome PP. Aih seneng banget saya bisa menikmati moda transportasi yang nyaman dan terintegrasi ini.

LRT Jakarta
Para konten kreator sedang sibuk

Nah pada sesi sosialisasi pada kalem dan serius, di sesi filed trip ini sibuk degan membuat konten tentang berbagai kelebihan LRT dari moda tramsportasi yang sudah ada.

Mencoba LRT jadi lebih seru karena beragam kehebohan Blogger dn Railfans dalam membuat konten, ada yang selfie, ada yang bikin vlog dan masih banyak keseruan lainnya.

Sayang hanya sebentar sudah sampai Velodrome. Ga kerasa banget perjalanannya, kalau naik mobil mungkin belum sampai, karena macet. Sudah libat foto kemacetan di depan Stasiun Boulevard Utara kan? Segitu rapatnya kendaraan.

Sungguh ini merupakan solusi mengurai kemacetan Jakarta.

LRT Jakarta
Komunitas Edan Sepur sedang mendokumentasikan LRT Jakarta

Saya yakin dengan kenyamanan seperti LRT ini, banyak pengguna kendaaraan pribadi bisa beralih ke moda tranportasi publik yang ada di Jakarta. Apalagi jika masalah waktu bisa terukur dengan jelas.

Pemprov DKI Jakarta terus berinovasi untuk masalh Transportasi Publik ini. Sekarang sudah hadir JakLingko, sebagai sarana transportasi yang terintegrasi dari satu moda ke moda lainnya. Sehingga ini memudahkan warga untuk mobilitas. Bahkan ada beberapa jalur angkot ynag sudah terintegrasi dengan stasiun LRT.

LRT Jakarta
Mesin tiketing LRT Jakarta

Ini keseruan saya dalam mencoba LRT, Selamat menikmati LRT Jakarta.